Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 67 Obrolan antara Zein dan juga Putri


__ADS_3

Putri menaruh barang belanjaan nya di motor bebek yang ia kendarai.


Putri duduk di samping Zein, Zein yang sudah hampir 2 tahun tidak bertemu dengan Putri sedikit pangling pada Putri.


''Kamu kenapa sich memandang aku kayak githu sich Zein?'' Ujar Putri mencebikkan bibirnya, karena Zein tak merespon ucapan yang di lontarkan Putri sahabat kecilnya.


''Nggak apa apa kok Putri? cuma aku kangen saja sama kamu, dan aku sedikit pangling juga sama kamu Putri?!'' Sahut Zein lembut dan tersenyum manis pada Putri.


''Ish!!!'' desis Putri.


''Gombal banget sich kamu tu Zein! nggak nyangka kamu tak pernah berubah dari dulu, tetap gombal!'' Ucap Putri mendengus kesal.


''Cuma sama kamu saja aku gombalnya Putri?'' Tukas Zein yang sudah memegang dagunya sambil terus memandangi wajah Ayu nan rupawan Anastasya Putri.


''Selama ini kamu kemana saja sich Zein? jarang banget ketemunya.'' tanya Putri memangku tangan nya dan mengambil cemilan yang ada di depannya.


Zein membuka cemilan untuk Putri sahabat kecilnya.


''Entar habis lho Zein cemilan kamu nich aku makanin.'' Ucap Putri sambil terus mengunyah cemilan tersebut.


''Nggak apa-apa habisin saja, cemilann aku masih banyak kok, nich lihat.'' sahut Zein mengangkat kantong belanjaan nya.


Putri melotot melihat kantong yang di angkat Zein, kantong nya hampir penuh dengan cemilan, berbagai jenis cemilan ada di kantong belanjaan Zein.


''Ya ampun Zein? lho cowok apa cewek sich, suka banget ngemil, tapi badan khi juga makin kurus dech kayaknya.'' celetuk Putri yang tak bisa mengerem mulutnya, ketika sadar akan ucapan nya, Putri menutup mulut dengan kedua tangan nya.


''Maaf Zein, bukan maksud aku kayak githu, aku bener bener keceplosan.'' tutur Putri merasa bersalah pada Putri sahabat nya.

__ADS_1


''Ya nggak apa-apa lah Putri? kayak ngomong sama siapa.'' jawab Zein masih dengan senyuman nya.


''Aku juga masih Zein yang dulu kok? Zein yang suka bawelin kamu? Zein yang suka ngisengin kamu dan Zein yang suka nyontek juga sama kamu.'' pungkas Zein dan di susul tawaan oleh Putri dan juga Zein.


Mengingat hal itu, Zein merasa bahagia sekaligus senang, Zein mencuri curi kesempatan untuk selalu memandangi wajah Putri, Putri yang mulai risih dengan pandangan Zein.


Tanpa di sengaja tatapan keduanya saling bertemu satu sama lain, Putri menundukkan kepalanya karena malu.


''Putri, kita selalu bahagia di waktu masa nya ya, namun setelah kita remaja dan mulai dewasa malah kita tak saling bertemu satu sama lainnya.'' Ujar Zein sedih.


''Lha kan kamu sendiri yang menjauh dari Putri Zein? bukan Putri yang menjauh dari kamu, iya kan?'' tukas Putri memandang wajah Zein yang masih ada bekas luka di keningnya, walaupun sekarang bekas luka tersebut sudah tak terlihat jelas, namun Putri masih ingat dengan jelas kejadian tersebut.


Kejadian tak terduga yang menimpa Zein waktu kecilnya adalah untuk menyelamatkan Putri yang sempat terhanyut di sungai, itu semua ulah Zein kecil yang mendorong Putri kecil ke dasar sungai, namun Putri tak bisa berenang, Zein kecil yang khawatir melihat sahabat nya di hanyut langsung menceburkan diri di sungai itu juga, guna menolong Putri kecil yang terhanyut.


Tanpa ia sadari Zein kecil terbentur kebatu Badas yang ada di pinggir sungai dan meninggalkan luka itu sampai Zein dewasa.


''Putri, sekarang sudah kelas berapa?'' tanya Zein yang menyadarkan Putri dari lamunannya.


''Sudah kelas berapa sekarang?!'' tanya Zein lagi sambil menggenggam tangan Putri erat, seakan-akan tak mau ia lepaskan.


''Putri, sekarang kelas 2 Zein, maklumlah lambat masuk sekolah nya, karena keterbatasan biaya juga dulu.'' Ucap Putri tersenyum ke arah Zein yang sedang memandang nya.


''Oia Zein, Reno satu kelas sama Putri lho sekarang, harusnya dia kan kuliah saat ini ya?'' Tanya Putri pada Zein, siapa tau Zein bisa menjelaskan perihal Reno. Karena Reno begitu akrab dengan Zein.


''Ya, itu salahnya sendiri sich Put? waktu dia sekolah jarang masuk kelas dan sering nongkrong bareng teman temannya yang agak nggak bener juga, jadi dia tak naik kelas sampai 2 tahun masih berada di kelas 1,yang aku dengar dari dia sich mau pindah sekolah.'' Ujar Zein pada Putri mencoba memberi tahu yang dia ketahui dari Reno sendiri juga sich.


''Tapi aku nggak nyangka sekarang malah satu kelas dengan kamu Putri.'' Tanya Zein yang di angguki Putri.

__ADS_1


''Iya, dia teman kelasku sekarang, dia nggak pernah bolos sekolah sejak pindah dari sekolah nya yang dulu.'' Jawab Putri.


''Mungkin itu karena ada kamu kali Putri? makanya dia masuk sekolah terus, dia sendiri yang bilang kayak githu lewat chat, tapi syukur lah kalau begitu, jadi dia tak berteman lagi dengan teman nggak bener nya itu.''Tukas Zein yakin, Putri hanya mengangguk pelan.


'''Mungkin juga Zein, aku juga nggak tau keseharian dia berteman dengan siapa saja, tapi yang aku tau hanya Reno tak pernah bolos lagi sekolah nya.'' Gumam Putri yang di angguki Zein sahabat nya.


''Ya sudah kalau githu, aku pamit dulu ya Zein, sudah hampir gelap juga nich?gara-gara kelamaan ngobrol sama kamu juga.'' pamit Putri sekaligus ngomel juga pada sahabat kecilnya.


Zein memperlihatkan deretan gigi putihnya mendengar celotehan Putri sahabat di waktu kecil, sahabat tangguhnya, dan juga sahabat terbaik nyanya di masa itu.


Putri melajukan motor nya menyusuri jalanan yang mulai padat di sore hari, setelah menyebrang jalan raya Putri menyusuri jalanan yang padat penduduk dan tak berselang lama, Putri sudah sampai di halaman rumahnya, dia langsung memasukkan motor nya kedalam rumah, karena takut hujan turun membasahi motor sekaligus mengotori lantai rumahnya.


Bu Yuni yang melihat putrinya datang, lantas menghampiri Putri yang mengambil barang belanjaan nya di motor bebeknya.


''Kok lama banget ke supermarket nya?'' Tanya Bu Yuni pada Putri nya.


''Iya Bu? waktu di supermarket Putri bertemu dengan Zein, jadi Putri keasikan ngobrol dengan Zein?'' Ucap Putri.


''Ya sudah bawa kedalam barang belanjaan kamu.'' Gumam Bu Yuni pada sang putri.


Putri mengangguk dan melangkah pergi menuju kamar nya, karena barang yang ia beli kebanyakan barang pribadinya, jadi Putri memutuskan membawa belanjaan nya ke kamar dulu habis itu menaruh barang yang di butuhkan dapurnya.


Putri menata belanjaan nya di rak dapur yang emang buat menyimpan stok kebutuhan dapurnya, seperti mie instan, cemilan, minyak dan masih banyak lagi lainnya.


Putri menghembuskan nafas dengan kasar, karena rasa lelah begitu menderanya, Putri duduk di ruang makan, dituang nya segelas air dan langsung menghabiskan sekaligus.


👉👉👉👉

__ADS_1


Maaf kakak, kemarin nggak Up karena sibuk dengan acara 40hari Tahlilan nya Bapak. 🙏🙏


Jangan bosan baca karya receh ku yak kak, makasih 🙏🙏😘💕💕


__ADS_2