
Pulang dari sholat berjama'ah nya Anastasya langsung membuka barang pemberian Adam pdanya.
''Isinya apa ya? kok jadi penasaran gini Anas, mana bungkusannya susah banget lagi.'' Gumamnya sendirian di dalam kamar.
Di detik berikutnya Anastasya di buat kaget dengan isi dari bungkusan tersebut.
Anastasya membelalakkan matanya. dia kaget bukan main, Anastasya mencari nama yang ngasih barang padanya.
''Ponsel, siapa yang ngasih ponsel ke Anas ya?!'' gumamnya dalam kebingungan dan.
Di menit berikut nya selembar kertas ia temukan di bawah ponsel yang sangat berharga bagi Anas, karena sampai sekarang barang tersebut belum ia bisa beli juga.
Dia mulai membuka lipatan kertasnya dan di bacanya baris demi baris yang bertuliskan kata penyesalan dan permintaan maaf dari Erlan.
''Haaa? Erlan? ponsel ini dari Erlan, apa maksud dengan semua ini.'' gumamnya sebelum meneruskan kata kata yang tertulis rapi di lembaran kertas yang di pegangnya.
_______________________________________
_Maaf kan aku yang selalu merendahkan mu selama ini.
_Maafkan aku yang selalu menghinamu. bertutur kata yang tak pernah sopan terhadapmu.
_Maaf bila kata-kata ku selalu menyakiti hatimu, sungguh aku sangat menyesal dan sangat berdosa padamu.
mungkin pemberianku ini tiada artinya buatmu untuk memaafkan aku.
Namun aku harap kamu bisa memaafkan semua kesalahan yang pernah aku perbuat padamu.
Mohon di Terima pemberianku ini Sya, nomerku sudah aku save di ponsel itu.
...Erlan...
_______________________________________
Anastasya mencari sang Ibu di dapur yang sedang menemani sang suaminya.
''Ibu?!'' panggil Anastasya sambil menenteng pemberian Erlan, Anastasya memberitahu sang Ibu akan hadiah yang di titipkan oleh Erlan untuknya.
''Ada apa ndok?'' tanya sang Ibu.
''Ini Ibu, Anas di kasih beginian sama seseorang yang tadi sore Ke rumah.'' jawab Anastasya gugup, karena takut sang Bapak memarahinya.
''Hadiah apa? sini coba Ibu lihat.'' Anastasya mengulurkan tangan nya memberi barang yang ia pegang kepada sang Ibu.
Dengan perasaan tak menentu Anastasya menunggu perkataan dari sang Ibu ataupun sang Bapak.
''Memangnya ini dari siapa ndok?'' tanya Pak Amin lembut.
''Itu tadi temennya Zein yang nganterin pak?'' tapi itu titipan dari sepupunya buat Anas.'' masih dengan rasa takutnya.
''Kalau emang di kasih ya di pakek saja ndok.''ucap sang Ibu yang mengetahui sang putri mulai ketakutan, sang Ibu menginjak kaki sang suami dan mengedipkan matanya.
Pak Aminn mengerti kedipan dari sang istri.
''Ya sudah kalau githu di pakai saja ndok, toh kamu nggak minta kan sama dia, terus anak yang ngirim ini barang kemana kok malah di titipin sama sepupunya.'' tanya pak Amin pada sang putri.
''Katanya sich dia lagi merantau Pak.'' jawab Anastasya ragu ragu.
pak Amin mengangguk tanda mengerti.
''Ya sudah pergi ke kamar tidur sudah malam ini, bilang terimakasih sama yang ngasih thu ponsel.'' ujar pak Amin memperingatkan anaknya.
Anastasya mengangguk dan berjalan ke kamarnya, dia mencoba menyalakan ponsel pemberian Erlan, tak lama setelah ponsel menyala ada notif pesan yang tertera dengan nama Erlan.
Erlan
__ADS_1
📩 Semoga kamu suka dan memaafkan kesalahanku.
Anastasya
📤Aku sudah memafkan kamu sejak dulu, sebelum kamu meminta maaf padaku?.
Erlan
📩kamu belum jawab pertanyaan ku Sya!.
Anastasya
**📤pertanyaan apa lagi Lan, kan kamu cuma bilang minta maaf?.
Erlan
📩kamu suka nggak sama ponsel nya📱**?.
Anastasya
**📤Och itu?, iya aku suka banget, makasih ya☺☺
📤Makasih ya Lan, ya sudah Anas tidur dulu, Assalamu'alaikum🙏🙏**.
Anastasya langsung mematikan ponsel nya ponsel nya sampai batas tak tentu.
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Setelah menunggu kurang lebih 1 bulan akhir-nya pengumuman kelulusan di sekolah SLTP Terbuka keluar juga.
Semua siswa dan siswi di sekolah SLTP Terbuka mendatangi sekolahnya untuk melihat namanya di papan pengumuman kelulusan.
Lembaran kertas sudah di tempel di papan pengumuman.
Anastasya memilih untuk melihat belakangan saja, karna dia tidak mungkin ikut desak desakan kayak teman-teman yang lainnya.
Mila dan Ani yang baru selesai dari mandi-nya langsung ikut berdesakan melihat nama-Nya di pengumuman kelulusan nya.
"Yes …Akhir-nya gue lulus juga, nggak Sia-sia dong gue belajar selama 3 tahun ini?!'' celetuk Mila dengan senang-nya.
Sedangkan Ani masih mencari cari nama-Nya di papan pengumuman, dan Ani pun tersenyum setelah menemukan nama-Nya juga tercantum di papan pengumuman kelulusan.
"Gue juga lulus Mila? duch seneng banget dech gue hari ini.'' Ujarnya dan langsung memeluk sabahat nya yakni Mila.
''Lihat punya Anastasya juga yuck, pasti thu anak belum lihat papan pengumuman ini kan.'' Ucap Ani pada Mila yang masih ada di dekat papan pengumuman.
Ani dan Mila mulai mencari nama sang teman, di mulai dari urutan paling bawah mereka mencari nama sang teman, namun tak juga ia temui.
''Kamu sich Mila nyarinya dari bawah bukan dari atas, coba lihat nich ada di nomer urutan berapa nama Anastasya.'' Ani menunjuk di angka 3.
Tanpa di sadari Mila menganga karena kaget dengan nama temannya yang ada urutan di atas.
''Woy... ! mingkem lho, entar mulut di masukin lalat lagi.'' celetuk Ani yang menyadarkan lamunan Mila.
Mila hanya nyengir kuda menanggapi ledekan dari Ani.
"Kok gue o'on ya nyarinya dari bawah, jelas-jelas nama Anastasya ada di urutan ketiga.'' Gumam si Mila sambil menepuk Jidad-nya.
''Emang dari dulu lho dah o'on kali Mila.'' ucapnya tertawa dan langsung berlari menuju ke Asrama nya.
Sampai di Asrama Ani dan Mila melihat Anastasya yang lagi duduk santai di Asrama Ani dan Mila dengan masih memegang buku yang tiap hari dia baca.
''Emang kamu nggak bosan baca buku terus Anas.'' tanya Ani yang mulai memakai mukenah nya karena mau menunaikan sholat sunnahnya.
''Mana ada orang baca buku bisa bosan Ani, dengan membaca buku setiap hari kita bisa memperluas wawasan kita.'' Ucap Anastasya.
__ADS_1
''Kamu sudah lihat papan pengumuman tak.'' tanya Mila pada Anastasya.
Anastasya menggeleng kan kepalanya pertanda dia belum lihat thu? papan pengumuman nya.
''Kalian sudah lihat belum.'' tanya Anastasya.
" Alhamdulillah gue lulus An, kamu sendiri gimana.''tanya Ani.
''Kan Anas barusan sudah geleng-geleng Ani? gimana sich kamu thu.'' celetuk Mila yang menonyor kepala Ani.
''Sakit kali Mila, lho tega sama gue.'' ucapnya pura-pura sedih.
''Kan Anas belum lihat Ani...? ucap Mila.
''Lha kan gue sholat Mila... ? jadi mana aku tau kamu sudah tanya sama Anas.'' celetuk Ani menonyor balik Mila
" Emang nggak bosan apa baca terus? gue aja capek lihat nya Anas.'' tanya Mila dan menghampiri Anas.
" Kan cuma baca saja, tidak usah berfikir seperti orang yang mengarang.'' jawab-nya
"Ish...!nyebelin dech. udah ach gue sholat dhuha dulu.'' ucap Mila kesal dan meraih mukenah yang baru di buka oleh Ani, dia pun langsung menunaikan ibadah sholat sunnahnya.
" Kamu nggak mau sholat juga An.'' tanya Ani.
"aku lagi libur dulu sholat nya, lagi halangan ini", ucap nya tersenyum.
Ani hanya ber oh ria mendengar penuturan Anastasya.
" Anas! perhatiin kalian dari tadi ketawa- ketawa terus,ada apa sich.'' tanya Anastasya pada kedua temannya.
"Ya jelas lagi seneng lah Anas ku?'' mencubit pipi cuby Anastasya.
''Masak ia kita harus mewek padahal kan kita lagi seneng.'' ucap Ani pada sang teman.
" Dapet undian ya.'' tanya Anastasya penasaran.
"Lebih dari sekedar undian biasa! karna ini hasil jerih payah kita.'' jawab Mila dan Ani serempak.
" Maksudnya apa'an sich kok Anas ora mudeng gini (nggak ngerti) githu.'' tanya-nya yang makin penasaran.
" Kita lulus Anastasya? masak kamu nggak ngerti sich.'' ucap Ani yang nggak tega melihat wajah Anas yang lagi merengut karena penasaran.
"Beneran nich? kalian nggak lagi bo'ong kan sama aku.'' tanya Anas lagi.
" Kalau kamu nggak percaya ya sudah! kamu lihat aja sendiri di papan pengumuman.'' suruh nya
" nggak githu Ani? kalian kan suka banget bercanda'in Anas, jadi Anas agak……" Anas tidak meneruskan ucapannya karna sang ustadzah menghampiri mereka ber tiga dan berkata.
"Anas kamu hebat, nama kamu ada di urutan ke 3 setelah murid laki-laki.''
" Thu denger! ustadzah aja tau kok, jadi aq nggak lagi bercanda tadi thu Anas?!'' celetuk Mila emosi.
Anas tersenyum dan berkata.
"Maafin Anas ya? bukan nya Anas nggak percaya sama kalian, tapi kalian suka boongin Anas, dan makasih ustadzah.'' ucap Anastasya seraya tersenyum.
" Iya sama-sama? kalau githu aku ke Asrama dulu.'' ucap sang ustadzah beranjak pergi dari Asrama Ani dan juga Mila.
👉👉👉👉
Makasih yang sudah dukung karya receh Al-mahyra.
Dan jangan lupa like,komen dan votenya kk🤭🤭
Makasih🙏🙏
__ADS_1