
Anak buah tuan Daniel beberapa hari ini mengawasi gerak gerik Agnes, semenjak kejadian di restoran kemarin Agnes selalu di awasi dengan ketat oleh anak buah tuan Daniel.
Tok tok tok
Pintu di ketuk dari luar oleh sang sekretaris.
''Masuk,''
''Maaf bos mengganggu waktu anda,'' Rijal sang sekretaris memulai perkataan nya.
''Ada apa Rijal?'' tanya tuan Daniel tanpa menatap ke arah sang sekretaris yang berdiri di depannya.
''Duduk lah,'' titahnya pada sang sekretaris.
Sang sekretaris mendarat kan bokong nya di kursi depan sang Bos yang masih fokus pada laptop nya.
''Saya membawa ini bos? namun rekaman ini tidak begitu lengkap,'' jelas Rijal menyodorkan flashdisk yang berisi rekaman saat kejadian yang menimpa Putri di restoran beberapa hari lalu.
''Di sana terlihat Agnes masuk ke dalam toilet, setelah nona Putri masuk ke dalam lebih dulu, namun dia terlihat swnyum senyum saat keluar dari toilet bos,'' lanjut Rijal sang sekretaris sekaligus tangan kanan tuan Daniel.
Tuan Daniel mendongak, menatap tangan sekretaris nya yang memegang sebuah flashdisk.
''Yang lain gimana, apa sudah ada kabar terbaru tentang Agnes?'' tanya nya dan mengambil flashdisk tersebut.
''Belum ada pergerakan sama sekali dari Agnes bos, tapi mereka bilang Agnes sering keluar masuk ke club,'' kata Rijal.
''Ikuti terus, dan jangan sampai ketahuan kalau kita sedang memata matai dia,'' jawab tuan Daniel mengingat kan sang sekretaris, agar Agnes tidak curiga.
''Baik bos? kalau begitu saya pamit keluar, untuk meneruskan pekerjaan saya dulu bos?!'' pamitnya beranjak dari duduk nya.
''Tunggu dulu Jal?'' Ucap tuan Daniel menghentikan Rijal sekretaris nya.
__ADS_1
''Masih ada yang mau di lakukan bos?'' tanya nya, yang sudah berdiri di samping tuan Daniel.
''Ini sudah siang, jangan terlalu memforsir kerjaan kamu, lebih baik kamu makan terlebih dulu sebelum melanjutkan pekerjaan nya,'' Ujar tuan Daniel mengingat kan Rijal sang sekretaris sekaligus sahabat terdekat nya.
''Iya bos, terima kasih,'' sahut Rijal dan undur diri, dan keluar dari ruangan tuan Daniel san bos yang terkenal dingin dan super duper cuek.
Nampak tuan Daniel melihat rekaman yang di berikan Rijal barusan, tangan nya terkepal ketika melihat perbuatan Agnes pada adek angkat nya, tuan Daniel sangat sayang pada Putri? walau dia hanya adek angkat nya saja.
Namun tuan Daniel di kejutkan dengan ketukan pintu dari luar ruangan nya.
Tok tok tok.
Dengan malas tuan Daniel menyahut dari dalam, ''Masuk!!''
Ternyata yang mengetuk pintu ruangan sang CEO adalah Khumairoh. Khumairoh begitu gugup bertemu sang CEO yang terkenal dingin pada setiap karyawan nya.
''Assalamu'alaikum tuan,'' kata Khumairoh ketika membuka pintu ruangan sang bos besar nya.
''Waalaikum salam,'' jawab tuan Daniel menatap kedatangan Khumairoh.
''Maaf Pak, ech maksud saya tuan. Saya kemari untuk mengantarkan berkas berkas yang perlu tuan tanda tangani,'' Ucap Khumairoh dengan ramah dan terdengar sangat lembut saat di dengar, dia meletakkan berkas berkas tersebut di atas meja sang CEO.
Tuan Daniel memandang Khumairoh tanpa berkedip sama sekali, tuan Daniel terpesona akan kecantikan Khumairoh yang natural, dengan sedikit polesan make up di wajahnya, dan dengan hijab yang menutupi rambut panjang nya.
''Tuan, tuan kenapa?'' tanya Khumairoh melambai-lambai kan tangan di depan wajah sang CEO.
Tuan Daniel nampak terkejut, dan dia pun terbangun dari lamunannya.
'Ada apa denganku, kenapa aku selalu kayak gini ketika bertemu dengan gadis ini,' batin nya, dan mencoba untuk tetap tenang.
''Letakkan saja di sana?!'' jawab nya singkat.
__ADS_1
''Kalau begitu saya permisi tuan,'' pamit Khumairoh dan melangkah pergi keluar dari ruangan tuan Daniel.
''Emm.'' jawab tuan Daniel.
'Kenapa sich tuh orang? dingin banget sama wanita, atau pada semua nya dia bersikap begitu,' rutuk Khumairoh dalam hatinya. Khumairoh mengelus dada nya saat sudah sampai di depan lift, diapun menekan angka 17 untuk kembali ke ruangan nya.
''Kenapa sich Pak Erlan harus ambil cuti segala, kan jadi aku yang harus mengantar semua berkas yang harus di tanda tangani tuan Daniel,'' oceh Khumairoh saat berada di dalam lift.
''Huhf! Tapi ada untung nya juga sich aku ke terima bekerja di sini, setelah beberapa perusahaan yang aku tempati kemarin kemarin, yng mengharuskan untuk membuka hijab yang aku kenakan sekarang,'' Gumam Khumairoh di dalam lift, dan tak terasa dia sudah sampai di lantai 17. Khumairoh keluar dari dalam lift dan berpapasan dengan Rijal yang sedang keluar dari ruangan Erlan untuk mengambil berkas penting yang di butuhkan tuan Daniel sekarang ini.
''Tuan Rijal?'' sapa Khumairoh menundukkan kepalanya.
''Iya, dari mana kamu,'' tanya Rijal pada Khumairoh.
''Maaf tuan, saya dari ruangan tuan Daniel untuk mengantarkan berkas yang harus di tanda tangani,'' jelas Khumairoh yang masih menundi kepalanya.
''Kalau di ajak ngomong tuh, lihat orang nya, bukan lihat lantai. Ternyata kamu suka sekali berkaca ya sampai sampai ketika di ajak berbicara pun, kamu berkaca kayak githu,'' tanpa sengaja Rijal sudah meledek Khumairoh yang emang pemalu, kalau harus mengobrol dengan bertatap tatapan kayak githu.
''Maaf tuan, bukan maksud saya seperti itu. Tapi saya harus menjaga pandangan maktifat saya tuan, agar tidak berbuat zina makrifat?'' jawab Khumairoh yang membuat Rijal kaget mendengar nya.
''Apa maksud kamu Khumairoh,'' tanya Rijal karena tak mengerti apa yang di ucapkan Khumairoh barusan.
''Kita bukan muhrim tuan, dan sebagai umat muslim yang taat, kita tidak seharusnya saling berpandangan. Karena itu akan membuat zina makrifat,'' jelas nya, yang langsung di angguki oleh Rijal.
''Ya sudah kalau githu, kamu lanjutkan kerjaan kamu sekarang?'' suruh Rijal pada Khumairoh, Rijal langsung melangkah pergi dari hadapan Khumairoh.
''Maafkan Khumairoh tuan Rijal? bukan maksud Khumairoh seperti itu, tapi Khumairoh ingin menjaga pandangan makrifat Khumairoh saja, sebagai wanita Khumairoh tak pantas? menatap wajah laki-laki yang bukan muhrim Khumairoh saja,'' Gumam Khumairoh pelan, Khumairoh nampak merasa bersalah pada sang sekretaris CEO nya.
Dengan langkah pelan Khumairoh menghampiri kursi kerjanya, dan mendarat kan bokongnya pada kursi yang sudah seminggu ini ia duduki. Dia mulai menyalakan komputer nya, dan menyalin semua berkas yang harus ia perbarui, karena ada sedikit kesalahan di dalam berkas berkas tersebut, dan dia harus segera menyelesaikan nya sebelum jam kantor habis.
Dengan lincah jari jemari Khumairoh menari nari di atas keyboard komputer nya, Khumairoh memang sempat bekerja di sebuah perusahaan. Namun hanya sebentar karena sang pemilik perusahaan mengharuskan karyawan nya melepas hijab yang ia kenakan.
__ADS_1
BERSAMBUNG
TERIMA kasih buat kakak yang selalu dukung karya receh Almahyra, tanpa kalian semua apalah arti Almahyra di siniπππππππππππ