
Felisha hanya melihat ketidak akuran antara kakak beradik di depan
nya, sesekali Felisha menghembuskan nafasnya melihat tingkah laku sang suami yang menurutnya sangat kekanakan.
''Adek? nggak boleh itu.'' ucap Felisha pada sang Putra yang usianya beranjak satu tahun.
Putra kevin dan juga Felisha termasuk bayi aktif, masih berusia 9 bulan dia sudah belajar berdiri memegangi meja dan kursi.
Felisha berkacak pinggang saat melihat putranya memakan cemilan Omnya yang ada di atas meja.
''Ma'em ini saja ya sayang?'' tutur Felisha lembut dan menukarnya dengan biskuit.
''Dadada.'' celoteh sang Putra yang biasa di panggil Aam.
Semua orang yang berada di sana mentertawakan Aam.
Aam memang bertingkah layaknya sudah bisa berbicara, diusia Aam yang sekarang selalu menjadi hiburan buat Kevin, rasa lelah dan ngantuk tak pernah ia rasakan saat kelahiran Putranya kedunia fana ini.
''Ponakan Om pintar ya, Om kasih 2 jempol untuk Aam, dhe best pokoknya.'' Seru Erlan terkikik melihat sang ponakan yang gembul dan juga sehat.
''Kapan kapan Om akan bawa Auntie ke sini ya?!'' tutur Erlan mantap.
''Kira kira kapan kamu akan mengajak menantu Ibu ke sini.'' Sahut Bu Ristie menepuk bahu Erlan pelan.
''Ya nanti lah Bu? kalau dia sudah liburan, baru aku ajak dia kemari untuk menemui kalian semua, terutama si gembul ini.'' tutur Erlan mencubit gemas pipi sang ponakan, bukannya menangis Aam malah tertawa riang saat di cubit oleh sang Om.
''Sudah jangan di cubit lagi, sakit kali Dek Aamnya.'' Felisha menghalau tangan Erlan yang akan mencubit pipinya kembali.
Erlan terkekeh dan meninggalkan Felisha kakak iparnya.
''Tatatata'' Aam berceloteh saat di tinggalkan oleh Erlan, yang membuat seisi rumah riuh dengan tawaan dan celotehan Aam.
''Omnya masih mau belajar sayang? lusa baru bisa main sama Om lagi Oke.'' Ucap Felisha pada Aam putranya.
''Dadada.'' celoteh Aam lagi menunjuk ke arah sang Ayah.
''Aam mau gendong Ayah ya, oh anak Ayah sayang? endut banget sich kamu sayang.'' Ujar Kevin yang mendapatkan tepukan kecil dari Felisha sang istri.
''Apa sich sayanya, nepuk nepuk gitu, iri ya kalau Ayah lebih sayang sama Adek.'' canda Kevin yang membuat Felisha cemberut.
''Tuh lihat mamanya, jelek banget ya Dek kalau lagi cemberut kayak githu.'' Ledek Erlan pada sang istri.
__ADS_1
Aam melihat sang mama dan berceloteh, ''Tatatata.'' sambil menggeleng gelengkan kepalanya. mungkin kata Aam tak boleh meledek sang mama githu kali ya kk, Author juga kurang paham😁😁🙏.
Kevin membawa Anaknya ke teras rumahnya, karena di sana masih lumayan rame walaupun hari sudah mulai malam.
Selesai nya belajar Erlan berbaring di kasur empuknya, dia sesekali melihat ponselnya kalau kalau sang tunangan menelvonnya, namun lagi lagi Erlan merasa kecewa karena gadisnya tak ada kabar sama sekali, namun itu semua bukan salah Putri seutuhnya, karena Erlan sendiri lah yang berkata demikian, hanya demi memfokuskan diri untuk Ujiannya.
Erlan menghela nafas panjang dan menghembuskan dengan kasar.
''Sudahlah lebih baik aku tidur, besok harus bangun pagi.''Gumam Erlan dan memejamkan matanya, untuk menjelajahi dunia di alam mimpinya.
*-*-*-*-*-*-*-*-*
Putri mengawali paginya dengan senyuman manisnya, semenjak dia mengalami kecelakaan Putri tidak lagi membawa motor sendiri ke sekolah nya.
Putri selalu di antar oleh Pak Amin, Pak Amin selalu menyempatkan diri untuk mengantarkan anaknya ke sekolahnya.
Namun kalau pulang sekolah Putri selalu ada yang mengantarkan ke rumahnya, entah itu Dewi, Wulan, Sidul sepupu Erlan atau yang lainnya, begitu seterusnya.
Jadi Putri sangat bersyukur di kelilingi orang orang yang sangat sayang padanya.
''Sudah siap.'' Tanya Pak Amin saat melihat putrinya sudah rapi dengan seragam sekolahnya.
''Ayo kalau sudah siap Bapak antar kamu ke sekolah sekarang.'' Seru Pak Amin.
Putri naik ke motor nya yang di kendarai oleh sang Bapak.
''Nanti siang pulang bareng siapa nak?'' tanya Pak Amin lembut saat sudah berada di jalan raya.
''Belum tau Pak, nanti Putri kabari ya.'' tutur Putri tak kalah lembut nya.
''Ya sudah, kalau nggak yang antar kamu telfon Bapak saja ya.'' Pinta Pak Amin pada sang putri.
Putri mengangguk, ''Asiap Bapak ku yang ganteng?'' celetuk Putri, Pak Amin hanya terkekeh kecil mendengar perkataan sang Putri.
''Kok Bapak malah tertawa sich.'' tanya Putri, namun tak di jawab oleh sang Bapak.
''Sudah sampai, nanti malam lagi ngobrolnya ya, kalau masih mau ngomong sama Bapak sich.'' Ucap Pak Amin pada Putri.
''Ngobrolin apa ya Pak, ach sudahlah Pak, Putri masuk dulu oke.'' Seru Putri pada Pak Amin dan mencium tangan Bapak nya.
Putri bergegas masuk ke dalam kelas nya, dan di sana sudah ada Wulan dan juga Davin yang lagi ngobrol di dalam kelas, sedangkan yang lainnya masih berada di luar kelas karena belum ada Bel.
__ADS_1
''Pagi Davin, pagi Wulan.'' Ujar Putri menyapa sahabat dan jga temannya.
''Pagi juga sob.'' sahut Wulan melambaikan tangannya.
''Pagi juga cantik.'' Ucap Davin melambaikan tangannya pada Putri.
Putri mengerutkan alisnya dan tersenyum pada keduanya.
''Kena setan apa kamu Vin? manggil aku cantik githu.'' tanya Putri saat sudah ada di depan keduanya.
''Nggak mimpi apa apa kok, kan kamu memang cantik Put, sayang sudag ada yang punya, kalau belum ada yang punya, sudah aku jadikan pacar kamu Put.'' tutur Davin yang langsung mendapatkan tonyoran kecil dari Wulan.
Bel masuk berbunyi, semua siswa siswi memasuki kelasnya masing-masing.
Tak lama kemudian pintu di buka dan masuklah seorang Guru dan di ikuti oleh orang yang tak ia kenal.
Putri sibuk dengan buku bukunya, jadi dia tidak mengetahui kalau Guru nya sudah memasuki kelasnya.
''Pagi anak anak.'' Sapa Bu Wiwit pada murid nya.
''Pagi Bu.'' jawab semua siswanya.
Bu Wiwit memperkenalkan seorang siswa baru pindahan dari sekolah sebelah.
''Reno, perkenalkan diri kamu pada semua teman temannya.'' Suruh Bu Wiwit pada murid barunya.
''Perkenalkan, nama saya Reno, dan saya anak pindahan sekolah sebelah.'' Ucap Reno yang di angguki semuanya.
Putri tercengang melihat seorang cowok di depan, yang memperkenalkan diri sebagai murid baru.
''Bukankah itu Reno, kenapa dia masuk ke kelas 1,harusnya kan dia sudah kelas 3.'' gumam Putri pelan, namun gumaman nya masih terdengar oleh Wulan dan Davin yang duduk di belakangnya.
''Kamu kenal sama cowok baru itu.'' Bisik Wulan pada Putri, Putri mengangguk pelan.
''Beneran kamu kenal cowok itu.'' Tanya Wulan lagi, namun sekarang bukannya berbisik lagi tapi aga keras nanyanya pada Putri.
👉👉👉👉
Makasih dukungannya kakak, tanpa kalian apalah Asih di dunia novel ini.
Makasih semuanya yang sudah mampir di karya receh ku, 🙏🙏😘😘💕💕
__ADS_1