Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 66 Pertemuan Zein dan Putri


__ADS_3

Sidul selalu menyempatkan dirinya untuk menjemput Putri di sekolahnya, Putri sendiri tak mau karena selalu di jemput oleh Sidul sepupu tunangannya.


Sebenarnya bukan nggak mau kayak githu, namun lebih tepatnya malu sama Sidul, dia sibuk kerja tapi masih harus menjemput tunangan sepupunya.


Tapi kalau menolak itu juga tidak sopan dan akan bikin seseorang kecewa juga, karena yang Sidul lakukan atas perintah Erlan sepupunya yang sekarang berada sangat jauh gadis kecilnya.


Jadi mau tak mau Putri harus menurut permintaan tunangannya, mau berdebat masalah jemputan juga percuma, Erlan tetap pada pendirian nya, Putri hanya bisa menghela nafas panjangnya kalau ada yang ngeledek, bahwa dia sekarang bersama Sidul sepupu Erlan.


''Maaf ya kak, Putri selalu merepotkan kak Sidul.'' gumam Putri yang sudah berada di depan Sidul.


''Nggak apa apa kok Put, lagian aku juga lagi nggak sibuk sekarang.'' ujar Sidul.


''Ayo naik?'' suruh Sidul karena Putri masih berdiri di depannya.


Putri naik ke motor sport Sidul sepupu Erlan sambil memanyunkan bibirnya.


karena Putri sudah janjian mau pulang bareng Dewi sahabat nya, namun setelah mengetahui Sidul yang sedang menunggunya di gerbang sekolah, Putri terpaksa membatalkan pulang bareng bersama Dewi, gara-gara melihat Sidul sudah menunggunya.


''Erlan apa kabar Put?'' tanya Sidul memulai obrolan nya, karena sejak Putri naik ke atas motornya Putri tak berbicara sepatah katapun.


''Alhamdulillah kabarnya sangat baik Kak, tapi kak Erlan jarang video call sekarang, dia cuma menyempatkan diri untuk bertegur sapa dengan Putri lewat chat?!'' Jawab Putri memberi tahu yang sebenarnya pada Sidul sang sepupu.


''Ya nggak apa apa, walau cuma lewat chat Put, dari pada nggak ada kabar sama sekali, iya kan?'' gumam Sidul yang di angguki Putri.


Perkataan Sidul ada benarnya juga, walau cuma chat, namun Erlan selalu menyempatkan untuk mengirim chat pada gadis kecilnya, hanya untuk bertegur sapa, sudah makan belom, sudah sholat kah, jangan lupa mimpiin kakak, kata kata itu yang selalu di ingat oleh Putri.


Walaupun menurut orang lain kata kata Erlan itu sangat garing dan membosankan, namun buat Putri sendiri kata kata itu bisa membuat dirinya tersenyum nggak jelas dalam kesendirian nya.


*-*-*-*-*-*-*-*-*


Setelah tiba di rumah Putri langsung membaringkan tubuh lelahnya, bukan hanya tubuhnya yang lelah, namun hati dan pikiran nya juga merasakan lelah.

__ADS_1


Jam 4 sore, Putri baru bangun dari tidurnya dan melihat Ponselnya yang berbunyi, notifikasi saldo rekening nya bertambah.


Putri menghela nafas kasarnya, karena lagi lagi Erlan mengirimi dia uang tanpa di minta sekalipun, perasaan Putri di ambang kebingungan, antara senang dan juga sedih karena Erlan setiap dua minggu selalu mentransfer sebagian uang gajinya pada Putri.


Erlan bekerja paruh waktu di cafe temannya, setiap pulang kuliah Erlan selalu bekerja dan sebagian gajinya di kirimkan ke rekening gadis kecilnya untuk jajan sehari hari.


📩- Kak Erlan jangan sering sering ngirim Putri uang, uang yang kemarin saja masih ada kok kak, bukannya Putri nggak mau di kirimin uang sama kak Erlan, namun kak Erlan lebih membutuhkannya, simpan saja buat kakak takutnya ada kebutuhan mendadak, iyakan?'' 😘😘💕


Putri mengirim pesan singkat pada Erlan lengkap dengan emot love.


Ting....


Ponsel Erlan menerima pesan, buru buru Erlan mengambil ponselnya di saku celananya, dibacanya pesan yang Putri kirimi buat dia.


Erlan tersenyum setelah membaca pesan gadis kecilnya, yang ternyata lebih memikirkan Erlan dari pada dirinya sendiri, Erlan membalas chat dari gadis kecilnya dengan terus menyunggingkan senyum manisnya, sampai-sampai teman kerjanya bingung dengan sikap Erlan.


📩- Nggak apa apa kok sayang? uang kakak juga masih cukup untuk sehari-hari kakak di sini, itu buat kamu jajan di rumah.


Ting....


''Bu? Putri ke supermarket dulu ya, ada yang Putri mau beli.'' Pamit Putri pada sang Ibu, dan mengeluarkan motor bebeknya dari dalam rumahnya.


''Hati-hati di jalan ndok?'' pesan Bu Yuni pada Putri anaknya. Putri mengangguk dan menyalakan motor nya untuk pergi ke supermarket, tak butuh waktu lama Putri mengendarai motor nya untuk sampai ke supermarket yang dia tuju.


Putri memarkirkan sepeda motor nya di depan supermarket, dan diapun bergegas masuk untuk membeli barang yang ia butuhkan saat ini, barang yang tak mungkin di beli seorang laki laki.


Putri asik memilih barang yang akan di belinya, sampai akhirnya dia bertabrakan dengan seseorang, orang tersebut berjalan mundur sambil mengambil barang yang ia lupa ambil tadi.


''Maaf maaf, aku nggak sengaja.'' ucap pria berkaca mata hitam tersebut.


''Lagian di supermarket pakek kacamata hitam kayak githu.'' gumam Putri pelan sehingga tak ada yang mendengar gumaman Putri.

__ADS_1


''Kamu nggak apa apa kan?'' tanya pria itu lagi, Putri mengangguk pelan tak memperhatikan orang yang berdiri di depannya.


Putri yang sudah selesai memilih milih barang akhirnya melangkah menuju ke kasir, namun pria itu menghentikan langkah Putri dan membuka kaca mata hutamnya.


''Ada apa lagi sich!'' Ucap Putri ketus sambil menghempaskan tangan yang memegang lengannya.


''Anastasya? benar kan ini Anastasya?'' tanya pria tersebut, dia terus memandangi wajah Putri yang semakin cantik saja.


Putri mendongakkan kepalanya, ia juga kaget melihat wajah pria di hadapannya.


''Zein? kaukah itu?'' tanya Putri lembut dan tersenyum manis pada sahabat kecilnya.


''Iya ini aku, Zein kamu Anas?'' jawab Zein dengan gaya yang sama waktu saat kecil dulu.


''Ish...!! gumam Putri mendesis.


''Nggak nyangka banget ya Anas, kita bisa bertemu disini, setelah sekian lama kita terpisah.'' Tukas Zein masih memandangi Anastasya Putri.


''Iya, nggak nyangka banget ya, kita bisa bertemu lagi, kirain lho udah...? Putri tak meneruskan ucapannya karena takut Zein akan marah, ''Dia bukan Zein yang dulu Putri, dulu kalian masil kecil yang selalu berkata asal pada sahabat di depanmu ini.'' gumam Putri pelan sehingga Zein tak mendengar gumaman Putri barusan.


''Sudah selesai belanjanya?'' tanya Zein pada Putri, Putri mendongak lagi memandang wajah tampan Zein.


''Sudah kok?'' jawab Putri singkat dan membawa barang belanjaan nya ke meja kasir. saat Putri mengeluarkan uang untuk membayar barang yang ia beli, Zein mencegahnya.


''Biar saya saja yang bayar mbak.'' Ucap Zein pada sang kasir.


Sang kasir menjawab, ''250 ribu Mas.'' Ucap mbak di kasir, Zein memberikan 3lembar uang seratus ribuan pada kasir.


setelah membayar semuanya Zein mengajak ngobrol di luar supermarket yang terdapat kursi untuk tamu yang emang mau bersantai sejenak dengan minuman serta cemilan yang mereka beli di supermarket tersebut.


👉👉👉👉

__ADS_1


Jangan bosan dengan karya receh ku ya kak? Makasih 🙏🙏😘💕💕


__ADS_2