
Sudah seminggu Erlan dan Anastasya bertunangan.
Kini hari hari Anastasya di isi dengan senyuman, dia sesekali melihat cincin yang melingkar di jari manisnya.
''Nggak nyangka aku sudah punya tunangan di umurku yang sekarang.'' Gumamnya, Anastasya guling guling di kasurnya.
''Ya Allah terimakasih engkau sudah mengabulkan sebagian dari do'a do'aku.'' ucapnya memejamkan matanya.
''Ndok?'' panggil Bu Yuni dari luar kamar anaknya.
''Iya Bu?'' sahut Anastasya lalu membuka pintu kamarnya.
''Ada apa Bu?'' tanyanya waktu sudah berhadapan dengan sang Ibu.
''Itu? di luar ada Nak Erlan.'' jawabnya merapikan rambut putri nya yang acak acakan.
''Lho dia kok kesini lagi, emangnya mau ngapain Bu?'' tanya Anastasya penasaran.
''Emangnya nggak boleh kesini lagi Erlan nya.'' bukannya menjawab pertanyaan sang anak, Bu Yuni malah balik bertanya.
''Ya sudah sanah? dari pada penasaran kayak gini, cepat temui Nak Erlan sekarang juga.'' suruh Bu Yuni mengelus pundak sang putri.
Anastasya mengangguk dan mau memasuki kamarnya lagi, tapi tangan Anastasya di pegang oleh Bu Yuni.
''Mau kemana? kok malah mau masuk ke kamar lagi.'' tanyanya memegang tangan Anastasya.
''Anas mau ganti baju Bu, mau pakek jilbab.''ucap Anas malu malu.
''Nggak usah ganti baju? pakek gini aja dulu.'' ucap sang Ibu lalu menuntun Anastasya ke ruang tamu, di mana sang tunangan berada.
''Nak Erlan ini putri Ibu?'' ujar Bu Yuni mendudukkan Anastasya di sebelah Erlan.
''Kalian ngobrol saja dulu? Ibu bikinin minuman.'' ucap sang Ibu berlalu dari ruang tamu.
Mereka berdua saling diam tak tau harus memulai dari mana obrolannya, dan tak berapa lama Bu Yuni datang dengan nampan yang berisi cemilan dan juga teh hangat.
''Ayo di minum dulu Nak Erlan.'' ucap Bu Yuni setelah menaruh teh beserta cemilan di atas meja.
''Iya Bu, makasih.'' sahut Erlan sopan.
''Ya sudah Ibu pamit kebelakang dulu, kalian ngobrol saja.'' ucap Bu Yuni berlalu.
''Di minum tehnya kak.'' ucap Anastasya pelan tapi masih di dengar Erlan.
__ADS_1
''I... iya makasih.'' jawab Erlan gugup.
Selesai mempersilahkan minum suasana nya kembali menjadi hening kembali.
''E... emz sayang? aku ke sini mau mengajak kamu ke rumah sekalian mau pamit juga sama Ibu dan juga Bapak.'' Ucap Erlan ragu ragu.
''Pamit!'' ucap Anastasya membelalakkan matanya karena kaget.
''Iya? aku mau balik ke perantauan sekalian mau menyelesaikan sekolah aku di sana.'' jawab Erlan memperdekat duduknya dan mengambil tangan sang tunangan.
''Secepat inikah kamu balik ke perantauan?!'' tanya Anastasya yang tak rela Erlan pergi jauh dari dirinya.
''Kamu nggak usah khawatir gituu sayang? aku kesana kan untuk menyelesaikan studiku di sana, lagian orang tua kakak cuma ijin 1 minggu, ini saja sudah telat 2 hari dengan alasan nenek nggak enak badan.'' ucap Erlan memperjelas kepergiannya.
''Nggak usah sedih gitu ya? kakak akan sering telfon kamu kok.'' ujar Erlan mengusap pipi Anastasya yang mulai basah karena tangisannya.
''Nggak boleh cengeng gitu ach, jelek tau?!'' goda Erlan yang sukses bikin Anastasya tersenyum.
''Iiich... ? jahat banget sich?!'' memukul lengan Erlan.
Erlan menangkap tangan Anastasya dan memeluk nya, Anastasya membalas pelukan dari Erlan.
Erlan membisikkan sesuatu pada sang pujaan hati.
''Kepergian ku untuk kembali, dan aku akan membawamu kesana setelah aku sukses.'' Anastasya mempererat pelukan nya membuat Erlan susah untuk bernafas.
Anastasya melonggarkan pelukan nya dan bergumam. ''Maaf?''
Erlan mendongakkan wajah Anastasya untuk bisa menatapnya.
''Dengarkan kakak? kakak sangat sayang sama kamu, 2 tahun kita pacaran jarak jauh, tak membuat kakak bosan untuk selalu menelvonmu, walaupun kakak capek pulang sekolah langsung bekerja? tapi rasa capek kakak hilang setelah mendengar suaramu.'' Ucap Erlan mengusap pipi Anastasya.
Anastasya mengangguk dan memegang tangan Erlan.
''Iya, Anas percaya sama kakak? maafin Anas yang terlalu egois.'' sahut Anastasya mencium tangan Erlan.
''Ya sudah jangan nangis lagi, entar di kira di apa-apain lagi sama Ibu.'' Ucapnya melepaskan tangan Anastasya dan menyuruh nya untuk ganti baju.
Anastasya mengangguk dan meninggalkan Erlan di ruang tamu sendirian.
30 menit kemudian Anastasya keluar dari kamarnya dengan memakai baju muslimah berwarna Army.
Semenjak dia lulus sekolah di SLTP Terbuka Anastasya selalu memakai pakaian Muslimah kalau keluar rumah, sedangkan di dalam rumah Anastasya masih memakai baju biasa yang sehari-hari ia pakai.
__ADS_1
Anastasya berjalan menghampiri Erlan sang tunangan di ruang tamu.
'''Berangkat sekarang kak.'' Tanya Anastasya dan duduk di samping Erlan.
Erlan membulatkan matanya melihat penampilan Anastasya yang sangat berbeda dari hari-hari nya.
''Kak Erlan kenapa? kok lihat aku kayak gitu, ada yang salah ya sama penampilan aku.'' tanya Anastasya melihat dirinya sendiri.
''Nggak kok sayang? kamu cantik banget pakek baju kayak gini.'' sahut Erlan yang terus memandang sang tunangan dengan penuh kekaguman.
''Ya Allah ternyata tunangan ku sangat lah cantik, aku sungguh sangat berdosa sekali karena dulu aku selalu merendahkan dia?!'' Erlan membatin
Sedangkan Anastasya melambai lambaikan tangannya di depan muka Erlan, namun Erlan tidak merespon sama sekali.
Tak ada respon dari Erlan Anastasya menepuk-nepuk lengan sang tunangan.
Erlan yang di tepuk pun kaget membuyarkan lamunannya.
''Kenapa sayang?'' tanya Erlan lembut.
''Jadi nggak perginya kak.'' jawab Anastasya setengah kesal.
Erlan tersenyum dan mengelus puncak kepala Anastasya. ''Iya jadi kok sayang, oia Ibu mana.'' tanya Erlan karena tidak melihat mertuanya.
''Ibu pergi, tadi aku sudah bilang kok sama Ibu kalau kak Erlan ngajak aku ke rumahnya.'' sahutnya menurunkan tangan Erlan yang masih bertengger di kepalanya.
''Ayo berangkat sekarang.'' ajak Erlan menggandeng Anastasya, Anastasya juga tak menolak tangannya di pegang Erlan.
Erlan menyalakan mesin motor nya dan menyuruh Anastasya untuk naik ke atas motor sport nya.
''Pegangan sayang biar nggak jatuh.'' celetuk Erlan menarik tangan Anastasya dan melingkar kan tangan di perutnya.
Anastasya sempat menolak tindakan spontan Erlan, namun Erlan tak mau melepaskan tangan Anastasya, jadi mau tak mau Anastasya memeluk Erlan sang tunangan.
Erlan melajukan motor nya melintasi jalanan ber aspal hitam, tanpa waktu lama motor sport merah Erlan sudah bergabung dengan motor-motor yang lain di jalan Raya,
Erlan sengaja cuma memberi tahu Anastasya hanya untuk datang ke rumahnya saja, namun kenyataan nya Erlan membawa Anastasya ke swalayan dulu sebelum ke rumahnya Erlan.
👉👉👉👉
Makasih kakak yang sudah dukung karya receh AL-MAHYRA.
semoga kalian semua suka sama ceritanya ya.
__ADS_1
dan Jangan lupa like, komen, vote dan hadiah nya.
Terima kasih 🙏😘💕🙏😘💕