
Bryan menepuk jidad nya melihat kelakuan sang adek angkat, yang bukan hanya bar bar tapi juga ngeselin, kayak sekarang ini.
''Oiya kak? mana cewek yang kak Bryan janjikan pada Putri, kemarin bilng nya mau bawa dia kesini,'' tanya Putri yang sudah ingat apa yang akan ia tanyakan pada kakak angkat nya, karena sebulan lalu Bryan mengatakan akan mempertemukan dia dengan gadis pujaan hati nya, yang selalu ia cerita kan di kala menghubungi Putri.
''Sebentar lagi adekku sayang, tunggu kita sampai di restoran dulu Ok,'' sahuy Bryan mengacak hijab yang di kenakan Putri.
''Ich....? kak Bryan jangn di gituin, nanti Putri nggak cantik lagi, waktu bertemu dengan kakak ipar Putri yang katanya manis, namun tak semanis Putri? iya kan kak,'' kata Putri dengan wajah yang di buat seimut mungkin, seraya memainkan mata genitnya.
''Iya, kamu lebih manis adekku sayang? karena kamu setiap hari mandi gula, atu sudah pernah nyemplung di pabrik gula ya, makanya manis,'' ledek Bryan yang membuat Putri cemberut.
Pak Aries dan juga Bu Widya hanya menggeleng pelan melihat interaksi antara anak angkat dengan putera keduanya, yakni Bryan Putra Aditama.
Kedatangan Bryan ke Indonesia hanya untuk mengenalkan seseorang pada anggota keluarga nya, Bryan memilih kuliah di Amsterdam Belanda, dan dia kesini membawa seorang gadis dari sana, gadis yang sudah memporak porandakan isi hatinya selama tinggal di Amsterdam. Mungkin sang gadis bukan asli orang sana, namun dia blasteran Belanda yang mana sang Ibu orang sana, sedangkan sang ayah orang pribumi. Sherly Anggia datang dari Belanda untuk bertemu dengan keluarga yang akan menjadi calon suami-nya kelak, namun Anggia bukan hanya untuk menemui sang mertua namun dia juga datang untuk menjenguk kakek serta nenek nya yang berada di jogja.
30 menit perjalanan dari kantor Aditama menuju ke restoran yang sudah di pesan khusus oleh Bryan untuk sang gadis puja'an hatinya.
''Ayo sudah sampai?'' Ucap Pak Aries pada istri serta Putri yang emang satu mobil dengan mereka.
''Restoran nya mewah sekali kak?'' tanya Putri pada Bryan.
''Sudah ayo masuk sekarang,'' ajak Bryan menggenggam tangan Putri sang adik. Bryan membawa Putri ke meja yang sudah ia pesan, dan di sana sudah ad kak Sandra bersama seorang gadis bule blasteran.
Sang gadis blasteran menatap Putri dan juga Bryan yang masih menautkan tangan-nya. ''Och maaf kak?'' Ucap Putri yang sadar akan tatapan gadis blasteran tersebut.
''Kak Sandra sudah lama di sini?'' tanya Putri mengalihkan perhatian sang gdia blasteran.
''Sudah dari tadi lah Putri, kamu lama banget sich sampai nya, sampai jamuran nunggunya tauk,'' jawab Sandra melirik ke arah sangat Abang.
''Abang?'' sapa Sandra yang melihat sangat Abang berdiri seperti patung. Putri menciun punggung tangan Sandra dan juga gadis blasteran di depan nya.
__ADS_1
''Sayang? kamu jangan salah paham dulu ya, ini Putri adek angkat ku yang selalu aku ceritain sama kamu itu,'' Ucap Bryan pada Anggia sang gadis blasteran.
''Assalamu'alaikum?'' Ucap Pak Aries, Pak Daniel, Mas Erlan dan juga Bu Widya. Pak Aries dan Bu Widya sengaja menunggu kedatangan putera sulung dan juga menantunya tiba, makanya mereka bisa bareng bareng masuk ke dalam restoran.
''Lho Mas Erlan ikut juga?!'' Putri langsung menghambur ke pelukan suami tampannya, dan itu semua tak lepas dari pandangan gadis blasteran yakni Anggia.
''Kenalin ini Anggia gadis yang sering aku bicarakan pada kalian,'' sambung Bryan.
''Ini kakak tertua ku, Daniel?''
''Ini Mama dan Papa aku,''
''Dan ini suami adek ku yang comel? Erlan,'' Bryan memperkenalkan Anggia pada seluruh keluarga nya.
Anggia mencium punggung tangan Pak Aries dan juga punggung tangan Bu Widya, calon mertua nya kalau mereka memang di restui oleh keluarga dari sang calon suami.
Anggia menatap ke arah Putri yang berlayutan di lengan Erlan sang suami, Anggia tampak mengerutkan keningnya melihat tingkah Putri yang seperti anak kecil.
''Nggak kok, emang Putri selalu bersikap kayak githu ya? kalau di depan orang banyak?'' tanya Anggia penasaran yang melihat Putri bermanja ria pada sang suami.
''Dulu dia nggak semanja itu sayang? mungkin sekarang bawaan dari dedek bayi nya,'' Bu Widya menimpali percakapan Bryan dan juga Anggia yang ada di depan nya.
''Sudah pesan belum?!'' tanya Pak Daniel dingin.
''Sudah kok Bang, sebentar lagi bakalan dateng kok pesanan nya,'' jawab kak Sandra yang sekilas menatap Abangnya.
Putri nampak mengeluarkan kotak bekalnya dari dalam tas yang ia bawa, Bu Widya yang melihat kotak tersebut pun bertanya, ''Sayang? kamu kok bawa kotak bekal sich?''
''Iya Bu? Putri tak bisa makan kalau nggak ada ini,'' jawab Putri menunjukkan isi di dalam kotak bekal tersebut.
__ADS_1
''Mangga?'' Ucap mereka hampir bersama'an.
''Kapan masukin potongan mangga nya ke dalam tas sayang?'' tanya Erlan mengangkat satu alisnya, karena Erlan tak melihat sang istri memasukkan mangga yang sudah ia potong kecil kecil.
''Tadi lah Mas? selesai sholat shubuh,'' jawab Putri memperlihatkan deretan gigi putihnya.
''MasyaAllah nak? kenapa kamu makan mangga muda terus, entar penyakit kamu malah kambuh lagi,'' sambung Pak Aries memberikan perhatian pada anak angkat nya.
''Dengerin thu dek? yang Papa bilang, kamu nggak boleh terlalu banyak makan buah mangga'' celetuk Bryan mengingat kan sang adik.
Anggia hanya menjadi pendengar yang baik, sesekali dia juga menatap Pak Aries dan juga Bu Widya yang begitu menyayangi Putri adek dari Bryan.
''Kak Anggia mau mangga nggak,'' Putri menawarkan calon kakak nya.
''Nggak makasih?'' sahut Anggia mengembangkan sentum manis nya.
Sedangkan Sandra sudah sejak tadi menyantap mangga muda milik Putri, ''Ini enak banget Putri, siapa yang bikin bumbunya,'' tanya kak Sandra yang terus mengunyah rujak mangga di depan nya.
''Mas Erlan yang ngulek kak? enak kan,'' balas Putri yang memegang buah mangga dan mencocol nya pada bumbu kacang bikinan Erlan suami-nya.
''Mama coba dech, bikin penasaran saja dech kamu dek?'' cetus Bu Widya mengambil potongan buah mangga.
''Auw...? ini asem banget sayang??'' Ucap Bu Widya melepeh buah mangga yang sudah di gigit nya.
Pak Aries menyodorkan gelas berisi minuman pada sang istri, seraya berkata. ''Lagian Mama ikut ikutan mereka saja, itu buah masih mentah? belum mateng,'' kata Pak Aries yang membuat Bu Widya cemberut.
BERSAMBUNG
Terima kasih kakak kakak cantik yang selalu dukung karya receh Almahyra.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏😘💕💕💕😘