
''Ayo cepat di makan, maaf kalau rasanya tidak enak ya, maklum lah yang masak wong deso kakak sekalian,'' Ucap Putri pada semua nya.
Satu persatu para pegawai Dani mengambil makanan yang di masak oleh Putri. Semua nya pada diam tanpa suara hanya dentingan sendok yang terdengar.
Ting-ting-ting.
Putri harap harap cemas, takutnya makanan yang ia masak tidaklah enak, namun setelah di lihat lagi swmua yang di masak tadi kini sudah habis berpindah pada perut semua nya.
''Nggak nyangka, ternyata Putri jago masak juga ya,'' bisik koki di sana.
''Iya, aku juga nggak nyangka, masakan nya enak banget, walau Putri bilang makanan kampung. Namun rasanya mantap kan,'' sambung yang lain.
''Pak Zein sekarang nggak makan di warung lagi dong, kalau ada yang masakin setiap hari,'' tanya pegawai Dani.
''Iya, Alhamdulillah sudah nggak makan di warung lagi, lebih enak masakan Putri dari pada di warung,''
''Iya kan Putri, murah lagi?'' cakap Zein.
''Apa sich Zein, kita kita patungan uang belanja nya, bukannya beli sama Putri,'' Gumam Putri cemberut.
''Enak tu Pak Zein, coba kalau aku dekat sama Putri juga, pasti aku seneng deng di masakin Putri tiap hari,'' Ujar pegawai yang di sebut barista, soalnya pekerjaan dia hanya membuat minuman doang.
Dani tersenyum miring, layaknya menemukan sesuatu pada diri Putri.
''Putri, gimana masakan kamu kita masukin ke daftar menu saja,'' tanya Dani tiba-tiba.
Putri kaget, karena nggak nyangka kalau masakan nya akan di rekomendasi kan ke daftar menu.
''Jangan lah Bang, siapa yang mau beli masakan kampung kayak githu?'' jawab Putri.
''Kalau nggak di coba, siapa yang tau laku dan nggak lakunya, iya kan semuanya?'' Ucap Dani meminta dukungan pada para pegawai nya.
''Bener Bos, masukin saja pasti laku dech. Biar aku yang promosikan besok,'' tutur pegawai yang satunya.
''Thu denger, yang lain saja setuju kalau di masukkan ke dalam daftar menu,'' sahut Dani tersenyum.
''Tau gini, aku nggak masak tadi.'' Gumam Putri pelan.
''Jahat banget sich kamu Putri,'' sahut Nina cemberut.
Putri hanya nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Zein hanya menjadi pendengar yang baik untuk mereka semua, karena Zein juga setuju masakan Putri di masukkan ke buku menu Workshop Dani.
''Lain kali ganti nama saja Dan!'' cakap Zein yang kini semua nya memandang ke arah Zein.
''Maksud kamu apa Zein dengan ganti nama,'' Tanya Dani penasaran dengan ide ganti nama.
''Ya di ganti, jangan Workshop Dani melainkan Cafe Dani,'' Jelasnya.
__ADS_1
Dani mengangguk pelan seraya berkata, ''Benar yang lho bilang Zein,'' ucap Dani membenarkan perkataan Zein teman baiknya.
Dan sekarang dia membawa gadis cantik yang multi talent, bisa semuanya dengan usia muda nya, dia sudah melewati hal hal yang sangat rumit untuk di lalui dengan sendiri.
''Beneran ya Putri, aku masukin di daftar menu masakan kamu boleh kan?'' tanya Dani pelan.
''Aku ijin dulu dech Bang?'' jawab Putri ragu ragu.
''Ijin sama siapa?'' Tanya Nina penasaran.
''Erlan pasti ngizinin kok Putri!'' Ucap Zein.
''Erlan,'' Gumam yang lainnya.
''Erlan itu tunangan Putri, jadi mulai sekarang jangan ada yang salah paham lagi sama Putri, Oke,'' jelas Zein.
''Kalau ada yang bilang Putri cewek penggoda itu salah besar, karena setau aku, Putri tak pernah mencoba menggoda cowok, melainkan cowok itu sendiri yang ngejar ngejar Putri.'' Ucap Zein menjelaskan pada semua pegawai Dani ya ada di sana.
''Aku lebih tau Putri, karena aku dan Putri tumbuh bersama, sejak kecil kami bersama, tapi sejak saat itu kita berjauhan tapi sampai sekarang kita Sohib kan ya Putri.''Ucap Zein.
Putri menatap tajam pada Zein karena menceritakan semuanya pada orang orang.
''Nggak nyangka ya, ternyata Putri sudah memiliki tunangan, kalah telak doy aku kalau githu,'' Gumam Barista tersebut.
Nina menonyor kepala seorang Barista yang berbicara asal.
''Patah hati lah Nina, tapi jangan khawatir masih banyak cewek di luaran sana,'' Gumamnya.
Dret dret dret.
Ponsel Putri bergetar, Putri bergegas mengambil ponsel nya yang di letakkan di ats meja
''Kak Erlan,'' Gumam Putri pelan.
''Ciapa Putri,'' Tanya Zein penasaran karena Putri tak langsung menerima panggilan tersebut.
''Kak Erlan Zein?''
''Ya sudah angkat saja, terus bilang kalau kamu mau menjadi Koki,'' cakap Zein dalam bercanda nya.
''Koki, Koki apa'an sich Zein,''
Putri lantas menerima panggilan video call dari kekasih hati nya.
-''Hallo, Assalamu'alaikum,'' Ucap Putri setelah menggeser layar ponsel nya.
-''Waalaikum salam, lama sich sayang?'' jawab Erlan sekaligus bertanya pada gadis kecilnya.
Putri hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya, sambil memelintir jilbab yang ia kenakan.
__ADS_1
-''Sayang? kok nggak jawab Kakak sich,'' Tanya Erlan lagi.
-''Maaf kak, tadi Putri lagi sibuk, iya lagi sibuk.'' Ucapnya mencari alasan.
-''Di sana rame banget, lagi di mana sich sayang?'' Tanya nya lagi.
-''Putri lagi di Workshop,''
-''Workshop,'' kata Erlan mengernyitkan dahinya.
-''Iya, di Workshop Bang Dani kak, tempat Putri bekerja,'' Gumam nya merasa bersalah karena belum minta ijin pada laki-laki nya.
-''Adek nggak lupa kan,'' ujar Zein.
-''Iya kak, Putri lupa minta ijin, maafin Putri ya?'' Ucapnya sedih.
-''Hey, kenapa sedih githu sich sayang,''
Sedangkan yang lain menatap Putri yang sedang mengobrol dengan pujaan hatinya.
Putri tersenyum pada orang orang yang sedang menatap nya.
Agar Putri tak merasa bersalah banget pada Erlan, Putri memperlihatkan semua orang yang sedang menatap nya.
''Hay kak Nina,'' Ucap Putri menyoroti Nina sambil menyapa nya.
Erlan menyapa Nina juga.
-''Hallo kak Nina,'' kata Erlan melambaikan tangannya.
-''Hallo juga Erlan,'' balas Nina sambil melambaikan tangannya juga.
Setelah semuanya sudah kini tinggal giliran Zein dan juga Dani.
Zein yang menerima ponsel nya dari Putri hanya bingung harus berkata apa pada Erlan, karena Erlan dan juga Zein tak begitu akrab sejak dia masih sama-sama berada di sekolah dasar (SD).
''Ngomong saja,'' tukas Putri pada sahabat kecilnya.
''Mau ngomong apa,'' Bisik Zein.
''Ngomong pa saja, yang penting ngomong dari pada diem bae,'' celetuk Putri.
-''Zein dan Abang Dani ya,'' tutur Erlan memulai pembicaraan nya.
-''Iya,'' jawab keduanya yang hampir berbarengan.
''Aku titip Putri ya, tolong jagain dia untuk ku, maaf kalau merepotkan kalian berdua, tapi aku mohon kalian jagain Putri gadis kecil ku,'' Ucapt Erlan setengah memohon.
BERSAMBUNG
__ADS_1