Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 91 Kedatangan Erlan ke tanah air


__ADS_3

Selama berada di Jakarta Bu Yuni membantu Catering Putri yang semakin hari tambah banyak peminatnya.


Kini Putri memperkerjakan 7 Ibu Ibu untuk mengurus dapur.


Bekerja dengan Putri tidak sama dengan bekerja dengan orang lain, yang kerjanya ngoyo (terus terusan).


Bekerja di Catering Putri Ibu Ibu istirahat secara bergantian kalau capek ya berhenti, gituu seterusnya, asal pesanan jangan sampai terbengkalai.


Nadhira membantu Ibu Ibu yang sedang memasukkan kotak kotak nasi ke dalam Box agar lebih enak mengangkat nya.


Kloter 1 selesai tepat waktu, dan kini Ibu Ibu sedang mempersiapkan kloter kedua.


Sebagian masakan sudah matang dan tinggal di masukkan dalam kotak nasi.


Bu Yuni dan yang lainnya sesang mengupas buah yang akan di taruh di dalam kotak nasi tersebut.


Ada juga yang mencuci beras dan ada juga yang mengangkat dangdang tempat untuk menanak nasi.


Semua pekerjaan di bagian rata, tak ada yang saling menyuruh nyuruh membuat Putri senang melihat keakraban para pekerja nya.


''Ibu, Putri pamit dulu ya, mau ikut Pak Santo mengantar makanan sekalian mau berangkat kuliah juga,'' pamit Putri pada Bu Yuni.


Putri yang memakai Gamis panjang berwarna marun di padukan dengan hijab berwarna abu-abu tanpak terlihat cantik.


''Nggak nunggu Zein dan Reno datang,'' Tanya Bu Yuni pada Puteri nya saat mau melangkah pergi.


''Zein dan Reno sekarang nggak ada mata kuliah Bu, jadi Putri harus berangkat sendiri,'' jawabnya tersenyum dan menemui Pak Santo yang masih menunggu nya di luar.


''Ayo Pak, kita berangkat sekarang,'' kata Putri memasuki mobilnya yang baru ia beli kemarin.


Walau hanya mobil bekas namun Putri sudah sangat bersyukur karena dia sangat membutuhkan mobil untuk mengantar Catering nya dalam jumlah yang banyak.


Setelah kemarin Putri meminta ijin pada tunangan nya lewat video call, dan ternyata Erlan menyetujui gadis kecilnya untuk membeli mobil tersebut.


''Neng Putri, sekarang lebih enak kalau mau ngirim makanan langsung sekaligus, kalau kemarin harus mengantar dia kali,'' Ucap Pak Santo jujur.


''Iya Pak, Alhamdulillah banget ya sekarang sudah kebeli satu, semoga kedepan nya makin lancar dan makin berkembang lagi ya Pak?'' Sahut Putri lembut.


''Iya Neng, Amiin,'' jawab Pak Santo mengamini perkataan Putri.


Dulu Pak Santo seorang pengangguran, hanya mengandalkan sang istri yang hanya menjadi buruh cuci, Pak Santo seringkali ber linangan air mata di kala nggak dapat pekerjaan, namun sekarang Pak Santo sangat bersyukur dengan kehadiran Putri di lingkungan nya yang memberikan pekerjaan.


''Sudah sampai Neng,'' Ucap Pak Santo.


''Neng Putri tunggu di mobil saja, biar Bapak yang menurunkan makanan makanan ini,'' Gumam nya.


''Nggak Pak, Putri bantuin Bapak ya, Putri akan mengangkat yang kecil kecil saja,'' Ujar Putri sembari tersenyum.

__ADS_1


Pak Santo mengeluarkan box berukuran besar di bantu oleh satpam yang sering membantu nya menurunkan makanan makanan dari Putri.


''Mbak Putri ikut juga,'' Tanya sang satpam.


''Iya Pak, sekalian mau berangkat ke kampus,'' jawab Putri lembut.


''Biar kita saja yang mengangkat ini semua,'' Ucap satpam nya lagi.


''Nggak apa apa kok Pak, ini nggak berat.''


Putri membawa masuk box kecil yang berisi makanan, Putri memasuki lobby kantor dengan box di tangan nya.


Daniel yang sedang berjalan ingin menuju parkiran nggak sengaja bertemu dengan Putri.


''Putri,'' Sapanya.


''Pak Daniel,'' ucap Putri kaget, karena selama di datang ke kantor tersebut tidak pernah bertemu dengan Daniel.


''Pak Daniel sedang apa di sini,'' Tanya Putri heran, semua karyawan Daniel saling bertatapan.


''Maaf Pak, Putri naruh ini dulu ke pantry,''


''Baiklah, aku tunggu kamu di sini,'' Ucap Daniel tegas karena Daniel tak mau penolakan.


Dengan langkah berat Putri menuju pantry di mana biasanya dia menaruh semua makanan yang dia masak.


''Putri kamu di tunggu Pak Daniel,'' Ucap Resepsionis nya, sembari menunjuk Daniel yang sedang duduk di sofa sambil memangku tangannya.


Putri mengangguk dan menghampiri Daniel, Putri berdiri di depan Daniel seraya berkata.


''Ada apa ya Pak,'' tanya nya.


''Duduklah dulu,'' perintah Daniel.


Putri duduk di sofa pendek tepat di depan Daniel.


''Jadi selama ini kamu yang mengantarkan makan siang untuk para karyawan,''


Putri mengangguk dan bertanya, ''Iya, emangnya ada yang salah Pak,''


''Tidak ada yang salah, tapi aku khawatir saja dengan kuliah kamu,'' jawab Daniel.


''Insya Allah, kuliah ku aman Pak. Lagian kan bukan cuma sekarang aku buka Catering ini Pak, tapi sudah hampir satu tahun lama nya,'' jelas Putri.


''Jadi Pak Daniel nggak usah khawatir pada Putri, ya sudah kalau githu Putri pamit mau ke kampus,'' Pamit Putri pada Daniel.


Semua karyawan Daniel yang sedang melintas hanya saling melirik ke arah Daniel dan juga Putri.

__ADS_1


''Ayo Pak,'' ajak Putri pada Pak Santo.


Pak Santo mengangguk dan melakukan mobilnya menuju ke kampus yang berada tak jauh dari gedung perusahaan Daniel.


''Ada masalah ya Neng?'' tanya Pak Santo.


''Maksud Bapak apa,'' tanya balik Putri.


''Pak Daniel kan Bos di perusahaan itu Neng?'' jelas Pak Santo.


''Iya Pak, Putri baru mengetahui sekarang, kalau Pak Daniel Bos perusahaan yang tiap hari Putri kirim makanan,'' ucapnya menghembuskan nafasnya.


Setelah sampai di kampus Putri langsung turun dari mobilnya seraya berkata.


''Bapak langsung pulang saja,'' tutur Putri.


''Nanti pulangnya bagaimana Neng, Bapak jemput ya,'' sahut Pak Santo.


''Nggak usah Pak, Putri bisa pulang sendiri,'' gumam nya dan melangkah masuk ke dalam kampus nya.


Pak Santo yang melihat sang majikan sudah memasuki kampus mulai melakukan mobilnya menuju rumah kontrakan Putri untuk mengantarkan Catering berikutnya.


Sedangkan Reno dan juga Zein ada di bandara sedang menunggu kedatangan Erlan, Erlan sengaja tidak memberi tahukan kedatangan nya pada gadis kecilnya, Erlan mau membuat kejutan padanya.


''Hay Bro, sudah lama nunggu nya,'' tanya Erlan pada Reno dan juga Zein.


''Lumayanlah sampai jamuran yang nunggu,'' Cetus Zein.


''Ya ya, Sorry,'' jawab Erlan tersenyum.


''Barangnya mana Lan?'' tanya Zein karena tak melihat Erlan membawa barang, cuma membawa tas ransel saja.


''Barang barang ku mungkin besok bakalan nyampek,''


''Lho, memaketkan semua barang nya,'' tanya Reno kepo.


''Nggak usah kaget githu Reno, sultan mah bebas mau ngapain.'' celetuk Zein.


''Ya maklumlah, aku nggak mau ribet,'' tutur Erlan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Reno dan Zein hanya geleng-geleng nggak jelas.


''Sudahlah ayo kita balik saja,'' ajak Reno yang sudah sejak dari tadi ingin menemui Putri.


Akhirnya mereka semua pulang menggunakan mobil yang Zein pinjam dari Dani.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2