
Sedangkan di kediaman keluarga Aditama sedang ada acara 4 bulanan Putri, karena kemarin sempat gagal karena insiden yang menimpa Putri di restoran yang mengharuskan Putri lebih banyak lagi beristirahat dan tak boleh terlalu capek, agar tidak berakibat fatal.
Bu Widya sengaja mengundang anak yatim yang akan ia datangi bersama Putri beberapa hati yang lalu, sebelum ada insiden kecelakaan kepleset di toilet.
Bayi mungil yang menggemaskan juga ikut serta, karena itu semua atas permintaan kak Sandra. Kini bayi gemoy yang sehat itu sudah bisa berceloteh ria menanggapi setiap orang yang mengajaknya berbicara.
''Baim sudah besar ya?'' Ucap Putri mencubit pipi gembul nya, karena saking gemas pada bayi tersebut, ya bayi gemoy itu di beri nama Baim oleh Putri, kata Putri suka saja dengan nama itu.
''Bunda juga makin cantik saja,'' balas Ibu oengasuh Baim yang sedang menggendong nya.
''Ibu bisa aja sich, Putri gendut kayak gini di bilang cantik, entar yang ada di ketawain sama kodok ngorek di pinggir kali itu Ibu,'' Ujar Putri nyeleneh yang langsung di tertawakan oleh seisi rumah Aditama.
''Yang di bilang ibu pengasuh emang benar kok sayang? kamu semakin cantik dan bohay,'' sambung Erlan yang langsung mendapatkan pelototan dari istri kecilnya.
''Bilang aja kalau Putri makin jelek, iya kan Baim?'' Ucap Putri dan minta persetujuan dari bayi gemoy yang belum bisa berbicara tersebut.
__ADS_1
''Kok Baim nggak jawab pertanyaan bunda sich?'' Putri merajuk karena tak ada yang menjawab pertanyaan nya.
''Sayang, bagaimana Baim mau jawab? dia saja belum bisa ngomong, dia hanya bisa tersenyum dan tertawa kayak ini nich,'' lanjut Bu Widya menunjuk Baim yang sedang tertawa ria.
''Gemez banget sich kamu sayang? apa Ibu kamu nggak nyesel buang kamu, Bunda do'a kan Baim jadi anak yang sehat, pintar, dan rajin. Semoga Allah mengangkat harkat dan martabat munya nak?'' Gumam Putri mencium pipi Baim, dia sudah tak kuasa menahan tangis mengingat kehidupan Baim yang sudah di buang oleh Ibu kandung nya.
''Baim harus menjadi orang besar kelak, namun pesan Bunda pada Baim dan adik adik semuanya, jangan pernah merasa puas diri atas pencapaian yang kalian raih sekarang, karena kita semua di dunia ini hanya menumpang, dan Allah sewaktu-waktu bisa mengambil kembali yang telah ia berikan pada kita semua, hidup kita di dunia ini bagai roda yang berputar, kdang kita di atas, kadang kita juga di bawah, jadi jangan sekali kali merasa puas diri atas apa yang sudah kita capai? kalian faham kan apa maksud kakak?!'' Ucap Putri panjang lebar mengingat kan adik adik yang selama ini ia asuh. Putri selalu mendatangi yayasan di mana semua adik adik yang sekarang sedang berkumpul di rumah kebesaran tuan Aditama, Putri selalu memberikan uang pemberian Erlan dulu ketika Putri belum mempunyai penghasilan untuk membantu adik adik ini, namun setelah dia punya penghasilan sendiri Putri tak pernah lupa untuk selalu berbagi pada semua orang yang membutuhkan, dan juga setiap bulan selalu mentransfer sejumlah uang pada Ibu pengurus yayasan.
Karena dengan berbagi kita tidak akan jatuh miskin, namun setiap rezeki yang Allah berikan akan tergantikan dengan berlipat-lipat ganda dari sebelum nya. Itu semua yang selalu di ingat oleh Putri, pesan dari mendiang Kyai di Pondok Pesantren ketika dulu masih sekolah di SMP terbuka 1.
''Ini hari bahagia kamu sayang?'' Bu Widya menghampiri Putri dan menghapus air mata yang sudah membanjiri pipi bulat Putri.
''Putri senang kok Bu? ini air mata kebahagiaan yang Putri rasakan sekarang ini, Putri bahagia bisa berada di tengah-tengah orang yang sayang pada Putri, terima kasih untuk semuanya,'' Ucap Putri mencoba tersenyum pada sang Ibu angkat.
''Iya, nak Putri jangan bersedih lagi ya. Adik adik kamu pada lihatin nak Putri? coba lihat,'' sambung Ibu pengurus menunjuk pada anak asuhnya yang sedang menatap ke arah Putri.
__ADS_1
''Kak Putri kenapa menangis? kami tidak akan nakal lagi kok, kami semua janji akan saling menjaga satu sama lainnya, walau kita sudah dewasa kelak dan mempunyai keluarga masing-masing, karena kita semua adalah saudara, meski bukan keluar dari Ibu yang sama atau rahim yang sama,'' jelas Angga yang usia nya sudah menginjak 13 tahun. Dulu Putri kenal dengan Angga saat Angga masih berumur 8 tahun, dia emang anak yang kooperatif dan punya pemikiran dewasa walau umurnya masih terbilang sangat muda.
''Kakak akan selalu ingat janji kamu sayang? kakak ingin melihat kalian semua sukses berjama'ah, dan membanggakan Ibu pengurus, biarkan saja teman teman di luaran sananyang bilang kalau kamu tidak punya Ibu atau Ayah, tapi satu hal yang perlu kalian ingat? kalian semua masih punya Ibu pengurus dan lainnya, kalian juga punya kakak yang akan selalu mendukung kamu, tapi dengan tanda kutip kak Putri akan mendukung kalian semua di jalan yang benar, tapi kalau ada dari salah satu dari kalian yang melanggar hukum, kak Putri tidak akan pernah membela kalian,'' Ucap nya tegas, yang langsung di angguki oleh semua nya.
Pak Aries nampak tersenyum melihat sikap Putri yang lembut, namun terlihat tegas di matanya, ''Aku nggak salah telah mengangkat mu anak Putri, jiwa murah hati yang kamu miliki semoga tertular pada Daniel, Bryan dan juga Sandra? Papa bangga mempunyai kalian semua, Papa bangga punya anak anak yang berjiwa sosial tinggi,'' Gumam nya pelan.
Setelah kedatangan tuan Daniel dan Rijal sekretaris pribadi tuan Daniel, akhirnya acara di mulai dengan bacaan basmalah dan di lanjut dengan surat Yusuf dan juga surat Maryam, agar sang jabang bayi terlahir dengan selamat dan sempurna tanpa satu kekurangan, kalau yang terlahir cowok, tampan seperti nabi Yusuf, kalau yang terlahir wanita maka cantik seperti Siti Maryam, begitulah kita kira.
Hampir satu jam lamanya acara tersebut di lakukan, selesai nya dengan serangkaian acara demi acara, adik adik yayasan pun berpamitan pulang pada Putri, Erlan dan keluarga besar tuan Aditama.
''Kak Putri, semoga kakak sehat selalu sampai lahiran, dan adeknya juga sehat tanpa kekurangan apapun,'' Ucap Windy mengelus pelan perut Putri.
''Terima kasih adik? do'anya, adek baik baik ya di sana, jangan bertengkar sama saudara yang lain,'' sahut Putri memeluk Windy yang sudah di anggap sebagai adek nya sendiri.
BERSAMBUNG
__ADS_1