
''Mama masih marah ya sama papa?'' tanya Pak Aries karena melihat sang istri beranjak pergi.
''Mama nggak marah kok Pah?'' Bu Widya menoleh dan tersenyum sejenak, lalu ia menatap suaminya yang sedikit menghawatirkan nya. Bu Widya berkata dengan sangat lembut pada Pak Aries. ''Katanya Papa mau teh hangat, ya Mama harus pergi ke dapur lah untuk bikin tehnya,'' lanjut Bu Widya menggelengkan kepalanya pelan.
''Och...? Kira'in Mama marah sama Papa,'' sahut Pak Aries pelan.
''Kakak mau teh juga,'' tanya Bu Widya pada putera sulung nya.
''Daniel coklat panas saja Ma, dan jangan lupa bawa camilan nya juga ya Ma?'' Ujar Daniel manja, karena sebenarnya Daniel adalah laki-laki yang bisa manja pada seseorang yang ia sayangi, terutama pada sang Mama dan juga Sandra adek perempuan nya. Sedangkan kepada Putri Daniel hanya bersikap hangat, dan mengajak Putri berbicara banyak, Kadang-kala Daniel juga bersenda gurau dengan Putri yang emang bawel dan juga cerewet, namun Kecerewetan Putri hanya sebatas mengingat kan Daniel kakak angkat nya itu. Putri selalu mengingat kan agar Daniel tidak pernah telat makan, atau juga makan makanan yang terlalu pedas, atau juga yang lainnya? yang bisa membuat lambung Daniel kambuh. Tapi?Daniel sangat senang di perhatikan oleh Putri adek angkat nya, karena sejak ada Putri di dalam keluarga nya, rumah besar keluarga Aditama berubah menjadi terasa hidup dengan gelak tawa dan kelakuan kelakuan konyol yang ia bawa ke rumah besar tersebut.
''Kehadiran Putri emang membawa hoki pada keluarga ini sekarang, buktinya Mama dan juga Sandra mau memakai pakaian yang menutupi aurat-nya, walaupun itu hanya untuk saat ini saja, tapi aku sudah sangat bahagia melihat senyuman Papa? yang begitu manis saat melihat Mama dengan penampilan nya sekarang, semoga keluarga ini selalu di berkahi dengan kebahagiaan, dan juga selalu mendapatkan Rahmat serta mukjizat yang akan membawa keluarga kita ke jalan yang benar, dan menuju Jannah mu ya Allah??'' Ucap Daniel dalam hatinya, yang mendo'akan Mama beserta adek perempuan nya selalu memakai pakaian yang menutup aurat. Ya karena Daniel melihat Mama dan juga Sandra keluar dari dalam mobil, dengan rasa bahagia dan juga senyum yang terus mengembang di bibir yang berwarna pink pink, karena polesan dari lipstik nya.
''Nich Kak? coklat panasnya, dan ini buat Papa suami Mama yang paling tampan sedunia, tapi itu menurut Mama sich?'' kata Bu Widya yang langsung meralat ucapan nya sendiri.
''Gantengan juga Daniel Ma,'' sambung nya membuaungkan dada nya.
''Iya ganteng, tapi nggak ada perempuan yang mau sama kamu, karena sifat mu yang terlalu cuek bebek pada setiap perempuan yang Papa kenalkan pada kamu,'' balas Pak Aries mencebikkan bibir nya.
__ADS_1
''Bukan nya nggak ada yang mau kali Pa? tapi Daniel saja yang selalu menolak mereka, karena Daniel belum menemukan gadis yang cocok saja dengan kepribadian Daniel,'' jawab-nya dengan santai.
''Emang kamu mau memilih perempuan seperti apa sich kak?'' tanya Bu Widya sang Mama yang juga ikutan nimbrung obrolan para lelaki di depan nya.
''Daniel nggak muluk-muluk kok Mah, Daniel hanya ingin gadis yang mengerti sifat Daniel, dan Daniel pengen mendapatkan gadis yang berjilbab, mengerti Agama juga, karena Daniel ingin belajar lebih tentang Agama Ma,'' Ucap Daniel panjang lebar, beserta memberi tahukan keinginan nya kepada Mama dan juga Papa nya.
Pak Aries nampak tersenyum mendengar penuturan putera-nya, Pak Aries menepuk punggung putera-nya dengan pelan seraya berkata, ''Papa dukung keinginan kamu nak, keinginan yang ingin memiliki seorang istri yang bisa membawa kita ke jalan surganya Allah, Papa sangat mendukung itu,'' Ucap Pak Aries yang masih menepuk-nepuk punggung Daniel putera-nya.
''Mama juga dukung kamu sayang? semoga Allah mendengar apa yang kamu do'akan, dan dengan segera mendatangkan gadis tersebut ke tengah-tengah rumah besar kita ini,'' kata Bu Widya tersenyum. ''Karena Mama sudah ingin menimang cucu dari kamu?'' lanjut nya lagi.
''Do'a kan saja ya Ma? karena do'a Mama adalah Ridho buat Daniel, dan kalau soal urusan menimang cucu? sebentar lagi kan Putri lahiran, jadi otomatis Mama akan menjadi seorang Oma,'' jawab Daniel mengingatkan sang Mama.
Daniel hanya menghela nafas panjang nya mendengar perminta'an dari Mama nya. ''Calon juga belum ada sudah ngomongin cucu segala!'' sambung Sandra yang sudah berganti baju, dan tiba-tiba ikutan nimbrung obrolan dari orang tuanya dan juga kakak nya.
''Apa sich dek? nimbrung aja kamu tuh, sudah malam seharusnya anak kecil tidur di kamar nya, dan bukan malah datang kemari, ini urusan orang dewasa tau?'' celetuk Daniel yang membuat Sandra cemberut dan menggembung kan pipi tembem nya.
''Kak Daniel apa'an sich? kan Sandra sudah dewasa masih saja di panggil anak kecil, kayak Siva saja yang selalu bilang 'jangan panggil anak kecil paman, namaku Siva', Sandra kan bukan Siva kali kak...??'' Ucap Sandra dan melipat kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
''Hahaha....'' Pecah sudah tawa Bu Widya, Pak Aries dan juga Daniel sang kakak, mendengar celotehan puteri dan adek nya Sandra.
Sandra yang di ketawain hanya melengos saat melewati mereka bertiga, Bu Widya yang melihat puteri nya ngambek bertanya ketika Sandra melangkah pergi. ''Adek mau kemana?'' tanya Bu Widya yang melihat Sandra ingin masuk ke dapur.
''Mancing!'' jawab Sandra asal. Sambil terus melangkah kan kakinya masuk ke dapur.
''Kalau mau mancing di sono tuh, di empang Hj. Usman?'' teriak Daniel agar sang adek mendengar ucapan nya.
''Ngapain mancing di empang Hj. Usman, di sana nggak ada ikannya? yang ada hanya bau amis doang, lebih enak mancing di sini, sudah bersih dan tidak bau juga!'' Sahut Sandra dengan enteng nya.
''Sableng ni bocah?!'' kata Daniel menghampiri sang adek di dapur yang sedang merebua mie instan.
''Jangan lupa kasih saos juga dan cepetan, Bisa Inem kalau kerja sukanya lelet!'' kata Daniel menyindir sang adek.
Tuk... Tiba-tiba Sandra menggetok kepala sang kakak seraya berceloteh, Di kira gue pembokat lho apa, gue ini adek lho Bang?! pekik Sandra sambil melotot pada Daniel kakak nya.
Daniel masih mengelus kepalanya yang habis kena getok adek nya, ''Bilang bilang kek kalau mau getok,'' sarkas nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG