Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 138


__ADS_3

Pak Daniel masih menatap ku dengan tatapan dinginnya, mungkin kalau orang lain bakalan takut kali ya, tapi itu semua nggak berarti bagi Putri, gadis kecil pemberani, namun hanya karena dia nggak punya salah apapun sama sang Bos.


''Sudah, joget joget nya?'' tanya Pak Daniel yang membuatku mengembangkan senyuman manisku pada sang atasan.


'''Kalau boleh jujur sich? masih kurang Pak, lagian musik-nya juga sudah di matiin sama kak Weni,'' jawab Putri sambil memainkan ujung jilbab nya.


''Berani sekali sich Putri sama Pak Daniel, apa dia nggak takut apa kalau sampai dia di pecat sama CEO langsung?'' Gumam kak Rini seraya melirik ke arah ku dengan tatapan penuh arti.


''Sebenar-nya kamu itu mau kerja atau mau joget di kantor ini!'' tanya pak Daniel lagi kepada Putri, namun dengan perkataan yang sangat lembut .


''Ya, mau kerja lah Pak? tadi kan kerja'an Putri belum ada? jadinya Putri joget joget, ya anggap saja senam pagi gitu Pak?'' jawabnya dibsertai kekehan yang unfaedah sama sekali. ''Sebelum memulai aktivitas di pagi hari, Putri selalu mengawali nya dengan do'a, dan juga peregangan otot dulu, biar otot otot nya nggak kaku ketika mengetik tombol tombol keyboard yang ada di laptop pak?!'' jelas Putri tanpa merasa takut sama sekali, bahkan di sertai dengan senyuman kecil, yang membuat Pak Rijal sang sekretaris hanya geleng-geleng kepala.


''Astagfirullah? kenapa Mama bisa suka sama gadis kecil yang nyebelin ini sich?!'' batin Pak Daniel mengusap wajah-nya dengan kasar.


Tok... Tok... Tok...


Tiba-tiba pintu ruangan Divisi marketing di ketuk oleh seorang gadis cantik yang mengenakan hijab putih pasmina panjang.


''Assalamu'alaikum?'' Ucap sang gadis cantik mengucapkan salam pada semua orang di dalam ruangan Divisi marketing tempat kerja Putri.


''Waalaikum salam.'' jawab mereka semua, yang ada di dalam ruangan hampir berbarengan.


''Maaf Pak? saya mau bertemu dengan kak Anjas?'' jelas nya, nampak sekali dia memegang sebuah berkas di kedua tangan-nya.


Putri yang mengenal gadis cantik dengan memakai baju kerja, dan juga hijab putih yang berdiri di ambang pintu pun beranjak dari tempat nya berdiri, dia melewati sang atasan begitu saja. ''Mbak Iroh kan?'' sapa Putri yang sudah berada di dekat sang gadis tersebut.


Pak Daniel menatap gadis kecil yang berdiri di ambang pintu, dengan beberapa berkas di tangan-nya pun, terpesona akan keanggunan sang gadis tersebut, Pak Daniel mengangkat satu alisnya ke atas, dan melihat dengan seksama gadis kecil yang berada di depan gadis yang petakilan dan juga aneh menurut Pak Daniel, tak lain adalah adeknya sendiri, lebih tepatnya adek angkat.

__ADS_1


''Cantik?'' Gumam Pak Daniel pelan sehingga tak ada yang mendengar gumaman nya.


Pak Daniel terlihat menyunggingkan senyuman-nya di saat para karyawan fokus pada Putri dan juga Khumairoh, namun di panggil Iroh oleh Putri sang adek.


''Iya, kamu Putri kan?'' jawab Khumairoh sekaligus balik tanya pada Putri.


''Iya, aku Putri Mbak? lebih tepatnya Anastasya Putri,'' ucap Putri memperkenalkan nama lengkap-nya.


''Iya aku tau kok nama lengkap kamu, tapi kamu lebih terkenal cewek petakilan di kampus, iya kan??'' Khumairoh lantas terkekeh dengan sebutan cewek petakilan pada teman kampus yang beda jurusan itu.


''Ech ech? maaf bukan maksud menyinggung atau gimana Putri, maaf ya?'' Kata Khumairoh tak enak hati karena mengatakan Putri cewek petakilan.


''Yang itu nggak usah di bahas Mbak, malu? banyak orang yang liat!'' bisiknya seraya cengengesan.


''Nggak apa apa kok mbak? santai saja mah kalau sama Putri,'' lanjut Putri menepuk telapak tangan Khumairoh.


Hemm... Pak Daniel berdeham menghentikan obrolan keduanya.


''Ach iya, Putri lupa Pak? kalau masih ada Bapak di ruangan ini?'' jawab Putri dengan enteng nya, sedangkan semua teman se ruangannya hanya bisa menepuk jidad, melihat kekonyolan Putri hari ini.


''Parah banget nich Putri?'' batin kak Anjas.


''Ach iya Pak? kenalin ini Mbak Khumairoh teman sekampus Putri,'' kata Putri mengenalkan Khumairoh pada sang atasan.


''Mbak Khumairoh, ini CEO kita di kantor ini,'' Ucap Putri menoleh ke arah Khumairoh.


Khumairoh yang di tatap pun langsung menunduk malu, Khumairoh terus menundukkan kepala nya di hadapan Pak Daniel CEO perusaha'an ini, di mana tempat dia bekerja sekarang.

__ADS_1


''Waduh parah si Putri, masak ia ngomong sama CEO kita kayak gitu sich,'' batin Khumairoh merutuki kelakuan Putri yang bar bar seperti sekarang ini.


''Emang ada uang jatuh di bawah, sehingga kamu menatap pantai terus dari tadi,'' ucap Pak Daniel dingin yang membuat mbak khumairoh gemetar mendengar nya.


''Maaf Pak, saya Khumairoh dari Divisi keuangan, dan saya kemari di suruh Pak Erlan untuk mengantar berkas ini pada kak Anjas yang berada di ruangan ini,'' jelas mbak Khumairoh yang tetap menundukkan kepala nya. Namun tak menunduk seperti tadi.


''Mbak Khumairoh, kerja bareng Mas Erlan,'' celetuk Putri yang langsung menutup bibir merah muda nya. Karena langsung di pelototi Pak Daniel.


Pak Daniel masih melotot pada Putri, namun yang di pelototi malah membuang muka ke arah lain.


''Ya sudah kalau kayak gitu saya permisi Pak? Putri saya balik ke ruangan saya dulu ya,'' pamit Khumairoh pada Putri.


''Baiklah hati hati di lift ya Mbak,'' sahut Putri dan melambaikan tangan pada Khumairoh yang sudah keluar dari ruangan nya.


''Putri! ikut aku ke ruangan sekarang, ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu?!'' ajak Pak Daniel pelan, namun terdengar cukup tegas dan menakutkan bagi semua karyawan yang ada di ruangan Divisi marketing itu.


''Tapi? kerja'an Putri masih banyak Pak? nanti saja ya,'' tawar Putri, seraya memainkan mata genit-nya.


''Sayang, ikut Mama sebentar yuck?'' Ucap Bu Widya, tiba-tiba mengagetkan semua orang di ruangan itu.


''Ada apa lagi Ma?'' tanya Pak Daniel menatap sang Mama yang berjalan menghampiri nya.


''Mama nggak ngajak kamu Daniel? Mama ngajak Putri keluar sebentar,'' jelas Bu Widya pada Pak Daniel.


''Putri masih banyak kerja'an Bu?'' jawab Putri menghampiri Bu Widya dan mengambil tangan Bu Widya, Putri langsung mencium punggung tangan Bu Widya.


''Pokok-nya kamu harus ikut Mama?Mama mau nunjukin kamu restoran terbaru, dengan masakan yang beda dari biasanya,'' Ucap Bu Widya menjelaskan pada Putri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


jangan lupa like komen nya akak cantik🙏🙏


__ADS_2