Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 49 Celotehan Wulan dan Dewi


__ADS_3

Beberapa lama kemudian Anastasya dan juga Erlan sampai di rumah Bu Yuni, Ibu Anastasya Putri.


Bu Yuni menyambut gembira kedatangan Erlan dan juga Putrinya, ''Nak Erlan kapan datangnya, kok sudah jemput Putri?'' tanya Bu Yuni di saat Erlan menyalami tangan-Nya.


''Tadi pagi sampai nya Bu?'' jawab Erlan dengan lembut.


''Ibu, bok ya di suruh masuk dulu atuh? ini malah di cecar dengan pertanyaan.'' ujar Anastasya pada sang Ibu.


Bu Yuni hanya garuk kepala nya yang tak gatal. dan mempersilahkan mereka berdua masuk, ya walaupun Anastasya sudah ada di dalam rumah sich.


''Bikinin minuman dulu masnya Ndok?'' teriak Bu Yuni pada Anastasya, karena sang Putri sudah ada di dalam kamarnya, Anastasya menaruh tas dan melepaskan jilbab nya.


Dan diapun bergegas menuju ke dapur untuk membuat kan minuman untuk sang tunangan.


Beberapa menit kemudian Anastasya keluar dari dapur dengan nampan berisi gelas, ya Anastasya hanya bikin teh anget, dia juga membawa beberapa cemilan yang ia beli kemarin sepulang dari sekolah nya.


''Diminum tehnya kak, mumpung masih anget.'' ucap Anastasya mempersilahkan sang tunangan.


''Makasih ya sayang?'' sahut Erlan yang di angguki Anastasya.


''Sama-sama kak.'' ucapnya lagi dan menuju ke belakang guna menaruh nampan di dapur.


Sedangkan Bu Yuni tersenyum melihat tingkah Putra dan Putrinya.


semenjak Erlan melamar Anastasya, sejak saat itu Bu Yuni menganggap Erlan sebagai Putra nya sendiri.


''Di makan camilan nya Nak Erlan.'' ucap Bu Yuni.


''Iya Bu, makasih dan maaf merepotkan.'' ujar Erlan sopan.


''Tidak repot kok Nak, oia kenapa pulang dadakan kayak gini, apa sudah terjadi sesuatu pada keluarga mu?'' tanya Bu Yuni khawatir, Erlan menggeleng kan kepalanya.


''Tidak apa apa kok Bu? keluarga Erlan baik semua, hanya saja ada sesuatu yang harus Erlan urus di kantor kecamatan.'' tutur Erlan berterus terang pada sang mertua.


Bu Yuni menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan dia tidak bertanya lagi.


Anastasya berjalan menghampiri Erlan dan Bu Yuni yang ada di ruang tamu.


Diapun mendudukkan diri di sebelah Erlan sang tunangan.


Bu Yuni akhirnya berpamitan pada keduanya untuk kebelakang guna beristirahat sejenak.

__ADS_1


''Ini sudah ada tunangan nya, kalau githu Ibu pamit beristirahat dulu ya Nak Erlan?'' pamit Bu Yuni pada sang menantu.


''Iya Bu, silahkan?'' ujar Erlan mempersilahkan sang mertua.


Setelah kepergian sang mertua, Erlan memandangi gadis pujaannya, seakan-akan ia tak pernah bosan untuk selalu memandang wajah cantik sang gadis, Erlan menghembuskan nafas panjang nya karena sang gadis tak membalas pandangannya.


''Sayang! emangnya kamu nggak kangen sama kakak githu.'' tanya Erlan dengan nada lesunya.


Anastasya tersenyum, dan dia mulai mendekati sang pangeran, di pegangnya pipi Erlan dan di elus nya secara perlahan.


''Emang, kalau kangen harus di sebutin githu kak, kita kan tiap hari sudah bertatap muka, emangnya kak Erlan nggak bosen lihat wajah Putri terus.'' tanya Anastasya sambil terus mengelus pipi pangeran nya.


''Hahaha.... ?'' Erlan tertawa mendengar omongan gadisnya, dan Erlan memegang tangan Anastasya.


Ia menurunkan tangan sang gadis dari wajahnya, karena ia tak mau kalau sang gadis terus terusan mengelus wajahnya.


yang bisa bisa Erlan bakalan meminta yang lebih pada sang gadis.


Sejatinya Erlan sudah berjanji pada diri sendiri, sebelum ada ijab kabul dia tidak ingin berbuat lebih pada diri sang gadis.


Erlan sudah bertekad ingin membahagiakan Anastasya, dia tidak ingin melihat tunangannya menangis atapun juga sedih.


''Sayang? kakak boleh ikut nggak, acara liburan sekolah kamu.'' tanya Erlan pada Anastasya.


''Ya maulah sayang! mumpung kakak ada di sini juga, habis ini kakak bakalan balik lagi ke perantauan, kalau urusan kakak sudah clear.'' jawab Erlan dengan pasti.


''Kalau githu, nama kak Erlan aku ikut sertakan besok ya.'' Ujar Anastasya penuh dengan semangat.


''Siipp! githu dong, kakak kan juga pengen liburan sama kamu juga, kapan lagi kalau bukan sekarang, you now?!'' celoteh Erlan yang langsung mendapat cubitan di perutnya.


Erlan mengelus perutnya yang di cubit sambil berdesis, ''Is... ? sakit kali Dek.'' ucapnya cemungut.


Anastasya tertawa lepas, mentertawakan pangeran kodoknya yang pura-pura kesakitan, ''Boong banget jadi orang? lawong aku nyubit cuma kena bajunya doang, sudah merintih kayak githu.'' celetuk Anastasya memainkan jempolnya yang di bolak balikπŸ‘πŸ‘Ž.


Erlan menepuk jidatnya karena ketahuan bo'ong nya, kemudian Erlan garuk garuk punggungnya ngasal.


Anastasya menutup mulutnya agar tawanya berhenti.


-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-


Pagi harinya Erlan datang ke rumah Anastasya, guna mengantarkan dia ke sekolahnya.

__ADS_1


Saat sampai di rumahnya, Anastasya sudah rapi dia duduk di teras rumah nya menunggu kedatangan Erlan, karena kemarin Erlan sudah berjanji bakalan menjemput sang gadis dan mengantarkan kesekolah nya.


''Sudah siap.'' tanya Erlan yang langsung di angguki Anastasya.


''Sudah dari tadi?'' jawab Anastasya karena emang sudah dari tadi dia menunggu Erlan di teras rumahnya.


''Nggak masuk dulu?!'' tanya Anastasya pada tunangan nya.


''Entar sajalah sayang, kakak masih harus pergi ke kantor Kecamatan, mau ngurus surat surat yang di perlukan keluarga kakak di pemantauan.'' jawab Erlan jujur, Anastasya hanya mengangguk pelan.


''Semoga cepat selesai Oke, semangat.'' celoteh Anastasya mengangkat tangan-Nya πŸ’ͺ.


30 Menit Erlan dan Anastasya sudah sampai di depan gerbang sekolah Anastasya.


Anastasya bertemu dengan Wulan dan juga Dewi yang sama-sama baru turun dari motor masing-masing, karena Wulan dan Dewi sama-sama diantar oleh Bapak nya.


''Heem...! yang lagi kasmaran sudah nyampek di sekolah juga rupanya.'' goda Wulan melihat Anastasya dan juga Erlan begitu dekat.


''Iya nich! ayo ach masuk duluan, entar kena semprot lagi gara-gara gangguin mereka berdua... ?'' ujar Dewi sambil menarik tangan Wulan meninggalkan Anastasya dan juga Erlan.


Erlan tersenyum mendengar celotehan kedua teman gadisnya, rupanya sang gadis sangat di terima oleh semua temannya di sekolah tersebut.


''Ya sudah aku masuk kedalam dulu ya kak?'' ucap Anastasya lalu mengambil tangan Erlan dan menciumnya.


''Iya, semangat belajarnya.'' pesan Erlan Anastasya mengangguk dan tersenyum.


''Assalamu'alaikum.'' ucap Anastasya sebelum meninggal kan pangeran nya di luar Gerbang sekolah.


''Waalaikum salam.'' jawab Erlan dan menstater motor sport nya menuju ketempat yang sudah ia rencanakan dari kemarin.


Sesampainya di dalam kelas, suasana di sana sudah riuh dengan kekonyolan Dewi dan juga Wulan.


Dia berghibah ria menceritakan Anastasya dan pangeran nya sewaktu ia bertemu di depan gerbang tadi sebelum masuk kelas, semua teman temannya tertawa melihat kekonyolan mereka berdua.


Bersambung.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


jangan bosen dengan karya receh Al-mahyra ya kak.


Dan jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya.

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•


__ADS_2