Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 145


__ADS_3

Anggia mengulurkan tangan nya pada teman Bu Widya yang berada di samping nya, dia mencium punggung jeng Kelin seraya berkata, ''Saya Anggia tante,'' ucap Anggia lembut sembari mengembangkan senyuman nya.


''Nama yang cantik, secantik orang nya,'' puji jeng Kelin membalas senyuman Anggia.


''Akhirnya ya jeng, putera kamu yang dingin itu menemukan jodohnya juga,'' lanjut jeng Kelin yang mengira Anggia adalah wanita dari Daniel, cowok dingin dan kaku tersebut.


''Jeng Kelin salah faham, dia calon istri Bryan jeng? bukan calon istri Daniel yang jeng maksud.


''Jadi ini calon Bryan, bukan calon Daniel jeng?!'' tanya jeng Kelin lagi. Daniel yang mendengar nya hanya menatap teman Mama nya yang begitu kepo dengan kehidupan pribadi nya.


''Ya sudah jeng, saya pamit kalau gitu,'' Ujar jeng Kelin yang mendapat kan tatapan dingin dari Daniel.


Jeng Kelin nampak melangkah pergi dengan tergesa-gesa karena melihat tatapan dari Daniel.


''Mama suka banget ngerumpi dengan orang yang suka ngurusin hidup orang lain,'' kata Daniel dingin pada Bu Widya.


''Di teman Mama Daniel, wajar saja kalau dia bertanya tentang kamu pada Mama, masak Mama nggak jawab pertanyaan dari teman Mama sich,'' jawab Bu Widya menengadah melihat putera nya yang berdiri di depannya, seraya memasukkan tangan ke saku celananya menambah aura dingin nya.


''Lagian Abang dingin banget jadi orang, jadi mana ada gadis yang mau sama Abang Daniel,'' sambung kak Sandra.


''Biaro saja lah, nanti kalau sudah jodoh nya pasti bakalan dateng sama kakak kok,'' ketus Daniel lalu menghampiri dokter Erina yang baru keluar dari ruangan di mana Putri di rawat sekarang.


''Bagaimana keadaan adik saya dokter!'' tanya Daniel dingin, masih dengan gaya angkuh nya.


''Tuan Daniel bisa ikut saya ke ruangan saya sekarang?'' ajak sang dokter pada manusia super dingin tersebut.

__ADS_1


Daniel hanya mengangguk tanpa mau menjawab ajakan dokter Erina, setelah kepergian dokter Erina dan juga Daniel Putri keluar dari ruangan IGD menggunakan kursi roda, dengan Erlan yang mendorong di belakang nya.


Putri nampak mengembangkan senyum manisnya melihat semua nya berada di luar ruangan, namun tidak dengan Daniel, Putri celingukan mencari keberadaan Daniel yang ia panggil dengan sebutan Pak Daniel.


''Sayang cari siapa?'' sapa Bu Widya yang sudah berdiri di dekat nya.


''Pak Daniel nggak ada di sini ya Bu?'' tanya Putri dengan suara lemahnya.


''Kakak kamu di ajak dokter Erina ke ruangan nya, mungkin ada hal penting yang mau di bahas dengan kakak kamu,'' jelas Bu Widya mengelus punggung Putri anak angkat nya.


''Maaf nyonya, nona Putri harus segera beristirahat sekarang, jadi lebih baik lanjutkan di ruang rawat nya,'' tutur suster yang sedari tadi memperhatikan kedekatan mereka berdua.


''Baiklah suster, bawa dia ke ruang VVIP,'' sambung Pak Aries yang tiba-tiba datang mendekat.


''Baik tuan?'' sahut suster menundukkan badan nya.


''Pak Aries? kenapa harus ruangan VVIP sich, lebih nyaman lagi di ruangan biasa saja,'' sahut Putri menatap Pak Aries yang berjalan di sebelah Bu Widya.


''Sudah, jangan protes lagi. Ini semua demi kalian berdua jadi ikuti perintah ku,'' Ucap Pak Aries yang tak menerima penolakan, Putri hanya bisa menggembungkan pipi nya mendengar jawaban dari Pak Aries yang nggak bisa di ruban kembali oleh siapa pun itu termasuk oleh Pak Daniel sekali pun.


Pintu di buka lebar oleh suster agar Erlan bisa mendorong kursi roda yang di duduki Putri masuk ke dalam ruangan mewah dan super nyaman bagi penghuninya, namun tidak dengan Putri. 'Sebagus apapun tempatnya kalau aku sakit, tetap saja tidak mersa senang,' batin Putri melihat seluruh ruangan mewah dan nyaman itu.


Putri ingin beranjak dari duduk nya, namun langsung di cegh oleh Erlan suami tampannya. ''Biar Mas gendong saja ya sayang?'' Ucap Erlan.


''Tapi...?''

__ADS_1


''Dengerin Mas sayang? jangan ngebantah lagi,'' potong Mas Erlan di saat aku ingin menjawab perkataan nya.


Erlan menggendong tubuh mungil istri nya dengan ala bridal style, Sandra yang melihat perlakuan manis Erlan pada Putri merasa iri dan ingin mempunyai suami yang perhatian dan sayang pada nya kelak. ''Putri? sungguh beruntung kamu mendapatkan suami seperti Erlan, semoga kelak aku juga mendapatkan suami yang baik dan perhatian seperti Erlan,'' Gumam nya pelan.


''Ya Allah, bolehkah aku iri pada saudara angkat ku sendiri. Boleh kah hamba egois,'' kak Sandra nampak memejamkan kedua matanya, seraya menghela nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan.


Sedangkan di ruangan lain dokter Erina dan juga Pak Daniel membahas Putri, yang kemungkinan besar Putri di celakakan oleh orang yang tidak suka atau ada orang yang tidak suka padanya.


''Tuan Daniel, saya menemukan sesuatu hal yang aneh pada rok yang di pakai Putri,'' jelas dokter Erina, Pak Daniel mencerna setiap kata kata yang di ucapkan oleh dokter Erina. Dia nampak mengerutkan keningnya setelah dia mengerti kata kata dokter Erina barusan.


''Dokter menemukan sesuatu, kalau boleh tau hal aneh apa yang dokter temukan pada Putri,'' tanya nya dan menatap dokter Erina dengan dingin.


''Di rok yang di pakai Putri ditemukan minyak yang kebetulan menempel, kemungkinan saat dia jatuh dan terpeleset tadi Putri menduduki minyak tersebut,'' lanjut dokter Erina, yang mengejutkan Pak Daniel.


''Apa maksud dokter?'' tanya nya kurang faham dengan yang di maksud dokter wanita di depannya.


''Begini tuan, besar kemungkinan ada seseorang yang ingin Putri celaka, jadi menurut saya orang tersebut sudah mengincar Putri!'' jelasnya lagi, Pak Daniel berpikir sejenak, dia mengingat ingat seseorang yang mulai di curigai oleh Pak Daniel.


''Apa mungkin, orang ini ada kaitan-nya dengan Agnes,'' Gumam Pak Daniel yang membuat dokter Erina heran melihat nya.


''Apa tuan Daniel sudah tau orang itu, dan kenapa tuan Daniel terdiam ketika mendengar nya,'' tanya dokter Erina bertubi-tubi.


''Saya belum tau pasti dokter, namun saya ada seseorang yang patut di curigai dalam musibah ini,'' Ujar Pak Daniel mengangkat satu alisnya ke atas.


''Ya sudah kalau githu, saya pamit dulu dokter? dan jangan sampai bilang sama siapa pun tentang masalah ini dulu dokter. Saya akan mencari tau dulu kebenaran dari semua ini?!'' lanjut Pak Daniel, lalu dia beranjak dari tempat duduk nya, setelah melihat dokter Erina mengangguk pada nya. Pak Daniel pun melangkah pergi dan menuju ruang rawat inap Putri yang berada di lantai 3 rumah sakit Medika.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Maaf kakak, mungkin kakak bacanya bingung soalnya dari bab ke bab tidak nyambung, karena author selalu menambah kalimat nya supaya genap menjadi 1000 kata, jadi kalau menurut kakak tidak nyambung, coba di ulang lagi pasti nyambung. Terima kasih buat kakak nya yang selalu mampir di karya receh author 🙏🙏😘😘😘💕💕💕💕


__ADS_2