
"Lho...? Ke rumah gue cuma mau nanya'in keadaan Anastasya doang!, kenapa nggak langsung ke rumah-nya saja sich Reno? atau telfon gue githu.'' ucap Zein ketus karena saking kesalnya pada sang teman.
" Kan gue nggak tau rumah Anas Zein?'' ucap Reno menepuk bahu sang teman.
" Kalau githu ayo gue antar lho ke rumah Anastasya.'' ajaknya memegang tangan Reno,namun Reno malah menepis tangan Zein dan berkata.
" Nggak ach Zein gue di sini saja, lagian gue nggak enak juga mau ke sana lah Zein? malu gue.'' ucap Reno
" Nggak enak nya di kasih ke kucing saja Ren, enaknya di makan sendiri.'' celetuk Zein tertawa.
"Di kira makanan kali ya Zein?'' kata Reno.
Zein tertawa terbahak-bahak, sedangkan Reno malah merengut karena kesal pada sang teman.
"Ya sudah kita keluar aja yuck Ren, bosen di rumah terus.'' ucap si zein mengajak Reno.
"Kemana sich Zein?, di sini saja lah, gue lagi malas jalan-Nya.'' ucap Reno yang nggak mau di ajak keluar.
" Ayolah Ren, masak kita berdua'an di rumah entar di kiranya kita lagi pacaran lagi.'' ucap Zein sambil menarik tangan si Reno.
"Biarin sajalah apa kata orang-orang, mo di kira'in pacaran gue mah bodo' amat.'' ucap Reno ngasal.
" Enak di lho? nggak enak ma gue dong, ayo cepat keluar kita WiFi an aja di rumah sebelah, mumpung lagi rame thu.'' ucap Zein sambil menarik tangan Reno keluar dari halaman rumah nya.
"Beneran ya cuma ke rumah sebelah, nggak bakalan ke rumah Anastasya.'' tanya Reno pada sang teman.
" Nggak lah Ren, kan gue Ngomong-nya ke rumah sebelah WiFi an di sana, sekali-kali menghemat paketan data, lagi bokek nich gue Ren?!'' ucap Zein cengengesan.
" Makanya kerja bro, biar punya uang buat beli paketan.'' ucap Reno meledek.
"Idich…! kayak lho sudah kerja aja, lho juga masih minta sama bapak lho buat beli paketan data.'' ucap Zein yang balik meledek si Reno.
" Lho Zein, ngomongnya suka bener saja? tau aja kalau gue masih minta ke bokap.'' jawab-nya nyengir kuda.
"Lagian lho sok so'an aja, nyuruh orang bekerja tapi yang nyuruh malah nggak kerja.'' kata si Zein yang terus berjalan menuju ke rumah tetangga-nya yang berada tak jauh dari rumah Zein.
__ADS_1
Sedangkan Reno terus mengikuti langkah Zein sang teman.
di rumah yang bersebelahan dengan rumah Zein sangat rame, banyak Anak-anak yang lagi WiFi an juga.
" Ech lho juga ada di sini rupanya, untung gue nggak ke rumah lho tadi Jul.'' ucap Zein saat melihat Jul juga ada di rumah Pak Kosim yang punya WiFi.
"Iya nich gue di sini dari tadi kok, mang lho nggak liat gue? waktu lewat depan rumah lho.'' kata si Jul temen nya Zein.
" Nggak tuh, gue nggak lihat lho waktu lewat tadi.'' pasalnya emang Zein tak melihat ijul lewat di depan rumah nya.
"Hebat gue kalau githu Zein, lawong gue lihat lho berada di teras nya waktu gue lewat.'' ucapnya sambil terus memainkan game nya.
"Masak sich! kok gue bisa nggak lihat ya, apa janga-jangan mata gue bermasalah.'' tanya Zein sama si ijul.
" Bener yang lho katakan Zein, lho dah mulai rabun, wkwkwkwk…!'' ucap si ijul di sertai dengan tawa'an dan ledekan nya.
"Kutu kupret lho Jul.'' Zein tidak meneruskan Kata-kata nya karena buru-buru di potong sama anak-anak yang lain, yang juga sedang bermain game.
" Kak Zein jangan berisik dong, aku nggak bisa konsentrasi nich mainnya.'' ucap si Udin
" Diem ajalah kak, nanggung nich bentar lagi udin menang.'' ucap si Udin tak mau kalah dari Zein.
"sudah lah Zein, kamu kayak anak kecil saja.'' celetuk Reno yang sedari tadi hanya berdiam diri.
" Iya…Iya!,
Kon gulo aku beras.
Kon gilo aku waras", ucap-nya Terbahak-bahak
Tiba-tiba,, huk…huk…huk, Zein tersedak ludahnya sendiri.
"Thu kan kena tulah ezt, karma ithu ada kak Zein.'' candanya si udin
Kini giliran Reno, Udin, dan juga ijul pada ngetawain si Zein.
__ADS_1
Zein hanya Garuk-garuk kepala-nya yang tak gatal sambil nyengir kuda.
Reno menepuk pundak sang teman, lalu berkata.
" Ya sudah kita duduk di si thu yuck.'' menunjuk ke tempat yang sepi.
"Oke.'' ucapnya lalu Zein mengikuti langkah si Reno yang mulai
duduk di pojokan yang lumayan tidak terlalu ramai.
Hingga matahari mulai tenggelam Reno dan Zein masih asik bermain bersama di kediaman Pak Kosim.
" Ech Zein sudah jam 5 sore nich, gue balik dulu takut nyokap gue nyari'in.'' ujar Reno yang langsung mendapat timpukan dari si Zein.
"Gayamu Ren pakek ngomong nyokap segala? biasanya lho manggil Emak, kalau wong deso ithu nggak usah sok so'an jadi orang kota segala", ledek nya
Reno yang di timpuk dan di ceramahin hanya bisa mangguk- mangguk dan sesekali nyengir kuda.
" Udahlah pulang lho sana", kata zein mengusir Reno.
Reno mentuwir Kepala-nya Zein dan langsung ngacir dari tempat Pak Kosim.
"Awas lho ya.'' teriak Zein
sssttt…🤫🤫
Zein yang di pelototi sama yang lain langsung diam tanpa meneruskan perkata'an nya.
👉👉👉👉
selamat membaca, walaupun hanya karya receh ya kk.
jangan lupa dukung Al-mahyra kk.
dan jangan lupa like, komen dan votenya,
__ADS_1
makasih🙏🙏