Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 130


__ADS_3

Di kediaman Aditama, Bu Widya sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah Putri.


''Mama mau kemana rapi banget?'' sapa Sandra tiba-tiba, yang membuat Bu Widya kaget dengan sapa'an sang puteri bungsu nya.


''Astaghfirullah, adek kebiasaan banget dech? kalau Mama jantungan gimana,'' tanya Bu Widya sambil mengelus dada-nya yang masih kaget dengan sapa'an anak-nya.


''Gituu saja kaget sich Ma? Sandra tanya, Mama mau pergi kemana, rapi begini dan ini lagi pakek hijab!'' celetuk Sandra memegang hijab yang di kenakan Bu Widya sang Mama.


''Bagaimana penampilan Mama, cantik nggak?'' tanya Bu Widya tanpa menjawab pertanya'an dari Sandra puteri nya.


''Sudah cantik kok Mah, emangnya Mama mau kemana sich, dan sejak kapan Mama bisa memakai hijab kayak gini,'' tanya Sandra beruntun dengan berbagai pertanyaan.


''Mama, mau ikut Putri ke pengajian ibu ibu di masjid,'' kata Bu Widya pada Sandra.


''Adek mau ikut Mama nggak?'' lanjut Bu Widya, yang masih muter muter nggak jelas di depan kaca di dalam kamar-nya.


''Emang Putri nggak kerja ya Ma?'' tanya Sandra balik pada Mama nya.


''Putri ambil cuti 2 hari ini, karena ada kegiatan dengan Ibu Ibu komplek,'' jawab nya. ''Kalau Adek mau ikut, Mama tunggu di bawah sekarang,'' kata Bu Widya menepuk punggung sang puteri.


''Kalau gituu tunggu Sandra ya Ma?''


''Mama tunggu di bawah sayang?'' sahut Bu Widya melangkahkan kakinya keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga secara perlahan, karena Bu Widya sekarang ini memakai baju gamis yang panjang, dan berwarna wardah, di padu dengan hijab warna peach.


Pak Aries yang sudah pulang dari kantor nya pun bertanya tanya setelah masuk ke dalam rumahnya, karena keberada'an Bu Widyayang duduk di sofa ruang tamu membelakangi Pak Aries. ''Siapa wanita berhijab itu, apa itu Putri,'' tanya nya pada diri sendiri.


''Bi? ada tamu ya,'' tanya Pak Aries pada asisten pembantu nya.


''Kayaknya nggak ada tuan,'' jawab Bi Siti sambil mengingat ingat kembali apa ada tamu yang belum ia beri minuman ataupun cemilan di meja.

__ADS_1


''Tapi kayaknya di ruang tamu ada perempuan berhijab dech Bi?'' kata Pak Aries lagi pada pembantu nya.


''Perempuan di ruang tamu itu ya tuan,'' tanya Bi Siti, Pak Aries pun mengangguk dan menatap ke arah ruang keluarga.


''Ya Allah tuan? itu nyonya Widya tuan?!'' kata Bi Siti lagi, sedangkan Pak Aries mengangkat satu alisnya tak percaya.


''Bi Siti nggak bercanda kan, nyonya kan nggak pernah pakek hijab sebelumnya,'' sahut Pak Aries memandang perempuan berhijab dari belakang.


Bu Widya yang mendengar percakapan Pak Aries dengan sang asisten rumahnya hanya menahan tawa, karena apa yang di katakan oleh Pak Aries memang benar adanya, Bu Widya tak pernah pakek hijab sebelumnya, bahkan Bu Widya selalu berpakaian sexy walau usianya sudah berlanjut.


''Ayo Ma, Sandra sudah siap nich,'' teriak Sandra pada Mama nya yang sibuk dengan ponselnya tersebut.


Pak Aries mengerutkan kening nya mendengar Sandra memanggil perempuan berhijab itu dengan sebutan Mama. Pak Aries pun beranjak pergi meninggalkan sang asisten, menuju ruang tamu.


''Mama?'' sapa Pak Aries, dia sangat terkejut melihat penampilan sang istri yang hampir 30 tahun bersama nya.


''Kenapa Pa? Mama cantik ya, pakek hijab kayak gini,'' tanya Bu Widya menggoda Pak Aries.


''Lha, kok Papa sudah pulang jam segini, ini masih siang lho,'' tanya Sandra pada Pak Aries, tapi Pak Aries masih fokus menatap Bu Widya, istri nya yang terlihat sangat cantik dengan pakaian muslimah nya.


''Papa!!'' pekik Sandra yang membuat Pak Aries terkejut dengan teriakan puteri nya.


''Ayo Ma? jangan pikirin Papa, biar Papa melamun di sana sendiri,'' ajak Sandra menarik tangan sang Mama.


''Lho sayang? Papa belum selesai ngomong sama Mama kamu!'' teriak Pak Aries ketika mereka berdua sudah berada di tengah pintu rumah nya.


''Ngobrol nya entaran aja lah Pa, kita pergi dulu takut telat sampai di sana,'' jawab Sandra nyaring sambil melambaikan tangan-nya, namun tak menghadap ke arah sang Papa.


''Adek gituu banget sama Papa,'' ujar Bu Widya setelah berada di dalam mobil nya.

__ADS_1


''Biarin lah Ma, biarkan Papa bertanya tanya dengan kepergo kita yang sekarang, biasanya kita hanya pakai baju di bawah lutut, tapi sekarang pakek gamis seperti ini,'' celetuk Sandra yang membuat Bu Widya menggeleng kan kepalanya pelan.


''Dasar kamu ya sayang?'' Ucap Bu Widya pelan.


Mereka menyusuri jalanan yang belum terlalu macet, karena ini masih jam kantor, jdi jalanan lumayan lengang, sehingga tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat Putri.


*-*-*-*-*-*-*


Di masjid yang letaknya tak jauh dari rumah Putri yang baru, sudah banyak di penuhi Ibu Ibu maupun Bapak Bapak, yang akan berbagi kebahagia'an bersama anak anak yatim, yang Putri undang 2 hari kemarin. Rencana itu sich sebenarnya secara mendadak, karena Putri juga baru berada di kompleks perumahan anggrek, tapi yang di rencana kan Putri sesuai rencana, malah banyak warga komplek yang menyetujui usulan dari Putri, sehingga terbentuklah sebuah pengajian yang akan menyambut 10 Muharram, 200 anak yatim yang Putri undang sudah berada di dalam masjid.


Namun acara masih belum di mulai, karena masih menunggu Ibu Ibu yang belum datang, sedangkan Putri sudah membantu Ibu Ibu yang lain menata makanan yang akan di bagikan kepada orang orang yang hadir di masjid.


Ada sebagian dana dari Ibu Ibu warga komplek yang di kasih kepada Putri untuk menyediakan makanan, karena Ibu Ibu komplek juga tau kalau Putri memiliki usaha catering.


Sebenarnya Putri sudah menolak dana yang mereka kumpulkan untuk membeli makanan dan juga snack box.


''Assalamu'alaikum,'' Ucap Bu Widya dan juga Sandra ketika sudah sampai di depan masjid.


''Waalaikum salam,'' jawab Putri dan juga Ibu Ibu yang sedang sibuk menata makanan di luar masjid.


''Masya Allah? Ibu cantik banget dengan pakaian muslim ini,'' Ucap Putri memuji Bu Widya yang terlihat sangat cantik.


''Mbak Sandra juga sangat cantik,'' lanjut Putri memuji kak Sandra yang berada di samping Bu Widya.


''Alhamdulillah, terima kasih Putri, sayang?'' jawab Bu Widya dan juga kak Sandra.


''Tapi hijab aku berantakan nich Putri,'' ucap kak Sandra menggembungkan pipinya.


''Sini biar Putri yang benerin kak?'' Putri tersenyum, diapun menghampiri kak Sandra, dan dengan segera Putri membenarkan jilbab yang di kenakan kak Sandra.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2