Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 155


__ADS_3

Di sisi lain rekan kerja Putri yang sama sama berada di Divisi marketing masih sangat terkejut, dengan akan kebenaran Putri.


''Nggak nyangka ya, ternyata Putri sudah menikah dan sedang hamil juga saat ini? tapi lebih terkejut nya lagi pak Erlan yang menjadi suami Putri,'' Gumam Rini pelan.


''Iya Rini, gue juga nggak nyangka akan seperti itu, dan mengetahui ini semua dari nona Sandra adek CEO kita?!'' sambung Bu Weni, kemarin kemarin Bu Weni sempat berpikiran negatif sama Putri, karena mendengar desas desus yang nggak benar juga dari si Agnes, ponakan tuan Aries Aditama tapi bo'ong. Agnes hanyalah anak dari teman tuan Aries yang kebetulan sedang mencari pekerjaan.


''Nggak usah heran lagi dech, yang bikin berita ini di sosmed pasti viral, kalau ternyata Putri adalah istri pak Erlan? dan...?'' kak Anjas menjeda omongan nya sejenak, sehingga membuat semua yang berada di dalam mobil menjadi penasran.


''Anjas kalau ngomong jangan di potong potong dong? bikin kesel saja,'' cerocos Rini yang emang sedang di landa penasaran.


''Ya kan biar kalian semua penasaran Rin!'' balas Kak Anjas santai, Rini dan Bu Weni sudah gregetan pada Anjas sesari tadi, akhirnya Bu Weni menimpuk Anjas dengan tas yang ia pegang saat ini.

__ADS_1


''Auwwh.... Bu Weni? ini namanya KDRT lho, aku bisa melaporkan kejadian ini pada pak pol!'' desis nya seraya mengusap bahunya yang sedikit sakit akibat timpukan yang di berikan Bu Weni.


''Biarin saja Bu Weni, aku juga ingin melahap orang hidup hidup ini,'' sambung Rini yang juga ikutan geram pada Anjas yang ngomongnya bertele-tele, bagi Rini dan juga Bu Weni.


''Putri adik angkat tuan Daniel juga, maksud ku kayak githu!'' sahut nya kesal. ''Lagian kalian sadis githu sich jadi perempuan, pantas saja laki-laki yang naksir klian pada kabur melihat tingkah arogan kalian itu,'' celetuk kak Anjas yang begitu kesal dengan rekan wanita nya.


''Sudahlah? kalian terusin saja pertengkaran kalian, aku turun duluan ya,'' ledek kak Intan yang turun dari mobil pak Seno. ''Dada?'' tambahnya lagi seraya melambaikan tangan kanan nya setelah mobil yang ia tumpangi mulai menjauh dari rumahnya.


''Huh!! ternyata laki-laki yang aku sukai ternyata sudah punya istri, dan istri nya ternyata adik angkat bos juga,'' keluh nya membuka pintu setelah memutar knop nya.


''Kalau gini kan jadi kangen orang tua kan?'' lirih nya, tak terasa air matanya pun keluar tanpa pamit.

__ADS_1


''Ibu, Bapak? Intan kangen kalian semua nya, maafkan Intan yang tak menuruti permintaan kalian agar membantu kalian di warung.'' gumam nya pelan, masih dengan tangisan nya Intan meraih ponsel di dalam tas nya, dan ia pun mencari nomer orang tuanya di kamu. Intan mulai menahan tangisnya dan mencoba mengatur suaranya agar tidak terdengar kalau dia habis menangis.


-''Hallo nak,'' sapa sang Ibu di seberang sana.


-''Hallo Ibu, assalamu'alaikum,'' jawab kak Intan seraya mengucapkan salam.


-''Iya, waalaikum salam?'' jawab sang Ibu.


-''Ada apa nak? kamu baik baik saja kan?'' tanya nya lagi yang mulai khawatir pada puteri nya yang berada di kota orang.


-''Intan baik baik saja kok Bu? Intan hanya kangen dengar suara Ibu,'' bohong kak Intan.

__ADS_1


-''Kalau kamu kany Ibu, harusnya kamu pulang nak?'' ujar sang Ibu.


Mereka berdua mengobrol sampai satu jam lamanya, karena hati ini Ibu Intan tidak lagi berada di warung nya. Setelah cukup lama mereka mengobrol akhirnya Intan mengakhiri telfonan nya.


__ADS_2