
Jam 6 pagi Putri dan juga Erlan sudah rapi dengan wangi yang beda di tubuh keduanya, Putri mengambil tas ransel yang berisi baju ganti Putri selama berada di rumah Erlan di Kalimantan.
Erlan mencegah Putri membawa banyak baju, karena menurut Erlan itu sangat merepotkan dan berat bawanya.
Ketika sudah jam 7 kurang, mereka berdua pamit pada Bu Yuni dan juga Pak Amin, lalu kemudian mereka berdua menuju ke terminal bus guna menuju ke bandara.
Dan selama perjalanan menuju ke bandara, Putri terdiam melihat keluar jendela dengan pemandangan yang tak asing baginya, gimana mau asing, lawong yang di lihat cuma persawahan yang sudah mulai menguning dan sebentar lagi bakalan panen.
Sedangkan Erlan memandangi wajah gadis nya yang begitu murung, ''Mungkinkah aku terlalu egois mengajak tunangan ku ke rumah, di mana orang tuaku berada sekarang, keluarga ku semuanya ada di sana, aku hanya ingin menikmati masa berdua kita untuk beberapa minggu ini, sebelum aku benar-benar terbang ke Australia untuk menuntut ilmu disana.'' Batin Erlan dengan terus memandangi gadis kecilnya.
Erlan memberanikan diri untuk bertanya pada kekasih nya kenapa bisa murung seperti itu.
''Sayang?? kamu kenapa murung, nggak senang karena di ajak kakak kerumah atau ada hal yang lainnya?!'' Tanya Erlan mengelus puncak kepala Putri yang lagi melamun.
''Sayang! kamu nggak apa apa kan.'' tanya Erlan lagi dan membuyarkan lamunan Putri, Putri melihat Erlan sejenak, dan kembali melihat keluar jendela.
''Kamu nggak mau pergi sama kakak atau ada hal lain yang kamu pikirin saat ini.'' tanya Erlan lembut, memegang pipi sang gadis, agar ia bisa melihat wajah gusar sang gadis.
''Putri tidak apa apa kok kak, tapi Putri hanya takut saja karena selama ini Putri tak pernah naik pesawat.'' tutur Putri begitu lembut pada pujaan hatinya.
Erlan memeluk erat sang gadis, di kecupinya puncak kepala Putri.
''Kamu tenang saja sayang? ad kakak kok yang akan jaga kamu selama perjalanan ini, kakak janji dan Adik juga harus tetap tenang Oke.'' Sahut Erlan yang belum melepas pelukan nya.
''Kak?'' ucap Putri pelan.
''Ya, kenapa sayang?'' tanya Erlan pada Putri.
''Kak bisa nggak pelukan nya di lepasin, Putri malu di liatin orang orang, coba tengok kalau kak Erlan nggak percaya.'' jawab Putri, Erlan melihat sekelilingnya dan benar saja apa yang di ucapkan gadisnya, orang orang emang memandang ke arah nya.
__ADS_1
''Nak? kalau mau pacaran jangan di sini, di rumahnya saja sanah!'' Ucap seorang laki-laki tua menegur Erlan dan juga Putri.
''Ini bukan pacar saya Pak, tapi dia tunangan saya, Bapak salah paham melihat kami berdua, aku hanya menenangkan tunangan saya yang takut naik pesawat sebentar lagi, jadi sebagai tunangan yang baik, aku harus menenangkan tunangan saya yang penakut ini?!'' Ujar Erlan memberi tahu pada semua orang yang ada di dalam Bus.
Semua orang mengangguk mendengar penjelasan dari Erlan, dan orang yang menegurnya malah minta maaf pada Erlan dan juga Putri.
''Kalau begitu bapak yang salah, Bapak kira kalian lagi pacaran di dalam Bus, emang kalian mau kemana, kok mau naik pesawat.'' tanya Bapak yang menegur Erlan barusan.
''Kami akan pergi ke Kalimantan Pak, keluarga kami semuanya ada disana, tapi tunangan saya berada di kampung, mumpung lagi liburan jadi aku jemput dia buat liburan bareng githu.'' Ucap Erlan menjelaskan tanpa ada yang di tutup tutupi.
*-*-*-*-*-*-*-
Tak butuh waktu lama, pesawat yang di tumpangi Erlan dan juga Putri sudah mendarat di Bandara Internasional Syamsudin Noor (BDJ).
Erlan merangkul pundak Putri, sedangkan tas ransel nya Erlan yang membawanya.
Tak butuh waktu Erlan dan juga Putri menunggu jemputan dari keluarganya yang sudah menetap di Kalimantan tersebut, semua keluarga Erlan sudah menunggu kedatangan menantu kesayangannya.
''Apa sich Bang, godain bini orang, tuh bini lho di samping di puji juga, entar yang ada malah di suruh tidur di luar lagi.'' Ucap Erlan tak Terima gadisnya di goda sangat Abang.
Putri mencubit pinggang Erlan karena Putri sendiri sudah malu banget sama keluarga Erlan di depannya.
Putri mencium tangan Ayah, Ibu, Felisha dan juga kevin Abang Erlan.
Putri meraih ponakan dari Erlan.
Aam begitu nurut, dia tidak menangis saat di ambil alih oleh Putri, Aam hanya tertawa cekikikan, mungkin dia sudah tau kalau dia adalah Aunty nya.
Erlan gemas melihat sangat ponakan yang sangat lucu, Erlan mencubit pipi gembul Aam.
__ADS_1
''Tatata'' celoteh Aam dengan gayanya.
Putri yang baru melihat kelucuan sangat ponakan tertawa riang, apalagi saat di cubit pipinya oleh sang tunangan.
''Makanya kalian jangan lama lama tunangannya, sat set langsung nikah Oke.'' celetuk Kevin pada pasangan kasmaran di depannya.
''Sudah jangan di goda menantu Ibu, kita pulang sekarang biar Tasya bisa istirahat di rumah.'' tutur Ibu Ristie pada kedua Putra dan juga suaminya.
''Tuh, Adik dengar sendiri kan ucapan Ibu barusan, menantu Ibu? jelas jelas menantunya kan ada dua, iya kan Dek.'' bisik Felisha pada Putri.
''Mungkin kata Ibu kita berdua kak, bukan cuma Putri yang di maksud Ibu?'' Putri berbisik balik pada Felisha.
''Emang benar dech, nggak salah pilih Erlan nyari cewek, sudah baik bisa di ajak kompromi lagi.'' Ujar Felisha pada Adik iparnya.
''Kak Feli bisa saja bikin Putri tertawa.'' sahut Putri tertawa.
Orang di depannya pada memandang ke arah Felisha dan juga Putri, namun di cuekin oleh keduanya.
Ibu Ristie yang melihat menantunya tertawa, hanya mengerutkan keningnya, sekaligus juga bahagia melihat kedua menantu nya yang akur, walau hanya beberapa kali bertemu.
''Ayo sayang sayang Ibu Ristie cepatlah masuk, sudah panas banget ini cuacanya.'' Seru Bu Ristie pada kedua menantu nya, Erlan, Kevin dan juga Pak Enggar saling pandang tak mengerti sekarang malah punya Ibu yang lebay menurut Kevin.
''Ibu? nggak usah lebay gitu manggil menantu nya, malu kalau di dengar orang.'' Ucap Kevin memperingatkan sang Ibu, namun lagi lagi tidak di gubris oleh Ibunya.
''Sudah Bang, ayo pulang sekarang? jangan hiraukan Ibu, biarkan Ibu dengan keanehannya dengan kedua menantu nya.'' Bisik Erlan yang di tertawakan oleh Kevin sang Abang.
''Kalian berdua ngomongin Ibu ya! awas saja kalau sampai Ibu mendengar kalian ngomongin Ibu di belakang.'' sarkas Bu Ristie pada kedua putranya yang super nyebelin buat Bu Ristie.
Erlan dan juga Kevin hanya tersenyum miring menanggapi ocehan Ibunya.
__ADS_1
👉👉👉
Makasih yang sudah mampir, maaf kalau ceritanya membosankan 🙏🙏🙏💕😘