Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 73 Perhatian Anastasya Putri


__ADS_3

Erlan menyuapi Putri, walau Putri sudah menolak namun Erlan tetap memaksa nya.


''Ayo sayang? buka mulutnya.'' tukas Erlan lembut seraya menyodorkan satu sendok makanan.


''Putri bisa kok Kak?'' Ujar Putri memegang lengan tunangan nya yang kekar dan kuat.


Erlan sedikit memohon agar gadis kecilnya mau di suapi, ''Ayolah sayang? sekali ini saja.'' pinta Erlan pada gadisnya.


Mau tak mau Putri memakan nya dengan rasa nggak enak hati. Lantas Putri balik menyuapi pujaan hatinya.


Erlan tersenyum menerima suapan dari sang gadis, "Sayang? uang jajan nya masih ada, Kakak transfer lagi ya." Ujar Erlan lembut memandang sang gadis.


Putri menggeleng, "Nggak usah Kak, masih banyak kok, beneran?" jawab Putri membalas pandangan Erlan.


"Ya sudah lanjutin makannya kak." Ujar Putri mengalihkan kan pandangan nya.


Erlan mengangguk dan meneruskan suapan nya. "Emang nggak salah aku pilih gadis kecil ini sebagai calon istri kua dan juga calon Ibu dari anak anakku kelak." Gumam pelan Erlan seraya terus memandangi gadis nya.


*-*-*-*-*-*-*-*


Di ruang tamu Pak Amin sedang mengobrol dengan Bu Yuni, dan juga para tetangga nya yang kebetulan di panggil oleh Bu Yuni.


Bu Yuni membagikan sebagian oleh oleh kedua Putra dan juga Putrinya kepada tetangga dekat rumahnya.


"Makasih ya Bu Yuni?" Ujar tetangga yang ia beri oleh-oleh.


"Sama-sama Bu." Sahut Bu Yuni tersenyum. Putri sengaja membeli beberapa makanan (cemilan) lumayan banyak, agar sang Ibu bisa berbagi pada para tetangga nya yang dekat dari rumah Putri. Di rasa sudah lama para tetangga pun pamit undur diri.


Di ruangan lain, Putri melihat senyuman dari para ibu ibu tetangga nya. Putri ikutan tersenyum melihat nya semuanya kebagian oleh olehnya walau hanya sedikit sedikit.


Erlan tersenyum, menatap gadisnya yang sedang tersenyum manis. ''Lihat apa sich sayang, kayaknya senang banget.'' tanya Erlan pura-pura.


''Nggak lihat apa apa kok kak, cuma seneng aja bisa berbagi sama para ibu ibu barusan, walau hanya sedikit namun Putri senang melihat mereka tersenyum kayak githu.'' tukas Putri panjang lebar.


''Ya sudah kita istirahat saja, dari pada jadi penguntit kayak gini.'' Ujar Erlan menarik tangan Putri gadis kecilnya ke dalam kamar.

__ADS_1


Putri hanya mengikuti perkataan Erlan sambil menghentak kan kakinya kesal.


Erlan memasukkan Putri ke kamar nya dan menutup pintu. Erlan pun berlalu menuju ke kamar yang ia tempati.


Malam semakin larut namun Putri belum bisa memejamkan matanya, dia selalu terngiang-ngiang akan ucapan Bella 1 bulan lalu, yang ingin menggoda Bos mudanya. Putri menghembuskan nafas pelan dan bangun dari tempat tidurnya, ''Aku belum bilang masalah kemarin sama kak Erlan, apa aku harus bilang ya, kan kak Erlan nggak bertanya?'' Gumam Putri dalam bingung nya.


Putri memilih untuk melakukan sholat malam untuk menenangkan hati dan juga fikiran nya yang sedang di landa kegalauan. Setelah mengambil wudhu Putri langsung memakai mukenah nya, dan menunaikan sholat malam di sebagian malamnya.


Erlan terbangun dari tidurnya karena merasa haus, tenggorokan nya terasa kering, Erlan memutuskan untuk mengambil minuman di dapur, Erlan seketika menghentikan langkah nya karena mendengar suara merdu Putri yang sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, rasa haus sudah tidak terasa lagi karena mendengar lantunan ayat-ayat tersebut.


Erlan tersenyum dan sedikit merasa malu pada sang tunangan, karena selama ini Erlan tak pernah melaksanakan sholat Sunnah, apalagi untuk sekedar membuka Al-Qur'an, Erlan terlalu sibuk dengan kuliahnya dan di tambah dengan pekerjaan nya yang menyita waktu, namun Erlan selalu menyempatkan untuk selalu menunaikan kewajiban nya sebagai Ummat muslim.


Erlan memilih kembali ke kamar nya, setelah Putri menyudahi baca Al-Qur'an nya. Erlan tidak lagi ingat mau kemana dia bisa keluar dari kamar nya.


Sinar matahari menyeruak ke dalam kamar Erlan, ketika sang gadis membuka tirai kamar nya. Erlan mengerjapkan matanya karena silaunya sinar matahari.


''Sayang, tutup lagi tirainya. Kakak masih ngantuk?'' tukas Erlan manja pada gadis kecilnya.


''Ini sudah siang kak, ayo bangun. Katanya mau ngajak Putri jalan jalan?'' sahut Putri tak kalah manja seraya mendudukkan diri di pinggir ranjang Erlan.


''Apaan sich kak Erlan ini?''


''Cium dulu?'' Ucap Erlan lagi masih menunjuk pipinya.


''Ya sudah Putri kasih ciuman selamat pagi!'' sahut Putri ketus namun mencium Erlan pujaan hati nya.


Erlan tersenyum seraya berkata, ''Makasih sayang?'' Ucap Erlan membalas ciuman Putri sang tunangan.


''Kakak mandi dulu, habis itu kita let's go.'' tukas Erlan beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Sedangkan sang mertua sudah tak ada di rumah, melainkan mereka sudah berangkat ke sawah juragan nya.


Tak berapa lama, Erlan sudah rapi dengan setelan jeans dipadukan dengan kaos hitam lengan pendek, memperlihatkan lengan kuatnya.


Putri menatap Erlan yang begitu tampan hari ini, dengan memakai setelan yang sangat sederhana namun membuat aura ketampanan pujaan hatinya keluar.

__ADS_1


''Tampan.'' Gumam Putri, tak sengaja dia memuji tunangan nya sendiri.


Erlan yang mendengar gumaman Putri tersenyum, ''Gimana penampilan ku sekarang sayang, tampan kan.'' Tanya Erlan dengan PD nya.


Putri menggeleng dan menaikkan satu alisnya, ''Nggak juga, biasa saja kok kak? lagian tampan dari mana coba.'' tukas Putri mencoba rona merah di wajahnya karena merasa malu pada sang tunangan.


''Udah ach, ayo berangkat entar kesiangan lagi.'' ajak Putri mengalihkan pembicaraan nya.


Erlan merangkul gadis kecilnya keluar dari rumah, dan setelah dirasa semuanya sudah siap, Erlan melajukan motor bebek yang di berikan pada gadis nya.


''Emang benar ya, kata Bang Kevin?'' ucap Erlan.


''Apa kata Abang kak?'' tanya Putri penasaran, karena Erlan tak meneruskan ucapan nya.


''Bang Kevin sempat bilang kalau motor bebek di pakai cewek bakalan awet, tak cepat rusak.'' Tukas Erlan menjelaskan.


''Apa bedanya, cewek sama cowok yang pakek, kan sama saja kak Erlan?'' Tanya Putri polos, karena tak tau menau tentang motor, taunya hanya mengendarai nya saja.


''Kalau kakak yang makek bakalan bertahan stu bulan ni motor sayang?'' jawab Erlan memperjelas.


''Anech, bisa gitu ya.'' Gumam Putri sambil terus memutar otaknya memikirkan perkataan tunangan nya.


''Sudah jangan terlalu di fikirin, nanti yang ada malah cepat tua lho.'' Canda Erlan, Putri mendelik seraya memukul bahu Erlan.


''Aduch.'' seru Erlan meringis kesakitan.


''Pura-pura nich pasti, Putri kan mukulnya nggak kenceng kok?!'' Ujar Putri mengelus bahu Erlan yang tadi ia pukul.


Erlan tersenyum senang karena dapat perhatian dari gadis kecilnya.


👉👉👉👉


Jangan bosan baca nya ya kak.


Makasih sudah mampir 🙏🙏😘😘💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2