Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 70 Tatapan Bos dingin


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Putri dan kedua sahabat nya Wulan dan juga Dewi melewati masa magangnya di salah satu Mall yang ada di Jogja, bulan pertama di lalui dengan baik dan lancar lancar saja, namun menginjak bulan ke dua, Putri mulai tidak di sukai oleh dua orang pegawai di tempat ia bekerja. Berawal dari perhatian sang Bos.


Dua pegawai tersebut iri melihat Putri yang di perlakukan baik oleh anak Big Bos di tempat Putri bekerja.


Diantara dari ke 4 pegawai nya, Putri lumayan disiplin dan sangat ramah pada tamu tamu yang datang berkunjung, walau hanya sekedar lihat lihat di dalam toko tempat ia bekerja.


Pertama kali Anak Big Bos menyambangi tokonya, semua pegawai sudah pada berbisik karena jarang jarang Bos mudanya main ke toko, selama mereka bekerja.


''Anak Big Bos emang tampan ya, bisa nggak ya gue memiliki dia.'' gumam Bella.


''Jangan ngayal.'' tukas Arin teman sekaligus sahabat Bella.


''Pak Irfan?'' panggil staff yang mengikuti nya dari belakang.


Irfan menghentikan langkah nya, menunggu Staf yang mengikuti nya mendekat.


Staf Irfan terengah-engah mengejar sang Bos, Daniel mengambil nafas panjang dan menghembuskan perlahan.


Irfan melirik Daniel sang Staf. ''Kalau tidak ada yang mau di katakan, aku akan melanjutkan berkeliling.'' Ujar Irfan dingin.


''Sebentar Pak?'' Ucap Daniel takut takut.


Irfan menatap Daniel dengan aura dingin nya. ''Cepat katakan, aku sibuk!'' tukas Irfan memasukkan satu tangan nya ke dalam saku celana.


''Pak, ini laporan bulan ini.'' Ucap Daniel menyodorkan map yang berisi laporan penjualan bulan lalu.


Putri yang tak mengetahui kedatangan Bos nya, masih menyibukkan diri menata baju baju yang sudah kosong di tempatnya. Irfan menatap ke arah Putri yang masih asik dengan kerjaan nya.


Lalu Irfan menatap Daniel meminta penjelasan dari nya, Daniel yang di tatap mengerti dan menjelaskan pada Irfan.


''Shay, ini mau du taruh dimana?'' tanya Wulan membawa barang yang akan ia tata.


''Taruh di sini saja dulu, biar aku saja yang menata nya.'' jelas Putri pada sahabat nya.


Irfan masih menatap Putri dan juga Wulan temannya.

__ADS_1


Daniel mengikuti tatapan Bos nya, mengarah pada kedua gadis yang ada di ujung sedang menata pakaian.


''Mereka yang magang disini Pak.'' Jelas Daniel, Irfan melirik kearah Daniel dan berujar. ''Dua orang, bukannya kamu bilang ada 3 orang.'' Tanya Irfan lagi pada Staf tokonya.


''Mereka bertiga, mungkin yang satunya masih ada di gudang mengeluarkan stok baju baju di sana.'' jawab Daniel menjelaskan. Irfan mengangguk dan meneruskan untuk berkeliling di tokonya.


Putri yang melihat ada orang yang menghampiri nya, lantas Putri bangun dari duduknya, dan menyapanya dengan sopan, ''Siang Bapak, ada yang bisa di bantu?'' tanya Putri dengan ramah.


Irfan menatap penampilan Anastasya Putri dari atas ke bawah. Putri juga melihat baju yang ia pakai takut takut ada yang salah.


''Maaf Bapak?'' Ucap Putri masih ramah, Putri sendiri tidak mengetahui kalau di depannya adalah Bos nya, Putri hanya menatap orang yang ada di belakang orang yang memiliki sifat dingin, sang Staf sudah memberikan kode dengan menggerakkan bibir nya. Namun Putri tak mengerti gerakan bibir Staf tokonya.


''Kamu bekerja di sini dengan pakaian seperti ini!!'' Tanya Irfan dingin.


''Sudah berapa lama kamu bekerja di sini!'' tanya Irfan lagi, kemudian melirik Staf tokonya yang sudah berdiri di sampingnya.


''Jalan 2 bulan Pak?'' jawab Putri menunduk.


''Putri, ini Bos pemilik toko ini.'' Jelas Daniel, Putri kaget mendengar ucapan yang di anggap nya sebagai atasan.


''Pertanyaan saya belum juga anda jawab.'' tukas Irfan acuh tak acuh.


''Pertanyaan yang mana?'' pikir Putri sambil mengingat pertanyaan dari Bos nya.


Daniel menatap Putri yang sedang kebingungan, dengan pertanyaan Sang Bos.


Putri menutup kepalanya dengan hijab warna hitamnya, baju putih dan dengan celana jeans hitamnya. Tidak seperti para pegawainya yang hanya memakai rok sepan di atas lututnya, dan baju kaos ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya.


''Putri memang memakai jilbab sejak dia masuk Pak?'' tutur Daniel membantu Putri menjawab pertanyaan Irfan sang Bos.


Irfan menatap nyalang Daniel, karena menjawab pertanyaan yang bukan untuk nya.


Irfan pergi begitu saja setelah menatap Daniel, ia memasuki ruang kerjanya yang hanya 1 bulan di tempati, kadang 2 bulan Irfan tak menduduki kursi kerjanya karena sibuk dengan pekerjaan di kantor Ayah-nya.


Daniel mengikuti langkah Irfan dan menjelaskan tentang Putri.

__ADS_1


''Maaf Pak sebelum nya, saya tidak memberi tahu anda kalau Putri memakai hijab.'' tukas Daniel memulai ucapan nya.


''Tapi dengan kehadiran Putri di sini, penjualan kita malah meningkat pesat, karena Putri melayani pembeli dengan ramah, pembeli juga sering memberi tips pada Putri karena pelayanan nya memuaskan.'' Ucap Daniel menjelaskan pada sang Bos yang lagi marah karena pegawai magangnya memakai hijab.


Irfan menganggukkan kepala pelan. ''Ayah tau hal ini!'' tanya Irfan datar dan membuka map yang di berikan oleh Staf tokonya tadi.


''Tuan dan nyonya sudah tau Pak? beliau sudah 3 kali ke toko ini sejak Putri mulai magang.'' jelas Daniel sang Staf.


Irfan mengerutkan kening nya, karena hanya dia sendiri yang tak tau menau tentang pegawai nya yang memakai hijab.


''Tuan dan nyonya nggak keberatan kalau Putri memakai hijab.'' tambah sang Staf.


''Apa pendapat kamu tentang pegawai magang itu!!'' Tanya Irfan pada Staf tokonya.


''Menurut aku Putri gadis kecil yang rajin dalam bekerja, dia tidak pernah mengeluh walau ada salah satu pegawai kita yang tidak menyukai Putri, karena bisa merebut perhatian dari nyonya waktu mampir ke toko minggu lalu?!'' Tukas Daniel memberi tahu Irfan.


Irfan membuka laptop nya guna memantau pekerjaan para pegawai nya, Irfan tercengang karena melihat Putri yang masih tetap bekerja, sedangkan pegawai tetapnya sedang leha leha sambil memainkan Ponsel nya masing-masing.


Tak lama Irfan melihat karyawan magang nya di samperin oleh salah satu pegawai yang bertag nama Bella, kemudian Bella menarik hijab Putri, Putri hanya menahan tangan Bella senior di toko tempat ia kerja.


''Hech! jangan sok lho di sini, pakek cari perhatian Pak Irfan segala.'' Ucap ketus Bella melepaskan cengkraman nya.


''Apa apa'an sich lho kak, jangan gini dong kita disini sudah kerja sesuai permintaan kakak, tapi kenapa masih membully teman kami kayak gini.'' Ujar Wulan dan juga Dewi yang baru keluar dari gudang penyimpanan baju baju.


''Lho lihat teman lho, dia mencoba mencari perhatian Bos kita, lho tanya sendiri sama teman lho yang pura-pura polos ini!!'' Ucap Bella melangkah pergi.


''Mana mungkin teman kami kayak gitu kak, dia sudah punya tunangan?!'' Jawab Dewi yang tak pernah takut dengan pegawai seniornya.


Irfan memandang Daniel setelah melihat adegan drama di luar lewat CCTV yang dia letakkan di sana.


''Apa Bella selalu semena mena kayak gini pada pegawai baru?'' tanya Irfan dingin yang di angguki oleh Daniel Staf tokonya.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Jangan bosan baca karya receh ku ya kak, dan makasih sudah mampir di karya Al-mahyraπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2