Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 46 kerja keras Erlan


__ADS_3

Setelah melamar Anastasya, Erlan lebih giat dalam membantu sang Abang di bengkel motor nya.


Erlan tidak pernah absen lagi, dia selalu datang ke bengkel sepulang dari sekolahnya, dia sudah bertekad untuk membantu orang tuanya untuk membayar biaya sekolah tunangannya.


''Hei Lan? sekarang kamu rajin banget ya, setelah balik dari dari kampung kemarin itu?!'' ucap Aditya meledek teman kerja nya.


Erlan hanya cengengesan mendengar celotehan dari Aditya pegawai Kevin Abang nya.


''Yah! dia nyengir, kayaknya sudah mulai nggak waras nich si Erlan?!'' Ujar Abdullah yang biasa di panggil Aab.


''Apa sich lho Ab, ngikut bae kalau ada orang ngomong.'' sahut Erlan melempar kain yang dia pegang.


''Wich....? bos muda mulai ngamuk ngamuk nich, kayaknya dia lagi kangen berat sama sang cewek!'' celetuk Aditya yang langsung mendapatkan pelototan dari Erlan.


''Kalau gue jadi Erlan, nggak bakal dech gue tinggal tu cewek, entar ada yang ngembat lho?!'' sahut Aab, Erlan langsung menghampiri Aab dan merangkul nya.


''Itu beda cerita lagi Bray, cewekku bukan tipe cewek yang selalu mau sama semua cowok.'' bisik Erlan di telinga Aab yang tadi meledek.


Erlan mentuwir kepala Aab, Aab yang belum siap akhirnya jatuh dari kursi yang ia duduki, Erlan dan Aditya tertawa melihat Aab terjatuh.


''Kenapa berhenti tertawanya! ayo ketawa lagi.'' suruh Aab yang sudah berdiri dari jatuhnya.


''Lha... ? gue ketawa pakek mulut gue sendiri, mau berhenti juga mau mau gue lah, napa lho?!'' kata Aditya ketus dan mlengos, diapun tersenyum smirk.


''Sudah sudah, ayo kerja-kerja.'' pungkas Kevin dari luar bengkelnya.


''Aku liatin dari tadi, kalian semua kayak tom and Jerry saja, nggak pernah akur.'' tambah nya, mereka bertiga pun langsung bergegas menghampiri motor sport warna hitam yang belum selesai di perbaiki.


Kevin menghampiri Erlan, ''Kok kamu masih ada disini? bukannya kamu sekarang ada latihan basket di sekolahnya.''tanya Kevin lembut, karena dia tau kalau sekarang ada jadwal latihan basket sang adik.


''Lagi males latihan Bang? cari uang dululah, aku sudah ngasih tau Eka kok kalau sekarang aku nggak ikut latihan.'' jawab Erlan sambil mengotak atik motor didepan nya.


''Nggak boleh gitu lah dek, bentar lagi kamu bakalan tanding dengan sekolah sebelah.'' tegur Kevin karena Erlan mengabaikan latihan basketnya.


''Nggak apa apalah Bang, cuma kali ini saja aku tak ikut latihan, besok juga latihan basket lagi Bang?'' ujar Erlan meletakkan alat-alat montir nya.


''Kalau aku latihan tiap hari, lalu kapan aku punya uangnya Bang.''ucapnya lagi. karena memang beberapa hari ini Erlan lebih sedikit waktunya di bengkel.


Kevin hanya mengangguk pelan mendengar perkataan sang adik.

__ADS_1


Kini Kevin mulai mengerti apa yang ada di dalam fikiran sang adik.


''Ya, sudahlah terserah kamu saja kalau githu.'' ujar Kevin menepuk bahu Erlan.


Kevin bergegas masuk kedalam bengkel motor nya, dia langsung mengecek barang barang yang habis.


Kevin mencatat semua nama barang kemudian dia menelfon toko yang biasa mengirimi dia barang ke bengkel motornya.


''Ternyata? adikku sudah mulai dewasa, dia sekarang sudah mulai memikirkan Anastasya.'' gumam Kevin yang duduk di ruang kerjanya.


''Baguslah kalau dia sudah punya fikiran mandiri, tidak lagi memikirkan dirinya sendiri.'' gumamnya lagi dan membuka laptopnya untuk mengerjakan pekerjaan yang belum ia kerjakan.


...********...


Dilain tempat Anastasya dan semua teman-temannya berencana mengadakan liburan, usai menerima raport kemarin.


''Putri, kamu ikut tak? acara ini.'' tanya Wulan setelah sang Guru keluar dari kelasnya.


''Anastasya Putri... ?'' teriak Wulan karena yang di panggil sedang ngelamun.


''Apa sich Lan? kenceng banget manggilnya.'' sahut Anastasya setelah mendengar teriakan Wulan.


''Lagian lho ngelamun terus kerjaan nya, lagi ngelamunin siapa sich?!'' tanya Wulan kepo.


''Ngelamunin aku juga nggak apa apa kok.'' sahut cengengesan, Wulan menggelayut manja ke lengan Anastasya.


''Putri lagi ngelamunin tunangannya lah Lan.'' Celetuk Mario yang duduk di belakang Wulan dan Anastasya.


''Duch yang punya tunangan? nggak apa apalah ikut liburan kan rame rame.'' ujar Wulan mengedip ngedip kan matanya.


''Entar ya, aku kabari kalau sudah dapat ijin dari kak Erlan?'' jawab Anastasya yang langsung di komentari oleh Wulan.


Wulan memandang wajah Putri lekat lekat, dan berkata ''Nggak usah minta ijin segala lah Put?!''


''Putri beda sama kamu sontoloyo, Putri harus minta ijin dulu sama tunangannya baru bisa pergi.'' cakap Mario menonyor kepala Wulan dari belakang.


''Sontoloyo begini, tapi cantik kan?'' ujarnya percaya diri.


''Dasar sableng, mana ada kamu cantik?!'' jawab Mario meletakkan tangan di dadanya.

__ADS_1


''Muji aku kek dikit, biar hatiku berbunga bunga dan bermekaran di dalamnya gthu.'' ujarnya melotot pada Mario.


tapi pelototan Wulan tidak ia gubris.


''Ributin apaan sich kalian! pusing nich Putri.'' sahut nya dan meninggalkan teman nya yang ada di dalam kelas.


''Woyy! ajak ajak kalau mau keluar kelas.'' teriak Wulan, sedangkan Anastasya cekikikan di luar kelas menuju halaman belakang sekolahnya.


Anastasya mengambil ponsel dari saku rok panjang nya.


ketikan demi ketikan ia utarakan pada Erlan sang tunangan, Anastasya mencoba merangkai kata kata indah buat sang tunangan.


''Aduh gini banget kata katanya.'' gumam Anastasya yang tak sengaja di dengar Wulan, yang diam diam menguping di belakang nya.


''Langsung telfon saja lah Put, githu doang bingung!'' celetuk nya ngagetin Anastasya.


''Astaghfirullah hal adzim.'' ucap Anastasya memegangi dadanya yang berdetak kencang, seperti halnya habis lari maraton yang berpuluh-puluh meter.


''Seneng banget ya? ngagetin orang, kalau aku jantungan dan mati gimana coba, siapa yang mau tanggung jawab.'' celoteh nya, Anastasya masih memegangi dada nya yang dag dig dug.


''Iya iya, maaf?'' Wulan menyatukan kedua tangan nya meminta maaf.


''Apa aku harus berlutut nich Put?!''


''Nggak usah!'' jawabnya ketus karena dia sudah mulai kesal dengan teman yang satu ini.


Tiba-tiba ponsel Anastasya berdering, Anastasya menerima panggilan video call dari Erlan, orang yang ia debat kan dari tadi akhirnya punya inisiatif menelvon duluan.


''Tuh... ? sang pangeran sudah telvon, cepat angkat entar keburu di kutuk jadi kodok lagi.'' celoteh Wulan yang langsung dapat cubitan kecil dari Anastasya.


''Sudah kamu sanah pergi.'' usir Anastasya, Wulan menghentakkan kakinya dan pergi begitu saja,


Anastasya menggeser layar nya sehingga memunculkan wajah sang pangeran kata Wulan.


Anastasya cengengesan, yang bikin Erlan penasaran dengan sikap sang tunangan nya.


👉👉👉👉


Makasih kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya kak.


Makasih kak🙏🙏😘💕


__ADS_2