
Putri berjalan menghampiri meja nomor 8. Putri tak mengira kalau orang di depannya adalah kekasih hati nya yang ia rindukan selama setahun ini.
Erlan membaca buku yang ia bawa dari hotel tadi sehingga Erlan tak menyadari kedatangan gadis kecilnya.
''Permisi Mas, ini pesanan nya silahkan di cicipi dan kalau ada tambahan bisa memanggil ku di pantry,'' Ujar Putri ramah.
Erlan mengernyit kan keningnya mendengar suara yang begitu familiar. Erlan menurunkan buku yang ia baca dan menatap pada seorang yang sedang menaruh pesanan nya di mejanya.
''Sayang??'' sapa Erlan lembut menatap Putri yang juga menatap nya.
''Kak Erlan?'' Gumam Putri menutup mulut nya, tak percaya dengan kehadiran nya.
''Sayang, kamu kok ada di sini?'' tanya Erlan lagi.
Putri mengambil tangan Erlan dan di ciumnya, Putri pun menghambuo dirinya pada sang kekasih. Putri memeluk erat sambil menyembunyikan kepalanya di dada bidang Erlan sang tunangan.
Nina yang melihat Putri memeluk seseorang langsung memberi tahu Dani dan lainnya di ruangan nya.
''Sayang, kamu kenap?'' Tanya Erlan saat mendengar isakan tangis dari gadis kecilnya.
''Kak Erlan kok nggak bilang Putri kalau kak Erlan bakalan datang ke Jakarta?'' jawabnya dengan sesenggukan.
''Kakak belum sempat sayang, sudah jangan menangis lagi, nanti di kita di gigit lagi sama kakak,'' candanya yang membuat Putri tersenyum.
Zein,Reno dan juga Dani langsung keluar dari ruangan nya, Zein yang melihat Putri bersama Erlan lantas menghentikan langkah kakinya.
''Kita balik saja ke ruangan kamu Dani,'' Tutur Zein masih menatap Putri.
''kenapa, kita samperin dulu orang yang memeluk Putri,'' sahut Dani melanjutkan langkah kakinya.
''Jangan ke sana, biarkan Putri menghabiskan malam ini bersama tunangan nya,'' Ucap Zein berbalik menuju ke ruangan Dani lagi.
''Kenapa Pak?'' Tanya Nina.
''Nggak apa apa, laki-laki itu tunangan Putri, jadi biarkan saja Putri bersama dia,'' tutur Dani lalu ikut masuk ke ruangan nya juga.
Nina hanya mengangguk dan memandang meja nomor 8 yang di sana Putri sedang bercanda dengan tunangan nya.
''Ganteng juga,'' Gumam Nina kembali ke tempat nya.
__ADS_1
Pengunjung yang tadi sempat berbisik tentang Putri memilih untuk datang menghampiri Putri dan seorang laki-laki tampan dan juga begitu gagah.
''Mbak Putri, cowoknya ganti lagi ya,'' Tanya nya tiba-tiba.
Putri mengangkat satu alisnya mencerna ucapan pengunjung tersebut.
''Maksudnya apa ya Mbak?'' tanya balik Putri.
''Biasanya kan Mbak Putri selalu bersama dengan 2 laki-laki sekaligus, dan sekarang malah berpelukan sama cowok yang beda lagi,'' Ujar nya Mengjude Putri.
Putri hanya membalas mereka bertiga dengan senyuman seraya memperkenalkan Erlan, ''Kenalin Mbak Mbak, ini Kak Erlan tunangan Putri,''
Mereka bertiga melotot tak percaya yang di ucapkan oleh Putri, mereka bertiga masih membully Putri dengan perkataan perkataan yang tak enak di dengar bagi Erlan sang tunangan.
''Terus yang cowok 2 itu suami kamu dong,'' ledek nya sambil tertawa.
Nina yang melihat perdebatan antara pengunjung dan Putri langsung memberi tahu Dani lagi.
Dengan cepat ketiga nya keluar dan menghampiri Putri yang sedang di peluk Erlan.
''Jangan asal nuduh orang yang nggak nggak, Putri emang tunangan ku,'' ucap Erlan dengan nada mulai meninggi.
''Ada apa berisik banget, kalian bertiga kalau sudah tidak ada urusan lagi cepat pergi dari sini,'' Ucap Dani menegur pengunjung nya.
Sedangkan pengunjung yang lain hanya menjadi penonton yang baik.
''Aku tekankan sekali lagi minta maaf sekarang juga pada Putri,'' sungut Zein yang sudah mulai emosi dengan kelakuan mereka bertiga.
''Kenapa harus aku yang meminta maaf, harusnya cowok ini yang berterima kasih pada kita, karena kita sudah mengungkap kebusukan Putri,'' Papar nya tersenyum jahat.
''Kamu!!'' Ucap Zein mengangkat tangan nya ingin menampar gadis tersebut.
Namun Zein mengurungka aksinya karena Putri melarang dirinya untuk berbuat nekat.
''Sudahlah, percuma ngomong sama kecoak kecoak nggak berguna seperti kalian ini, yang pintar menilai keburukan seseorang, dan menutupi keburukannya sendiri,'' Reno melontarkan kata kata yang seharusnya tidak ia katakan.
''Biar aku katakan dulu pada mereka semua, sebelum mereka pergi dari sini,'' Gumam Zein menatap ketiga nya.
''Aku dan Putri adalah sahabat sejak kecil, dan juga Reno kita bertiga hanya berteman saja tidak lebih. Jadi aku harap kalian mengerti dan memahami perkataan ku sekarang, dan jangan sampai aku mendengar ucapan yang tadi lho lho ucap kan tadi!!'' tunjuk Zein pad ketiga nya yang sudah tidak bisa menjawab perkataan Zein.
__ADS_1
''Erlan lho kenalin diri lho dech, biar semua kecoak ini paham dan cepat pergi dari sini!'' Ucap Reno sengit.
''Aku Erlangga tunangan Putri, kalau aku sampai mendengar ataupun melihat kalian membully gadis kecilku lagi, aku tak segan segan membuat perhitungan dengan kalian semua, camkan itu!!'' Ucap Erlan marah.
Ketiganya sudah mulai ketakutan dan segera keluar dari Workshop Dani, sedangkan yang lainnya melanjutkan memakan makanan yang sempat tertunda, karena terhenti melihat drama yang begitu seru dan menegangkan.
''Mohon maaf atas ketidak nyamanan nya, silahkan lanjutkan kembali,'' tutur Dani pada semua pengunjung nya.
''Maaf ya kakak dan Mas Mas sekalian,'' Ucap Putri jugabikutan meminta maaf.
Semua pengunjung mengangguk membuat hati Putri begitu lega melihat nya.
''Makasih ya semua nya,'' tutur Putri pada Zein, Reno dan juga Dani.
''Maaf kalau Putri selalu melibatkan kalian semua dalam masalahku,'' gumam Putri pelan.
''Apa sich Putri, kita itu keluarga sudah seharusnya keluarga saling membantu, iya kan,'' sahut Zein merangkul sahabat kecilnya yang tanpa terasa dia sudah memiliki tunangan.
''Hem...'' deham Erlan.
''Sudah, makan saja tuh makanannya, keburu dingin,'' celetuk Reno pada Erlan.
''Sudah dingin Reno,'' jawab Erlan.
''Sudah kita balik duluan, lho puas puasin berdua duaan kalian,'' cakap Zein mengajak Reno balik.
''Aku akan membawa Putri ke hotel malam ini,'' tukas Erlan yang membuat Zein dan Reno kaget bukan main.
''Jangan sembarangan bawa anak gadis orang ke hotel ya Erlan,'' seloroh Reno.
''Kenapa? dia sudah sah sebagai istri ku di mata Agama,'' kata Erlan menjelaskan.
''Cuma di mata Agama, tidak di mata hukum, iya kan?'' sungut Reno.
''Sudah kalian pulang saja sanah, aku mau berdua duaan dengan gadis kecilku yang imut tapi sangat cantik,'' Usir Erlan.
Putri menggelengkan kepala nya melihat kelakuan tunangan nya dan juga temannya. Sedangkan Zein sudah ada di parkiran Workshop Dani.
Namun Zein malah masuk lagi ke dalam Workshop, lalu menghampiri Erlan yang sedang mengobrol dengan Putri sahabat kecilnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG