
Makasih kk yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
Semoga kalian tidak pernah bosan membaca karya receh ku ya.
Makasih kk🙏🙏 😘😘💕💕
...👇👇👇👇👇...
Pak Amin sudah menunggu Anastasya di gerbang sekolahnya, dia melambaikan tangannya saat melihat sang Putri berjalan menuju gerbang.
''Putri... ?'' teriak Wulan dari parkiran motornya.
Anastasya menghentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara.
Wulan sudah ada di sampingnya dan berkata, '' Kamu pulang sama siapa?'' tanya Wulan, mesin motornya masih dalam keadaan menyala.
''Aku di jemput Bapak, itu sudah menunggu di depan gerbang.'' sahut Anastasya menunjuk sang Bapak.
'' Och, ya sudah kalau gitu aku duluan, oke.'' pamit Wulan pada sang teman baru tapi berasa sudah lama kenalnya, karena Wulan orang nya sangat cerewet, sedangkan Anastasya mudah berbaur dengan orang-orang baru di sekeliling nya.
Anastasya tak pernah berkecil hati karena masa lalunya yang sangat buruk, mulai di jauhi teman teman nya, selalu di bully sama orang orang, namun dengan kesabaran, Anastasya bisa memetik kebahagiaan yang sempat tertunda.
Dengan kehadiran Erlan, hari hari Anastasya selalu di liputi dengan kebahagiaan, biarlah masa lalu tenggelam dan di gantikan dengan kecerian dan juga kebahagiaan.
*******
Sesampainya di rumah, Anastasya sudah di tunggu oleh Bu Yuni, yang sengaja duduk di teras rumahnya.
''Assalamu'alaikum.'' ucap Anastasya menyalami tangan sang Ibu.
''Cepat pulang nya, bukannya kemarin bilang sampai sore ya.'' tanya Bu Yuni.
''Gurunya ada rapat Bu? makanya semua siswa-siswi nya di pulangkan sebelum jam pulang.'' jawab Anastasya menampilkan lesung pipinya yang menambah akan kecantikannya.
''Ibu? kalau anak mengucapkan salam tuh harusnya menjawab, bukan di cecar dengan pertanyaan.'' pak Amin menasehati sang istri.
''Iya, iya! Ibu lupa nggak jawab salamnya, jadi Pak Ustadz jangan ceramah, bosen Ibu dengernya?!'' celetuk Bu Yuni beranjak dari tempat duduknya menuju dapur, guna membuatkan teh hangat untuk suami tercintanya.
__ADS_1
Meski Bu Yuni kesal dengan sang suami, namun dia masih mencoba untuk tersenyum, Bu Yuni tak pernah memperlihatkan wajah cemberut nya pada Pak Amin.
Karena percuma, bukannya di rayu biar tidak cemberut lagi, tapi Pak Amin malah tambah ngeledekin sang istri.
itulah sebabnya Bu Yuni tak penah menampakkan wajah kesalnya.
''Bapak? Anas ke kamar dulu ya, mau menyalin pelajaran kemarin yang di pinjamkan teman.'' kata Anastasya yang di angguki oleh Pak Amin.
Anastasya merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur, dia memandang langit langit kamarnya yang ada beberapa yang bolong karena kebocoran.
''Andai aku bisa kerja dan sudah punya uang, aku ingin sekali merenovasi rumah ini, biar lebih enak lagi dihuni nya.'' gumamnya menghela nafas beratnya.
Anastasya memejamkan matanya, dia masih mengenakan seragam sekolah nya. tanpa ia sadari hari mulai sore, karena Anastasya sedang liburan dengan kewajiban wajibnya, yakni sholat.
Dia sangat menikmati tidurnya, entah itu karena lelah, atau mungkin karena ngantuk, author juga bingung?😁
Setelah jam 4 sore Bu Yuni masuk ke kamar putrinya, karena dia mendengar ponsel berdering sejak tadi.
Dilihatnya panggilan tak terjawab yang sudah menumpuk, Bu Yuni melihat nama yang melakukan panggilan pada putrinya.
''Ndok... ? ayo bangun sudah jam berapa ini, mentang mentang tidak sholat jadi mau tidur terus.'' Bu Yuni mengomeli Anastasya karena tidak mau bangun juga.
''Ibu? Anas masih ngantuk, bentar lagi ya bangunnya.'' tawar Anastasya membuat Bu Yuni berdecak.
''Terserah kamulah mau bangun atau nggak, tapi jangan nyesel ya.'' ujar Bu Yuni yang tidak di respon olehnya karena dia sudah terbang tinggi di alam mimpinya.
Ponsel Anastasya berdering kembali, dengan terpaksa Bu Yuni menerima panggilan tersebut karena ini panggilan yang sudah 100 kalinya (banyak amat thor) author cuma asal nebak saja ya🤭🤭🙏.
-''Assalamu'alaikum.'' ucap Erlan di seberang telfon.
-''Waalaikum salam.'' jawab Bu Yuni ragu ragu.
-''Ini Ibu ya, kemana adik Bu?!''tanyanya.
-''Adikmu lagi tidur nak Erlan.'' jawab Bu Yuni sambil terus mengoyang goyang kan tubuh Anastasya, namun lagi lagi tangan si Ibu di hempaskan oleh Anastasya.
-''Biarin sajalah Bu? jangan di bangunin kasihan, mungkin adik capek pulang dari sekolahnya, inikan hari pertama dia masuk sekolah barunya.'' ucap Erlan mencegah Ibu mertuanya membangunkan sang tunangan.
__ADS_1
-''Ya sudah kalu gituu Erlan pamit dulu Bu, nanti Erlan telfon adik lagi, assalamu'alaikum?'' pamit Erlan pada sang mertua, Erlan mematikan ponselnya setelah sang mertua menjawab salam nya.
-'' Waalaikum salam.'' jawab Bu Yuni mengakhiri obrolan nya dengan sang menantu.
Bu Yuni menyelimuti tubuh sang Putri, Bu Yuni terus memandang wajah anaknya yang sangat kelelahan.
''Nggak nyangka, Putri kecil Ibu sudah mulai dewasa, kemarin kamu masih kecil sayang? tapi sekarang kamu juga sudah menemukan tambatan hatinya, semoga kamu dan Erlan menjadi jodoh dunia akhirat.'' pesan Bu Yuni pada Anastasya, sedangkan Anastasya sendiri sedang mengarungi cerita indahnya di alam mimpi.
Bu Yuni mengelus rambut panjang Anastasya, lalu mencium dahi putrinya.
diapun beranjak dari tempat tidurtidur, Bu Yuni menutup pintu kamar putrinya pelan pelan, takut takut Bu Yuni membangunkan putri kenangannya.
Dilain tempat, pulang sekolah Erlan langsung membantu Kevin sang Abang di bengkel motor nya. setiap hari Kevin selalu di bantu Erlan dan kedua pegawainya yang juga.
Bengkel motor Kevin lumayan di minati oleh pelanggan di sana, dengan kegigihan Kevin dari dulu sampai sekarang yang di penuhi lika liku menuju kesuksesan nya yang sekarang.
Kevin sendiri sempat jatuh bangun dalam merintis kariernya sebagai montir, dan ini semua adalah hasil jerih payahnya selama ini, sampai dia mempunyai 2 karyawan yang baru beberapa bulan ia kerjakan di bengkelnya.
(hebat kan Kevin, biarpun dulunya kuli sekarang malah jadi bos) 😁😁😁
Otak author lagi seklek ya kk, jadi maaf kalau ngelantur 🙏🙏🙏.
Erlan selalu punya sepemikiran dengan Kevin, yaitu untuk selalu membahagiakan orang-orang yang ia cintai dan ia sayangi, terutama keluarga dan juga calon istri nya kelak.
Semoga yang jadi impian Erlan segera terkabulkan oleh sang Khalik.
impian yang yang begitu mulia menurut author ya kk.
Erlan begitu gigih belajar agar kelak ia sukses dan mencapai semua apa yang ia inginkan.
Begitu juga dengan Anastasya, sejak ia di masukkan ke sekolah oleh keluarga Erlan, Anastasya cukup sibuk mengejar pelajaran kemarin yang tidak ia ikuti.
Anastasya belajar dengan sungguh sungguh agar ia tidak mengecewakan keluarga tunangannya.
Sesekali ia juga tersenyum mendapat perhatian lebih dari keluarga Erlan, saudara saudara Erlan begitu baik pada Anastasya, dia sangat bersyukur karena sudah di beri keluarga yang selalu mendukung nya.
👉👉👉
__ADS_1