
Putri memeluk kedua sahabat nya dengan erat, dia meminta maaf karena dia sudah keterlaluan sama mereka berdua.
''Maafin Putri ya.'' ucap Putri pada kedua sahabat nya dan mulai sesenggukan.
''Heyyy!! kenapa menangis, kita tidak apa apa kok, harusnya kita kita yang minta maaf sama Putri.'' seru Dewi melepas pelukan Putri dan menghapus air matanya, yang mengalir di kedua pipi Putri.
''Hahaha.'' Wulan tertawa dan berkata.
''Nggak usah cengeng kayak gini lah Sob, kita yang terlalu ja'im sama kamu.'' Seru Wulan mengelus punggung Putri.
''Sudah sudah, acara nangisnya? kita di sini mau liburan, bukan kontes air mata.'' Ujar Reyhan ambigu, karena dia juga nggak tau harus berkata apa, untuk menghentikan kekonyolan teman ceweknya.
Wulan menjitak kepala Reyhan pelan, karena dia asal berbicara.
''Bisa diam nggak kamu Han! kalau nggak mau diam, balik sanah ngumpul sama yang lain.'' protes Wulan mengusir Reyhan agar berkumpul dengan semua teman temannya.
''Kan? aku lagi yang salah, ayo Bro jalan berdua saja, biarin cewek cewek jalan sendiri.'' ucap Reyhan pada Davin.
''Kak Erlan juga boleh bareng kita.'' ujar Reyhan pada tunangan Putri.
Erlan menggeleng kan kepalanya, tanda tidak setuju dengan ucapan Reyhan teman sang gadis.
Putri menoleh kebelakang, melihat sang pangeran yang lagi melipat kedua tangan di dadanya.
''Pergi sekarang.'' Tanya Erlan pada Putri gadisnya.
Putri mengangguk pelan, dan berujar pada kedua sahabatnya.
''Putri kesana dulu ya, atau kalian juga mau ikut Putri kesana.'' Tanya Putri pada Wulan dan juga Dewi.
Wulan dan Dewi menoleh ke arah Davin dan Reyhan, sedangkan yang di pandang menghindari pandangan tersebut.
''Aku dan Dewi masih mau meneruskan mandi lagi Putri, kalian berdua saja lah yang kesana, kita tunggu kamu dan kak Erlan beli apa untuk kita.'' celetuk Wulan yang langsung dapat cubitan kecil di lengannya.
''Ya sudah kalian jalan jalan dulu sanah, puas puasin jalan berdua, kita nggak bakalan gangguin kamu lagi kok.'' kata Dewi pada sang sahabat.
Putri mengangguk dan undur diri pada mereka ber empat.
Putri melambaikan tangannya pada teman dan juga sahabatnya.
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*
__ADS_1
Di tempat lain Aldy sedang menemani istrinya yang mau memeriksakan kandungan nya ke Dokter Spog.
Dengan telatennya Aldy menemani sang istri walau ia kadang nyebelin, namun Aldy selalu berfikir kalau itu semua bawaan dari sang jabang bayi.
Sebelum di panggil masuk kedalam, Aldy menyempatkan menelvon sang Adik yang lagi liburan di pantai, bersama sang kekasih.
Dret... drett...
Ponsel Putri bergetar, dilihat nya ID pemanggil yang ternyata adalah sang Abang.
-''Halo, Assalamu'alaikum.'' ucap putri dari seberang.
-''Waalaikum salam Dek?'' jawab Aldy dengan nada senang.
''Ada apa Mas, tumben nelfon Putri.'' tanya Putri pada sang Abang, karena setelah Aldy menikah, dia ikut ke rumah sang istri, jadi tak pernah bertemu lagi dengan sang Adik yang ia kangenin.
-''Adek! Mas punya kabar bahagia.'' seru Aldy dari seberang dengan mata berbinar.
-''Kabar apa Mas?!'' tanya Putri penasaran.
-''Istri Mas hamil Dek?'' Ujar Aldy dengan nada penuh kegembiraan, karena ini yang di tunggu oleh Aldy, menikah 3 tahun lamanya dengan sang Istri dan baru sekarang di kasih kepercaya'an oleh yang maha Kuasa.
Erlan mengangkat dagunya, Putri yang melihat Erlan langsung memberitahu nya.
-''Mas Aldy bakalan jadi Ayah kak, istrinya hamil sekarang?'' seru Putri dan memeluk nya, Erlan turut senang mendengar berita ini, sungguh berita yang amat di tunggu tunggu oleh pasangan yang sudah lama menunggu kehadirannya.
-''Wach... ? selamat ya mas.'' ucap Erlan pada sang kakak ipar.
-''Makasich ya Dek? sudah dulu ya, Mas dan mbaknya sudah di panggil dokter nich, Assalamu'alaikum.'' ucap Erlan menutup ponselnya, setelah Putri menjawab salamnya.
Erlan dan juga Siska mengikuti sang suster masuk ke dalam ruangan, mereka berdua sudah tak sabar mendengar berita baik ini dari dokter Spog.
Siska membaringkan diri di bangsal di bantu sang suster, suster membuka baju Siska namun sebelum nya sudah meminta maaf. ''Maaf ya Bu?'' ucap Sang suster lembut. dan sang suster mengoles gel di atas perut Siska.
Sedangkan sang Dokter menyiapkan alat untuk memulai pemeriksaan nya.
Dokter menaruh alat di atas perutnya dan memulai mengarahkan ke janinnya.
''Sudah berapa bulan kalau boleh tau dok?'' tanya Aldy antusias.
''Baru jalan 5 minggu Pak, di jaga dengan benar karena 5 minggu ini masih rentan.'' ujar sang dokter menjelaskan.
__ADS_1
Aldy mengangguk, ''Pasti Dok, karena kami sudah menunggunya sangat lama.'' sahut Aldy.
''Kalau githu kami pamit dulu, dan makasih banyak Dokter?!'' Ucap Aldy menjabat tangan sang Dokter.
Aldy dan Siska menuju ke Apotik guna menebus resep yang di beri Dokter tadi.
setelah beberapa saat menunggu, akhirnya nama Siska pun di panggil oleh petugas Apotik.
selesai menebus obatnya Aldy dan juga Siska berjalan keluar menuju ke parkiran dimana motornya berada.
''Kamu harus jaga baik baik kandungan mu sayang.'' pesan Aldy pada Siska sang istri.
''Iya Mas, aku akan jaga dengan baik Baby kita, karena kita sudah menunggu dia sangat lama untuk kehadirannya.''seru Siska mengelus pelan perutnya dan mengelus pipi sang suami.
Aldy tersenyum dan mengelus perut sang istri yang masih rata, Aldy berbisik seakan akan dia sedang berbicara dengan Babynya.
''Baik baik di dalam perut mama ya sayang, kami menunggu kehadiranmu.'' ucapnya mengecup perut sang istri.
Aldy membawa motornya dengan hati hati, mengingat kandungan sang istri yang masih rentan.
Siska sendiri orang Semarang, dan Aldy ikut sang istri Siska ke Semarang.
dari jauh jauh hari Aldy sudah berencana untuk mudik menemui sang Adik yang waktu itu dia siaa siakan.
Adik yang selalu di rendahkan oleh sang Ibu, dan semua para tetangganya.
namun sekarang Aldy sudah lega mengingat sang Adik sudah punya pendamping hidupnya.
''Jadi kita nggak jadi mudik dong mas?'' tanya Siska pada sang suami.
''Kita tunda ya sayang? setelah anak kita lahir baru kita rencanakan dari awal lagi.'' tutur Aldy pada sang wanita.
Siska mengangguk paham maksud suaminya, itu juga demi keselamatannya dan juga keselamatan si jabang bayi yang ada di dalam perutnya.
''Baiklah, Siska ikut apa kata Mas Aldy saja, mungkin menurut Mas Aldy itu yang terbaik buat Siska dan juga calon anak kita.'' pungkasnya mengeratkan pelukannya, walaupun mereka hidup secara sederhana namun keduanya begitu bahagia.
👉👉👉👉
Makasih buat yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
jangan lupa like, komen vote dan favorit kanya kak, Makasih 🙏🙏🙏😘💕
__ADS_1