
Anastasya dan semua temannya sengaja tidak keluar kelas di waktu istirahat ke 2 nya.
mereka memilih berada di dalam kelas membahas rencana liburan nya.
Anastasya hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar, karena teman temannya bertanya tiada henti.
''Nanti aku kabari oke, kalau udah dapat ijin dari laki gue.'' ujar Anastasya yang di sambut tertawaan para teman temannya.
''Kapan lho meryd! sudah bilang laki.'' celetuk Dewi yang di angguki semuanya.
''Lha.. ? benar kan laki gue, kak Erlan kan emang laki-laki, bukan waria.'' sahut Anastasya yang langsung dapat sentilan kecil dari teman sebangku nya.
''Kamprett lho Put?!'' ucapnya, Anastasya hanya menanggapi dengan cengiran khasnya. dan yang lain hanya bisa menepuk jidad nya masing-masing, karena ulah mereka bertiga.
Anastasya sekarang menjadi orang yang kocak, ceria dan sesekali suka ngelawak di depan teman temannya.
Dia tidak malu malu lagi di sekolah nya. Dia mencoba menjadi orang yang selalu ada buat semua teman temannya.
Anastasya tidak pernah memilah milih teman, baginya semua temannya adalah yang terbaik.
Anastasya sempat merasa minder, melihat semua temannya baik padanya. namun karena dorongan dari sang kekasih, Anastasya menjadi sosok yang ceria dan kocak abis.
Dimana ada Anastasya pasti di sana juga ada lawakan lawakan kecil dari-Nya.
Anastasya mengusap dahinya yang di sentil oleh Dewi.
Dan tak lama setelah belum masuk di bunyikan, Pak Darso memasuki kelas 1 B, dimana Anastasya dan semuanya berada.
Pak Darso akan mengecek data yang akan ikut liburan lusa.
''Davin, mana buku catatannya yang bapak suruh catat kemarin.''tanya Pak Darso pada muridnya.
Davin mengambil buku yang di minta pak Darso, dia mengeluarkan dari dalam tasnya.
''Sudah di catat disini semua?'' tanyanya lagi waktu Davin memberikan buku tersebut.
''Belum Pak, Putri masih belum mendaftarkan dirinya, mau ikut apa nggak.'' jawabnya menoleh ke arah Putri.
Putri hanya cengengesan melihat semua temannya memperhatikan nya.
''Gimana Putri?'' tanya Pak Darso.
''Mau ikut nggak liburan lusa.''tanyanya lagi, Anastasya yang di panggil Putri punhanya garuk garuk kepalanya nggak jelas.
''Putri belum ijin sama pangerannya pak.'' celetuk Wulan yang langsung di pelototi oleh Anastasya.
''Kalau Bapak boleh tau, siapa pangeran Putri.'' tanya Pak Darso penasaran.
__ADS_1
''Ech, denger nggak? Pak Guru kepo nich mau tau pangeran Putri.'' ucap Dewi spontan, yang lain hanya tertawa dengan kelakuan teman yang satu ini.
''Hush.... nggak boleh gitu, itu namanya nggak sopan.'' ujar Anastasya yang membuat semua temannya terdiam.
''Yang di maksud pangeran itu tunangan saya Pak.'' ucap Anastasya sopan.
Pak Darso mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.
''Kalau sudah dapat ijin dari tunangan ku, nanti saya hubungi Davin Pak.'' Ucapnya.
''Baiklah, kalau gitu kalian boleh pulang.'' kata Pak Darso, semuanya bergegas keluar dari kelas setelah Pak Darso keluar lebih dulu dari kelas 1B.
Di parkiran sekolah sudah ada sang pangeran yang sudah menunggunya.
Anastasya menutup mulutnya kaget, dengan kedatangan Erlan di sekolahnya.
''Sayang? sini.'' panggil Erlan melambaikan tangannya pada Anastasya.
Anastasya hanya bengong, karena kedatangan Erlan yang begitu mendadak.
''Emangnya kamu nggak kangen sama kakak?'' tanya Erlan yang sudah ada di depannya.
Anastasya menggeleng, dia masih tidak percaya dengan keberadaan Erlan di sekolahnya.
Tanpa aba aba dari Anastasya, Erlan memeluk sang kekasih, di kecupnya dahi Anastasya yang langsung membuat gaduh di area parkir sekolahnya.
''Apa sich kalian kepo banget.'' ucap Anastasya malu malu.
''Kak Erlan kok nggak bilang kalau mau pulang?!'' tanya Anastasya menepuk lengan Erlan.
''Kalau aku bilang akan pulang, bukan suprise lagi dong sayang?'' ucapnya mengelus puncak kepala Anastasya.
Wulan menghampiri Erlan dan juga Anastasya, ''Cepat bawa pulang kak, langsung karungin biar nggak lari larian lagi.'' cetus nya tertawa.
yang lain juga ikutan tertawa, mendengar ocehan Wulan yang mulai ngawur.
''Awas saja entar.'' ancam Anastasya pada Wulan sang teman.
yang diancam hanya nyengir kuda dan langsung kabur keluar gerbang.
Karena kebetulan Wulan tidak membawa motornya karena dia nebeng sama Davin tetangganya.
''Ya sudah yuck pulang, sudah mau sore juga nich.'' ajak Erlan pada sang kekasih. Erlan menggenggam tangan Anastasya sampai ketempat motornya berada.
Erlan menaruh motornya di depan gerbang sekolah Anastasya.
Anastasya tersenyum melihat orang yang dia kangenin berada di dekatnya sekarang.
__ADS_1
''Kenapa sayang? senyum senyum gitu, aku tampan ya.'' ucap Erlan memandang sang gadis yang kedapatan diam diam memandang nya.
''Apa'an sich kak?'' rengek nya kayak anak kecil.
''Kakak ganteng ya, kok di liatin terus menerus.'' ujar Erlan mengoda sang kekasih.
Anastasya hanya tersenyum, dia tersipu malu ketahuan memandangi wajah sang pangeran.
''Iya, kak Erlan tambah ganteng, puas?!'' ucapnya menutup mukanya yang sudah memerah karena malu.
''Kakak nggak kelihatan wajah mu sayang?'' kata Erlan memegang tangan Anastasya dan menurunkan tangannya dari wajah Anastasya.
''Ich, kapan pulangnya kalau ngobrol terus.'' ucap Anastasya mengalihkan topik pembicaraan nya.
Erlan tertawa lepas, ''Ayo naiklah.'' ucap Erlan ketika sudah ada di motor sport merah nya.
''Putri pakek rok panjang akak?'' sahut sang gadis memainkan matanya.
''Ya tinggal naik saja sayang? apa kakak gendong, mau kakak gendong.'' ucap Erlan yang langsung di pelototi sang kekasih.
''Naik motor saja di penuhi adegan drama dulu.'' celetuk Sidul dari dalam gerbang Sekolah nya.
''Kak Sidul, apa'an sich? bikin bete' saja.'' ujar Anastasya yang mulai naik ke motor sang tunangan.
''Pegangan yang kenceng, takutnya kamu jatuh di jalan, laki lho thu kalau naik motor bukan main kenceng nya.'' ucap Sidul mengingatkan Anastasya.
Erlan mengabaikan omongan sepupu nya yang suka bener, namun Anastasya sudah beberapa kali berboncengan dengan sang tunangan.
Di perjalanan pulangnya Anastasya memberi tahu Erlan, kalau lusa di kelasnya bakalan mengadakan liburan.
''Oia kak, di sekolah mengadakan liburan, Putri boleh nggak ikutan acara tersebut?'' yanya Anastasya takut takut pada Erlan.
''Ya ikut sajalah sayang? kan itu acaranya sayang di sekolah.'' jawab Erlan sambil terus menggenggam tangan Anastasya yang kebetulan memeluk perut Erlan.
''Putri takut nggak di ijinin sama kak Erlan, karena itu Putri belum mengisi daftar ikut.'' ucapnya, Erlan tersenyum mendengarkan celotehan sang gadis.
''Jadi Putri di ijinin nich kak.'' tanyanya yang di angguki oleh Erlan.
''Makasih ya pangeran kyu?'' ujar Anastasya tersenyum, Anastasya menyatukan tangannya memeluk sang tunangan, Erlan ikutan bahagia melihat sang gadis tersenyum, meski hanya lewat kaca spion motor nya.
👉👉👉👉👉
Makasih yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
Semoga tidak membosankan ya kak.
Dan jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya kak,
__ADS_1
Makasih 🙏🙏💕😘