Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
bab 27


__ADS_3

Terima kasih buat yang sudah dukung karya receh Al-mahyra.


Maaf kalau Kata-kata nya membosankan.


masih pemula dan masih banyak belajar lagi.


makasich semuanya🙏🙏🙏


...🍄🍄🍄🍄🍄...


Seperti biasa Zein mengayuh sepeda ontel nya menuju ke sekolah nya.


Sedangkan Anastasya hanya duduk santai di atas sepeda nya Zein, karena Anastasya hanya di bonceng oleh Zein.


(yah pantas lah hanya duduk santai saja)🤦‍♀️🤦‍♀️


Tak lama kemudian mereka berdua sampai di sekolah, dan kedatangan Anastasya di sambut oleh Fera, Sisil dan juga Naura di gerbang sekolah dengan tatapan sinis nya.


"Ech …si cebol dateng tuh!'' kata Fera menunjuk ke arah Anastasya.


Sedangkan Zein berjalan membawa sepeda ontel nya ke parkiran yang ada di belakang gedung sekolah.


" Kayaknya si cebol lagi seneng banget tuh! lagi menang lotre kali ya.'' celetuk Naura melipat tangan ke dadanya.


Fera dan sisil langsung tertawa, dan tiba-tiba Zein berkata.


"Pagi-pagi sudah menghina orang saja kamu tu Ra.'' ucap Zein yang tepat ada di belakang Naura Cs.


"Ech…! sang pangeran sudah dateng tuh makanya langsung membela sang ratu.'' celetuk si Fera.


''Hahaha..... ! pangeran kodok.'' ujar Sisil. mereka bertiga pada tertawa riang.


"Kalau lho ngomong mbok ya di saring napa! emang lho lho pada nggak bisa ya kalau ngomong thu di pikir dulu, coba kalau ngomong pakek hati dan juga perasa'an nya, coba saja kalau ini semua terjadi sama kalian semua, lho di bully tiap hari, dan lho selalu di katain kayak githu gimana perasa'an lho Fera.'' Ucap Zein panjang lebar dan langsung mendapatkan plototan dari Anastasya.


" Emang bener kok Anas, mereka bertiga iblish berwujud manusia, tiap hari kerja'annya hanya mencela orang saja. kayak mereka semua sudah yang paling bener saja.'' celetuk Zein panjang lebar


"Zein? nggak boleh ngomong kayak githu, biarlah mereka ngomong apa saja toh …?Anas sudah tidak peduli dengan semua itu kok Zein.'' ucap Anastasya lembut sambil tersenyum pada Zein.

__ADS_1


" Ayo ke kelas.'' ajak Anastasya pada Zein agar Zein tidak meladeni perkataan Fera, Naura dan juga Sisil.


Zein menggandeng tangan Anastasya menuju kelas di mana Anastasya duduk.


"Ya sudah kamu ke Kelas-nya gich.'' usir Anastasya pada Zein karena melihat sang teman malah duduk di sampingnya.


" Lho ngusir gue Anas.'' ucap zein melotot


" Nggak bukan nya Anas mau ngusir githu? tapi tempat duduk kamu bukan di sini Zein.'' ucap Anastasya lembut.


"Entar gue ke kelas kalau temen lho sudah datang! kalau lho di tinggal sendirian entar malah di hampiri mak Lampir lagi ke sini.'' ucap Zein ketus sambil menoleh keluar kelasnya.


Dan tak lama kemudian teman-teman Anastasya sudah tiba dan mereka mulai menduduki tempat duduk nya masing-masing.


" Assalamu'alaikum.'' sapa Ani dan juga Mila yang masuk kelas paling belakangan.


" Nich yang di omongin barusan sudah pada nongol, gue jadi tenang sekarang.'' ucap Zein beranjak dari tempat yang di dudukinya.


" Emang kalian ngomongin kami kenapa Zein, Anas?'' tanya Mila penasaran


" Nggak Kenapa-napa kok Mil.'' ucap Anastasya gugup.


Mila dan Ani pun bingung karena tak tau yang di panggil Mak Lampir oleh Zein ithu siapa.


Mila menggerakkan kepala-nya kepada Ani, sedangkan Ani malah mengangkat bahunya.


"Gue ke kelas dulu ya, bye…bye semua.'' ucap Zein melangkah pergi dari kelas B yang di tempati Anastasya ujian.


Benar saja setelah Zein keluar dari kelas B, Fera, Naura dan juga Sisil menghampiri Anastasya di tempat duduk nya.


Mila dan Ani sudah memasang badan untuk menjauhkan Anastasya dari mereka ber 3.


" Jadi mak Lampir nya mereka toh Mil!'' tanya Ani pada Mila sang teman.


" Iya An gue baru ngeh perkata'an Zein barusan.'' jawab nya


"Ech… lho ber 2 jangan sok jadi pahlawan dech.'' ucap Sisil ketus.

__ADS_1


" Ich… siapa juga yang mau jadi Pahlawan, lho kali yang mau jadi pahlawan nya si Fera nich.'' Ani menonyor kepala Sisil, yang emang sengaja Sisil mendekatkan kepala-nya ke muka Ani.


"kurang ajar banget lho ya!'' omel Sisil.


" Yang kurang ajar thu kamu, kamu yang ngedeketin muka aku, sory wory gue masih waras nggak suka sama sesama jenis kayak lho- lho pada, ngerti lho semua.'' ucap Ani tak kalah ketus dan menunjuk ke arah Fera Cs.


"Mau apa lagi sich kamu Fera dan teman-teman mu ke kelas ini.'' tanya Anastasya memberanikan diri.


"Ech…!! ini sekolahan gue, jadi gue bebas mau ke mana saja, lho semua yang numpang di sini.'' teriak Fera


" Emang sekolah ini, Bapak lho yang bangun githu.'' tanya Reza yang sedari tadi hanya jadi penonton.


"Tau nich cewek Jadi-jadian bertiga, nggak cantik saja banyak ulah, mending cantik non banyak ulah, wajah pas-pasan doang tingkah nya Masya Allah", ucap Toto teman sekelas Anastasya.


" Ich…amit-amit dech gue punya cewek kayak lho bertiga.'' imbuhnya lagi.


Fera kesal karena di Kata-kata'in teman Anastasya. dan tiba-tiba Pak Hasan masuk ke kelas B.


"Fera dan Naura kenapa kalian ada di kelas ini.'' tanya Pak Hasan


" Mau bertemu Sisil pak.'' jawab Fera gugup.


"Cepat kembali ke kelasmu sekarang!, di sana sudah ada Guru pengawasnya.'' kata Pak Hasan sambil membagikan kertas Ujiannya.


" Kan belum bel masuk Pak.'' seru Naura.


"Sudah nggak cantik budek lagi.'' ucap Toto menimpali.


" Kalau belum bel ngapain saya berada di sini Fera, Naura!'' kata sang Guru yang mulai kesal.


Fera menghentakkan kakinya berjalan keluar kelas B, sedangkan di dalam kelas pada tertawa mentertawakan kelakuan Fera dan teman-teman nya.


👉👉👉👉


makasih yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.


jangan lupa like komen dan votenya kk.

__ADS_1


makasih 🙏🙏


__ADS_2