Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 52 Kejailan Wulan dan Dewi


__ADS_3

Erlan dan Putri duduk di pinggir pantai, suara deburan ombak begitu menderu, ia berlomba-lomba menuju ke pinggiran pantai guna menghempaskan air air tersebut.


Putri sesekali tersenyum ketika air mengenai kakinya.


''Sayang, kamu bawa baju ganti nggak?'' tanya Erlan pada gadisnya.


Putri mengangguk, ''Emangnya kenapa kak.'' tanya Putri menatap wajah Erlan.


''Nggak apa apa kok? kalau githu kita ke sana yuck.'' ajak Erlan menunjuk ke arah yang terkena deburan ombak.


''Nggak ach kak, Putri takut tenggelam.'' ujar Putri yang emang nggak bisa berenang sama sekali.


''Tenang saja sayang? ada kakak di sini, lagian nggak bakalan tenggelam juga kok sayang?!'' seru Erlan mengelus puncak kepala tunangan nya.


Sedangkan di sisi lain Wulan dan yang lainnya sudah menyeburkan diri saat ada ombak menghampiri nya.


Wulan begitu riang di saat dirinya diterpa ombak yang sedikit besar, sesekali suara tawa Wulan dan yang lainnya terdengar ke tempat Erlan dan juga Putri.


''Ech lihat tuh, yang lagi kasmaran mesra banget.'' kata Wulan menunjuk ke arah Erlan dan Putri.


''Biarin sajalah, toh mereka sudah resmi jadi tunangannya.'' seru Davin memandang Erlan dan Putri.


Erlan menarik tangan tunangannya agar mengikutinya ke arah yang lumayan ada airnya, walau tidak dalam.


Namun Putri menolak dan mau melepaskan tangan Erlan darinya.


akhirnya terjadilah tarik menarik satu sama lain.


''Lepaskan tangan Putri kak, Putri takut di sana dalam, Putri nggak bisa renang.'' ujar Putri yang terus merengek pada sang tunangan.


''Ayolah sayang? kamu nggak bakalan tenggelam kok, ada kakak yang jagain.'' bujuk Erlan.


''Tuh lihat semua teman kamu yang di sana, airnya cuma selutut doang, tuh lihat sendiri.'' ucap Erlan menunjuk ke arah teman teman Putri.


Putri memandang temannya sekilas, dan mengangguk pada Erlan, akhirnya Putri mau di ajak basah basahan walau harus di bujuk bagaikan anak kecil.


''Putri!! kenapa belum mandi juga, asik tau? rugi kalau nggak nyebur.'' teriak Wulan pada sahabatnya, di saat Putri mau berjalan kearah yang ada airnya.


''Sudahlah, biarin mereka berdua jangan di ganggu, kasian.'' ujar Davin pada Wulan.


''Iya bener tuh Lan, lagian masih ada waktu buat nanti sore.'' seru Dewi membenarkan ucapan Davin namun nanti sore bakalan di jailin oleh mereka berdua.

__ADS_1


Wulan tersenyum miring, mendengar celotehan Dewi.


Davin buru buru mengusap wajah Wulan dan juga Dewi secara bersamaan.


''Jangan ngelamun kayak githu, entar kesambet lagi, aku juga kan yang susah.'' ledek Davin yang tau maksud senyuman miring dari temannya.


''Jangan macam macam kalian sama Putri, nggak lihat apa ada tunangannya di samping Putri.'' ucap Davin lagi, namun tidak di respon oleh ke-duanya.


''Laki-laki tidak boleh ikutan, Oke.'' sahut Wulan dan juga Dewi.


Davin mengerutkan alisnya mendengar ucapan Wulan dan Dewi yang hampir bersama'an.


Anastasya Putri tidak melepas pegangannya pada lengan Erlan, dia begitu takut di saat ada ombak besar menuju kearahnya, dengan sigap Erlan menjaga gadisnya dari serangan ombak tersebut.


Mereka berdua terseret diwaktu kena hempasan ombak besar, namun bukannya menangis, Putri malah tertawa terbahak-bahak, mengingat ia dan Erlan di hempaskan ke tempat yang lebih tinggi, atau pinggiran pantai.


Erlan mengangkat satu alisnya melihat sang gadis yang tertawa lepas.


''Sayang? kamu kenapa kok tertawa githu.'' tanya Erlan penasaran.


''Emangnya Putri kenapa gitu kak, Putri nggak kenapa napa kok.'' sahut Putri menghentikan tawanya.


''Ya anech saja sayang, kan nggak ada yang lucu terus kenapa kamu tertawa sampek begitu.'' ujar Erlan pada sangat wanita.


''Ech, udahan ayo kak? kita makan sekarang, laper...?!'' ajak Putri sambil mengelus ngelus perutnya.


''Ya sudah ayo.'' Erlan menggandeng tangan Putri menuju tempat di mana tasnya berada.


Ternyata di sana sudah banyak orang yang lagi makan.


''Kirain pasangan romantis kita nggak laper, ech! ternyata laper juga.'' ucap Wulan yang langsung di pelototi Putri.


''Apa'an sich Lan, aku juga laper kali.


lagian aku nggak bakalan minta makanan kamu kok.'' ujar Putri membalas ledekan Wulan.


''Lagian siapa juga yang mau berbagi sama kamu, weekk?!'' Wulan menjulurkan lidahnya keluar.


Putri tersenyum, ''Siapa juga yang mau, makanan Putri banyak kok.'' balas Putri, Erlan hanya menggeleng kan kepalanya tak mengerti isi otak gadisnya.


Erlan menyuapi Putri agar dia berhenti berdebat dengan sahabat nya.

__ADS_1


''Ack..., sayang?'' ucap Erlan mulai menyuapi Putri tunangan nya.


''Cie...? bikin baper saja dua sejoli ini.'' ujar Rayhan menghentikan suapan nya.


''Iya nich, bikin iri saja.''seru Dewi mencebikkan bibirnya.


Putri hanya menanggapi dengan senyuman mengejek, lantas mereka semua memonyongkan bibirnya melihat senyuman Putri.


''Nggak usah di dengerin, makan saja dulu biar kenyang, habis ini kita keliling keliling, Oke.'' bisik Erlan yang terus menyuapi Putri, Putri memandangi Erlan dan bergumam.


''Ya Allah, sungguh beruntung nya Putri di kasih jodoh yang sangat perhatian dan juga mengerti Putri.'' gumamnya, namun gumaman kecil Putri masih di dengar Erlan walau hanya sekilas.


Erlan tersenyum dan mencium kening Putri, Erlan tak merasa malu walau sebagian dri teman Putri ada yang melihat nya, ''Toh yang di cium juga tunangan aku.'' batin Erlan menatap wajah sangat gadis.


''Sudah kak? Putri sudah kenyang banget, nanti Putri gembrot gimana?!'' ucap Putri yang langsung mendapatkan sentilan dari sang tunangan.


''Cuma makan segini nggak bakalan gembrot lagi sayang, walaupun gembrot tapi kakak tetap suka kok, tenang saja.'' goda Erlan, Putri menepuk lengan Erlan karena omongan Erlan barusan.


''Udah ach, katanya mau ngajak keliling Putri.'' ucapnya mengalihkan pembicaraan nya.


Erlan memasukkan tempat bekal yang sudah kosong ke dalam tas, lalu Erlan meraih jaketnya dan di pakaikan pada Putri, karena mereka akan berkeliling menyusuri pantai berpasir putih.


Erlan terus menggandeng tangan Putri sampai ke tempat yang lumayan jauh, siapa sangka Wulan, Dewi, Davin dan juga Reyhan mengikuti mereka berdua.


''Kayaknya Putri sekarang tidak membutuhkan kita kita lagi ya.'' ucap Dewi memulai obrolan nya dengan ke tiga temannya.


''Kan sudah ada my lovely.'' sahut Reyhan yang langsung di tertawakan oleh ketiganya.


Putri melihat ke belakang, ''Emang kalian nggak capek menggoda kami.'' ucap Putri melipat kedua tangannya.


Wulan dan Dewi menggeleng, ''Habisnya kamu tak menghiraukan kita berdua.'' sahut Dewi sedih.


''Kan kalian ber empat, lengkap untuk pasang pasangan.'' celetuk Putri, Erlan memandang sang gadis dan menggeleng untuk tidak meneruskan ucapannya lagi pada kedua sahabatnya.


Putri menghampiri Wulan dan juga Dewi, dia meminta maaf atas ucapannya barusan, yang mungkin kedua sahabatnya bisa sakit hati padanya.


Putri sangat bersyukur karena sang pangeran mengingat kan dirinya.


👉👉👉👉


Makasih kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya kak. makasih 🙏🙏😘😘💕💕


__ADS_2