
Jam 11 siang bel pulang mulai berbunyi semua siswa siswi kelas 3 yang mengikuti ujian kelulusan pada berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing, setelah sang Guru berkata.
"Semoga kalian semua lulus dengan nilai yang memuaskan dan tidak mengecewakan orang tua kalian semua.'' ucap Pak Hasan di kelas A yang di tempati Anastasya, Mila,Ani dan kawan-kawan-nya
" Amiiin....? ucap semua murid hampir ber sama'an.
"Ya sudah kalau githu Bapak permisi dulu? Assalamu'alaikum.'' ucap Pak Hasan beranjak dari tempatnya dan berjalan keluar kelas.
" Waalaikum salam.'' jawab semua siswa dengan serempak dan semuanya mulai beranjak dari tempat duduk-nya masing-masing.
Anastasya,Mila dan juga Ani berjalan beriringan menuju ke Gerbang sekolah nya. dan mereka bertiga sudah di tunggu oleh Pak Dimas sang Guru yang mengajar di SLTP Terbuka di luar Gerbang sekolahnya.
" Gimana Ujian-nya?'' Tanyanya
"Alhamdulillah lancar Pak.'' jawab Mila
" Bagus! kalau githu, semoga kalian semua lulus dengan nilai yang terbaik ya.'' ucap Pak Dimas
"Amiiin ya Allah, makasih Pak do'a nya.'' ucap Ani, Anastasya dan juga Mila hampir bersamaan.
" Ya sudah yang ikut pulang bareng Bapak silahkan naik ke mobil.'' Ujar-nya menyuruh anak Santri untuk masuk ke mobil jemputan.
"Anas mau ikut pulang bareng Bapak juga.'' tanya pak Dimas namun Anastasya menggelengkan kepalanya dan berkata.
" Anas bareng Zein saja Pak, itu Zein sudah nungguin Anas di sana.'' ucap-nya menunjuk ke arah Zein yang sedang menunggu nya di jembatan.
"Och ya sudah kalau githu Bapak duluan ya?, Assalamu'alaikum.'' Ucap Pak Dimas dan bergegas masuk ke dalam mobilnya.
" Waalaikum salam.'' jawab Anas
"Anas gue duluan ya.'' ucaap Mila dari dalam mobil jemputan nya.
" Iya hati-hati di Jalan.'' ucap nya melambaikan tangannya membalas lambaian tangan Mila dan Ani.
Lalu Anastasya menghampiri Zein yang sudah menunggu nya di jembatan dari tadi.
__ADS_1
"Maaf ya Zein? sudah lama nungguin Anas.'' ujar Anastasya tersenyum
" Lumayan lama lah sampek keriputan nich gue, nunggu kamu lama banget keluarnya dari sekolah!, giliran sudah di luar sekolah malah enak-enakan ngobrol lagi.'' gerutu Zein sedangkan Anastasya hanya cengengesan menanggapi ocehan dari Zein.
"Ya maaf kali Zein? kan tadi Anas keluarnya belakangan. terus di ajak ngobrol sama Pak Dimas, masak Pak Dimas ngomong malah Anas tinggal pergi sich, kan nggak sopan thu nama-Nya.'' celoteh Anastasya panjang lebar dan Zein hanya bisa memanyunkan bibirnya.
" Sudahlah cepat naik, ngomong sama kamu percuma nggak bakalan bisa menang gue.'' ucap Zein sedikit kesal.
Anastasya nyengir kuda sembari naik ke sepeda ontel si Zein sang teman.
"Habis ini rencana nya mau kemana nich Anas.'' tanya Zein sambil mengayuh sepeda ontel nya.
" Paling cuma tiduran saja di rumah?karena belum tau juga mau kemana, lagian Anas juga nggak bakalan ikut kok Zein.'' ujar nya.
"Kenapa nggak mau ikut githu Anas, kan bisa berkumpul dengan teman-teman nya untuk yang terakhir kalinya githu.'' ucap Zein
" Ya …kalau mau bertemu mereka ya tinggal pergi ke pondok pesantren saja Zein, susah amat sich zein hidup thu di buat gampang jangan di buat susah.'' celetuk nya yang sudah menutup mulutnya dengan kedua tangan-Nya.
"Ya kali? kalau mereka masih ada di pondok pesantren, kalau mereka langsung berhenti dari ponpes nya gimana Anas?!'' ucap zein
" Kacang...Kacang! kacang nya mbak murah meriah hanya 2 ribuan saja.'' celoteh nya membuat Anastasya yang lagi ngelamun kaget dan memukul bahu Zein dengan keras.
"Apa'an sich lho Zein, ganggu orang lagi ngelamun saja.'' celetuk nya
" Auch…! sakit banget sich An?, tiap kali kamu ngelamun pasti bahu aku yang jadi korbannya, pasti selalu begini tiap kali lagi sama kamu An, kamu yang salah?malah bahu mulus aku yang selalu kena gampar, ini bisa masuk pasal penganiaya'an.'' ucap Zein yang memegang bahu kanan nya yang sakit.
"Dengan UU berapa.'' tanya Anastasya.
" Dengan UUD ( Undang-undang Dasar).'' ucap Zein di sertai dengan tawanya.
"Dasar..! kamu Zein sok sok'an ngomongin pasal, tapi malah jadi UUD.'' gumam Anastasya menepuk keningnya🤦♀️🤦♀️.
" Ya biarin saja, lagian suka suka aku juga dong...? weekkkk...?!'' Zein memeletkan lidahnya pada Anastasya.
" Lama-lama kamu nyebelin juga ya Zein, bikin kesal saja kamu thu.'' ucap Anastasya ketus karena saking kesalnya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gituu turunin aku disini saja!'' ucapnya lagi masih dalam keadaan nggak mood.
" Emang nya mau di turunin di mana lagi sich Anas.'' tanya Zein yang mengerti pada sang temannya.
" Apa mau di turunkan di rumah aku saja.'' ucap-nya lagi.
"Ya turunin di rumah aku lah Zein? ngapain juga aku harus turun di rumah kamu.''ucap-nya yang masih belum melihat ke sekelilingnya.
" Lha kan udah sampek di rumah kamu Anas...? ini sudah di halaman rumah kamu dari tadi! gimana sich kamu Anas, bikin bingung orang saja.'' ucap Zein tak mengerti pada sang teman.
"Och sudah sampai ya? kirain masih di jalan?'' gumamnya cengengesan.
" Dah dari tadi kali sampek nya, lagian kamu ngelamun terus kerjaan nya.'' kata Zein kesal.
Anastasya hanya garuk-garuk kepala-nya yang tak gatal dan berucap.
" Makasih ya Zein? sudah nganter aku kerumah. temen ku ini baik banget sich.'' puji nya dan di susul dengan senyuman.
"Aku tau mau di puji puji, walaupun dapat pujian bahuku juga yang jadi sasarannya.'' Gumam Zein.
''Ya sudah kalau githu gue pulang dulu! lho masuk sana entar ada yang bawa kabur lho lagi, gue juga kan yang repot.'' ucap Zein cekikikan, diapun langsung mengayuh sepeda ontel nya, sebelum jadi sasaran Anastasya lagi.
" Rese' banget lho Zein.'' ucap-nya sambil melempar sepatu nya ke arah, namun Zein sudah kabur duluan.
Anastasya menghentakkan kakinya saking kesalnya pada Zein sang teman.''
👉👉👉👉👉
Terimakasih yang sudah dukung karya receh Al-mahyra.
Jangan lupa like, komen dan votenya kakak.
Dan kalau tak keberatan kasih bintang⭐ dan hati-Nya❤ kk🤭🤭🙏🙏
Makasih🙏🙏🙏
__ADS_1