
Matahari begitu terik tak membuat keduanya untuk berteduh,mereka berdua semakin riang di bawah terik matahari. Erlan membawa Putri ke Taman sekaligus Danau yang ada di Ronggo Jalu. Putri begitu menikmati jalan jalannya bersama sang kekasih, karena lusa kekasih nya akan pulang ke Kalimantan untuk menemui orang tua beserta keluarga yang lain, yang menetap di sana. Setelah itu Erlan langsung balik ke Ausie karena pekerjaannya sudah menunggunya di sana, yeach kuliahnya memang sedang libur namun pekerjaannya tidaklah libur.
Erlan mengambil cuti selama beberapa hari untuk menemui gadis kecilnya yang sudah ia kangeni dari bulan lalu.
Hanya inilah kesempatan Erlan untuk menyenangkan sang gadis, melihat Putri tersenyum membuat Erlan merasa bahagia, "sederhana banget kebahagiaanmu sayang?" Gumam Erlan mengelus puncak kepala Putri tunangannya.
"Ya harus sederhana lah kak, kan kita bukan orang berduit yang sebentar sebentar pergi keluar negeri hanya untuk berlibur." Tukas Putri menatap kekasih halalnya.
Erlan mencoba tersenyum namun dalam hatinya begitu sakit mendengar ucapan gadis kecilnya barusan.
"Maafkan kak Erlan ya sayang? Kakak belum bisa bawa kamu jalan jalan yang jauh dari rumah." Ujar Erlan dengan nada sedih.
"Hey! Bukan itu maksud Putri kak, mau jalan jalan kemana saja mah Putri Heppy kok, asal bareng dengan orang terkasih." Jawab Putri merangkul lengan erlan.
Mereka berdua duduk di pinggir danau. sinar matahari begitu terik namun karena semilir angin membuat rasa panas tidak ia rasakan, hembusan angin yang kencang menambah nilai plus di taman Ronggo Jalu tersebut, apalagi di saat hari Minggu seperti sekarang ini, banyak pengunjung muda mudi yang sedang di Landa kasmaran, mereka semua bercanda tawa sambil duduk di pinggir danau, setelah di rasa bosan berada di pinggir danau, Erlan mengajak gadisnya ke taman Ronggo Jalu yang ada di sebelah danau tersebut.
"Sayang kita ke taman yuk sekarang? di sini sudah penuh dengan orang orang yang bermesraan, membuat kakak iri saja." Tukas Erlan beranjak dari duduknya, Putri mengangkat satu alisnya mendengar ucapan kekasihnya.
"Iri kenapa kak? kan kita juga berdua?" Tanya putri bingung. Putri mengingat perkataan Erlan lagi kemudian menoleh ke belakang, ke kiri dan juga ke kanan, Putri melototkan matanya lebar lebar,karena apa yang sedang ia lihat barusan.
" Jadi gara gara ini kak Erlan mengajak Putri pindah dari sini." Gumam Putri pelan, Erlan mengangguk seraya menggandeng tangan gadis kecilnya.
Putri tersenyum seraya berkata "karena mau tertawa juga takut dosa." Ucapnya pelan dan terus melangkah mengikuti sang kekasih.
" Kenapa sayang?" Tanya Erlan lembut.
Putri menggeleng, "Kenapa kak Erlan malah iri pada mereka semua?!" Tanya Putri polos, Erlan terkekeh renyah mendapatkan pertanyaan dari gadis kecilnya.
"Ya irilah sayang, lihat mereka lagi bermesra'an kayak githu." Tutur Erlan menatap Putri sejenak dan melanjutkan langkahnya untuk sampai ke taman Ronggo Jalu.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka berdua sudah sampai di taman Ronggo Jalu yang mereka tuju, Putri di buat takjub dengan pemandangan yang ada di taman tersebut, Putri menatap Erlan seraya tersenyum.
"Kak Erlan ini bagus banget? Putri jadi betah di sini kalau pemandangannya seindah ini?!" Ujar Putri kegirangan.
"Alhamdulillah kalau kamu senang sayang, jadi liburannya tak harus mahal ya untuk sekedar membahagiakan orang tercintaku ini." Ucap Erlan mencubit gemas pipi chuby Putri tunangannya.
"Kan tadi Putri sudah bilang, bahagia tak harus mahal." celotehnya sambil terkekeh.
Erlan mengelus puncak kepala gadisnya. di ciuminya puncak kepala Putri, Putri terdiam saat Erlan menciumi puncak kepalanya yang tertutup hijab.
"Tapi kak Erlan tak boleh iri lagi lho?" Tutur Putri mengeratkan pelukannya pada sang kekasih.
''Kenapa harus iri sich sayang? lawong cewek di sebelah ku saja lebih cantik dari mereka.'' Tukas Erlan mencubit pipi Putri lagi.
''Lha bukannya tadi kak Erlan bilang iri ya sama mereka, waktu kita masih di danau tadi.'' Tanya Putri heran.
''Itu beda lagi sayang? mereka kan lagi indehoy, ya jelas iri lah kakak, kan kakak cowok normal.'' Gumam Erlan pelan.
''Auw... ! sakit sayang.'' teriak Erlan memegang pinggang nya yang habis di cubit oleh Putri.
''Biar tau rasa, lagian kak Erlan asal nyeblak githu!'' tukas Putri memanyunkan bibirnya.
''Sudah nggak usah manyun kayak gitu lagi, kak Erlan tuh makin betah di sini kalau Adek manyun kayak githu.'' Ujar Erlan menggoda sang gadis.
''Kalau kak Erlan beteh di sini, ya sudah Putri pulang sekarang, kak Erlan diem saja di sini.'' celetuk Putri pura-pura pergi.
Erlan menahan tangan gadisnya agar tidak meninggalkan nya. ''Adek salah paham, maksud kak Erlan bukan kayak githu sayang?'' Ucap Erlan memelas agar sang gadis mempercayai nya.
''Maksud kak Erlan betah, karena kamu cemberut kayak githu, jadi kakak betah ingin terus memandang wajah kamu yang cemberut gini.'' Ucap Erlan lagi.
__ADS_1
Putri hanya menyunggingkan senyum manisnya tanpa sepengetahuan Erlan sang tunangan. Putri membalik badannya guna menatap wajah sedih kekasih nya.
Putri langsung tertawa terbahak bahak, melihat wajah Erlan yang cemberut dan sedih, ''kakakku sayang? Putri hanya bercanda kok.'' Gumamnya mencium pipi Erlan untuk pertama kalinya.
Walau Putri dan juga Erlan sudah lama menjalin hubungan sebagai tunangan, Erlan tak serta merta melakukan apa yang ingin ia lakukan pada sang gadis.
Erlan ingin menjaga gadis nya sampai mereka Sah secara hukum. tak mungkin kan Erlan melakukan hal yang aneh pada gadis kecilnya, sedangkan Putri masih duduk di bangku Sekolah.
''Sudahlah sayang ayo ke warung, kakak sudah lapar nich?'' ajak Erlan mengganti topik pembicaraan nya.
Putri mengangguk dan mendahului Erlan, Erlan yang tertinggal mengejar Putri dan menariknya ke dalam pelukannya.
''Sekarang kamu tambah nakal ya sayang?'' bisik Erlan pada Putri.
''Jangan pernah nakal kalau kakak tidak ada di sini.'' tambah nya lagi, Putri hanya mengangguk di dalam pelukan kekasihnya.
Erlan membawa tunangan nya ke dalam warung yang berada tak jauh dari taman Ronggo Jalu.
Putri hanya memesan jus alpukat kesukaan nya, sedangkan Erlan memesan makanan dan juga minuman, sesekali Erlan menyuapi gadis nya.
''Nanti kak Erlan nggak kenyang?'' tutur Putri lembut.
''Kalau masih laper kan bisa makan di rumah nanti kalau sudah pulang.'' gumam Erlan asal.
Erlan terus menyuapi Putri, sampai makanan di piringnya tandas. Putri menghembuskan nafas karena yang memakan pesanan Erlan adalah Putri. Erlan hanya makan beberapa siap saja.
''Pintar?'' Ucap Erlan mengelus puncak kepala sang gadis.
👉👉👉👉
__ADS_1
Jangan bosan bacanya ya kak, dan makasih yang sudah mampir 🙏🙏💕💕😘😘😘