Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 164


__ADS_3

''Ngapain sich lho kak, ngelamun githu? oiya kak, Khumairoh cantik ya. Baik, ramah dan santun juga, kayak nya cocok dech sama kak Daniel yang super dingin ini,'' Ucap kak Bryan, tuan Daniel sendiri hanya mengangkat satu alisnya ke atas, seraya mencerna setiap perkataan yang adiknya ucapkan barusan.


''Sudah puas ngocehnya! kalau sudah cepat keluar dari ruangan ku sekarang juga,'' usir tuan Daniel pada sang adik yang masih tetap duduk santai di tempatnya.


Kak Bryan yang menggubris setiap ucapan kakak nya barusan, dia hanya menatap nya saja dan tak menghiraukan nya, kak Bryan dengan tenang nya menghadapi sikap dingin sang kakak, yang sudah faham atas sikap nya selama ini.


''Kak? kalau aku boleh ngasih saran? lebih baik kakak rubah sifat kakak sedikit, agar wanita yang mencoba mendekati kakak tidak takut dan kabur begitu saja,'' cetus kak Bryan asal.


Tuan Daniel hanya mendengar dan tak merespon setiap ucapan kak Bryan, ''Cepat pergi dari ruangan ku sekarang? atau aku panggil ke amanan sekarang,'' jawab nya ketika sudah lelah dengan ocehan ocehan sang adik yang membuatnya geram.


Kak Bryan keluar dengan kekehan ledekan pada sang kakak, ''Kalau kakak sok jual mahal bakalan jadi perjaka tua lho!'' ledek nya. Tuan Daniel melemparkan bolpoin yang ia pegang, namun lemparan nya meleset karena keburu pintu ruangan nya di tutup sama kak Bryan.


Tuan Daniel menjambak kasar rambut nya, dia merasa sangat kesal dengan ucapan ucapan yang adik nya lontarkan barusan, sampai akhir nya suara ketukan terdengar.


Tok tok tok


''Apa lagi!!'' teriak tuan Daniel dari dalam ruangan nya.


''Maaf tuan? kalau saya mengganggu?'' jawab Khumairoh yang tidak jadi untuk memasuki ruangan CEO nya.


'Aku kan baru kali ini mengetuk pintu? kenapa dia sensi gitu sich,' Gumam Khumairoh membalikkan badan nya dan akan kembali ke ruangan nya. Namun langkah nya terhenti ketika ada suara di belakang nya.


''Ada perlu apa ke ruangan saya,'' tanya tuan Daniel dingin, seraya memasukkan satu tangannya ke saku celana nya.


Khumairoh membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah CEO di perusahaan yang sedang bertanya padanya. ''Maaf tuan? saya ingin mengantarkan berkas ini, dan maaf kalau saya sudah mengganggu waktu tuan muda,'' jawab Khumairoh membungkuk kan badan nya.


''Masuk lah!'' titah tuan Daniel yang di angguki oleh Khumairoh, dia mengikuti langkah CEO nya dari belakang, dan meletakkan berkas yang sedari tadi ia pegang di tangannya.

__ADS_1


Tuan Daniel memeriksa berkas yang di bawa Khumairoh, dia nampak mengerutkan kening nya dan tak lama kemudian di berkata. ''Ada yang salah dengan berkas ini! saya harap kamu mengecek ulang sebelum memberikan berkas ini padaku,'' Ucap Tuan Daniel tegas dan menaruh berkas kembali ke atas meja.


''Baik tuan? kalau begitu saya undur diri untuk merekap ulang berkas ini tuan?'' Ujar Khumairoh seraya memundurkan diri, setelah hampir sampai di pintu diapun berbalik badan dan tangannya membuka handle pintu, dengan jurus Naruto nya Khumairoh segera menghilang setelah membuka pintu, dia berlari menuju ke lift dengan berlari, di tekan nya tombol lift agar pintu lift terbuka dengan cepat. ''Ayo dong? lama banget terbukanya sich,'' gerutu Khumairoh yang sedari tadi selalu menengok ke belakang.


''Seram banget tuan Daniel! ini kan bukan aku yang mengerjakan, tapi kenapa malah aku yang di suruh benerin nie berkas sich!'' gerutu Khumairoh di saat sudah berada di dalam lift.


... *-*-*-*-*-*-*-*...


Azzam dan Azzura sudah mulai bisa mengoceh, membuat hari hari Putri sebagai Ibu muda menjadi semakin berwarna, hari ini Bu Widya mendatangi kediaman Putri untuk mengajak mereka bertiga untuk jalan jalan bersama.


''Assalamu'alaikum,'' Ucap Bu Widya menyapa si kembar yang sudah siap dengan baju lucunya, sedangkan Azzura memakai gamis yang menambah kelucuan nya, pipi tembem nya membuat semua orang tak bisa melupakan nya.


''Waalaikum salam nenek?'' jawab Putri menirukan suara anak kecil.


''Kak Sandra kemana Bun?'' tanya Putri yang sudah sebulan ini memanggil Bu Widya dengan sebutan Bunda.


''Alhamdulillah? akhirnya kakak ku yang jomblo laku juga,'' gumam Putri yang tak sengaja di dengar langsung oleh orang nya.


''Siapa yang nggak laku, aku jomblo karena pilihan bukannya nggak laku,'' sarkas kak Sandra, lalu dia langsung mendudukkan diri di sofa panjang.


''Iya iya, Putri cuma salah ngomong saja kok,'' Ucap Putri meralat ucapan nya.


''Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang? nanti kesiangan lagi, kan kasian si kembar kepanasan,'' ajak Bu Widya yang masih menggendong Azzura.


Kak Sandra menggendong baby Azzam, sedangkan aku mendorong kereta bayi nya dan perlengkapan lainnya. Mereka pergi jalan jalan hanya untuk refresing dan bakalan mencari baju baju si kembar juga di Mall.


Putri memasukkan kereta bayi di bagasi mobil yang akan ia kendarai saat ini, Pak Joe membantu Putri mengangkat kereta dorong tadi.

__ADS_1


Bu Widya sengaja membawa sopir pribadinya karena Bu Widya ataupun kak Sandra ingin menggendong si kembar di dalam mobil, Putri hanya sesekali melihat ke arah mereka melalui kaca spion yang ada di atas kemudi.


''Bun? nanti setelah pulang dari Mall kita mampir di taman kota, sudah lama Putri tak main ke sana,'' Ucap Putri.


''Baiklah, nanti kita mampir. Tapi kalau sudah nggak panas lagi ya, kalau panas panas kita ke taman? kasian si kembar,'' balas Bu Widya.


''Baiklah,''


Kak Sandra malah asik bercanda dengan Azzam, sesekali Azzam tertawa ria, dan Di susul kekehan renyah dari kak Sandra.


''Putri, sekarang Azzam pinter banget ya, kalau di ajak ngomong dia merespon kita dengan celotehan dan senyuman nya.


''Iya kak? nggak nyangka perkembangan si kembar begitu cepat, dia juga sangat aktif sekarang. Bahkan dia sudah mulai tengkurap juga lho Bun, bikin Putri jantungan pertama lihat mereka tengkurap?'' jelas Putri.


''Och? kalian sekarang mulai nakal ya sayang? umur kalian berapa sekarang kok sudah tengkurap githu, uluh uluh uluh?'' kata kak Sandra memainkan pipi tembem Azzam.


''Adekk? jangan di gituin dong, nanti dianya nangis lagi,'' Bu Widya memukul pelan tangan kak Sandra.


''Ich...! apa sich Ma? Azzam tertawa kok, lihat saja sendiri?!'' balas Kak Sandra menunjuk Azzam yang sedang terkekeh.


Putri hanya menggeleng gelengkan kepala nya pelan. Putri sangat bersyukur karena masih banyak orang yang menyayangi dia, walau keluarga nya sendiri sudah lama balik ke kampung, karena pekerjaan mereka masing-masing yang tak bisa lama lama ia tinggalkan.


BERSAMBUNG


Mungkin kisah Tuan Daniel dan Khumairoh akan di buat novel sendiri, jadi tidak campur di novel ini.


Terima kasih, buat yang selalu support karya receh ku iniπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2