
''Setiap harinya kalian seperti ini,'' tanya Rini.
''Iya Mbak, maklumlah anak kuliahan,'' Gumam Putri.
''Kita bertiga patungan Mbak, dan Putri bertugas memasak untuk kami berdua,'' jelas Zein.
''Ya nggak apa apa, ini lebih enak kok dari pada harus beli di warung terus, lagian masakan Putri enak kok, benar yang di ucapkan karyawan ku,''
''Mbak Rini jangan berlebihan dech, cuma masakan kampung kok Mbak,''
''Emang benar enak kok, lagian mau masakan restoran bintang lima, masakan kampung sebenarnya sama saja, yang di butuh kan orang orang hanya untuk mengisi perutnya yang lapar, iya kan,''
''Asal makanan itu enak di lidah pasti orang orang nggak bakalan mikirin apa itu masakan kampung ataupun restoran,'' jelas Rini agar Putri lebih percaya diri dengan masakan nya yang menurut Rini sangatlah enak dan begitu lezat di lidah.
Dengan pertimbangan yang begitu berat dan berfikir kalau kuliah nya terbengkalai hanya untuk menerima pesanan makanan untuk para karyawan Rini.
''Gimana mau nggak?'' tanya Rini lagi.
''Sebenarnya Putri mau sich Mbak, namun Putri cuma terkendala tempat saja buat masak dalam jumlah banyak,'' tutur Putri apa yang ada dalam fikiran nya.
Rini mengangguk, dan sekilas melihat sekeliling kosan Putri yang tak terlalu besar.
''Masalah tempat biar aku yang atur, kamu sendiri bagaimana mau terima tawaran saya,'' Tanya Rini lagi.
''Kita pinjam Workshop Dani saja kalau pagi buat masaknya,'' ucap Zein memberi ide.
''Emang boleh sama Bang Dani Zein,'' tanya Putri nggak yakin.
''Masalah Dani biar aku yang ngomong, kamu sendiri siap nggak,'' tanya Zein balik.
''Insya Allah siap,'' Ucap Putri dengan semangat.
Rini senang mendengar ucapan Putri yang bersedia menyediakan makanan untuk para pegawai di kantor nya.
''Gimana kalau di mulai hari senin,'' tutur Rini.
''Baiklah, Putri juga sudah siap dan kami berdua akan membantu Putri,'' Gumam Reno.
''Iya Putri, kita akan membantu kamu,'' tambah Zein.
Permasalahan sudah terselesaikan dan kini Rini pamit pulang setelah jam tangannya menunjukkan angka 8 malam.
__ADS_1
Hari senin Putri sangat sibuk berada di dapur Workshop Dani. Zein dan Reno membantu Putri menata tempat yang akan di isi dengan bermacam lauk pauk.
Putri sudah memberi tahu Rini terlebih dulu kalau makanannya akan ia kirim jam 11 siang.
''Akhirnya selesai juga ya, coba tempat nya deket dengan kosan, kan lebih enak lagi, jadi aku nggak selalu merepotkan kalian, harus datang ke Workshop Bang Dani untuk memasak.'' Gumam nya pelan.
''Besok besok kalau sudah ada uang lebih kita cari rumah saja yang mau di kontrak kan, biar enak kalau masaknya kan luas jadi kita nggak harus buru buru kayak tadi itu gimana,'' Usul Reno.
Putri mengangguk pelan, Zein juga sangat setuju usulan dari Reno.
''Ya sudah besok kita cari rumah kontrakan saja,'' Ucap Zein penuh semangat.
''Tapi gimana dengan orang-orang di sekitar rumah kontrakan coba, kan kita nggak punya hubungan,'' Tutur Putri ragu ragu karena takut keduanya tersinggung.
''Yang akan tinggal di rumah kontrakan cuma kamu Putri, aku sama Reno tetap di kosan lah, iya kan Reno,'' Ucap Zein meminta persetujuan Reno.
''Iyalah, kita di kosan, kalau kita ngumpul di satu kontrakan yang ada Erlan bisa ngamuk ngamuk sama kita berdua,'' Sahut Reno sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
''Ya sudah, ayo kita cepat ke kantor nya Mbak Rini, terus cus ke Kampus Oke,'' kata Putri penuh semangat.
Zein menenteng 2 kresek, Reno juga demikian namun Reno meminjam box pada tetangga nya, karena Reno tidak berboncengan.
Mereka bertiga menuju ke kantor Rini yang tak jauh dari kampus nya.
''Ya nggak lah Putri, emangnya kenapa?'' tanya balik Zein.
''Zein coba lihat, kampus kita dari sini nggak terlalu jauh Zein,'' Gumam Putri.
''Astaga, baru nyadar gue Putri.''
Putri menepuk punggung Zein pelan.
Reno memarkirkan motor nya di depan kantor Rini, terlihat 2 satpam menghampiri Putri, Zein dan juga Reno.
''Maaf Mas, Mbak, motor nya tolong di parkir di tempat parkir,'' ujar salah satu satpam yang menghampiri nya.
''Kita cuma sebentar saja kok jadi Pak?'' Jawab Putri ramah.
''Kita bertiga hanya mengantarkan Catering,'' Ucap Putri lagi.
Kedua satpam pun melihat 2 kresek besar yang di pegang Putri, dan 1 box di atas motor Reno.
__ADS_1
Kedua nya saling pandang tanpa mempersilahkan ketiga nya untuk masuk ke kantor Rini.
''Ya sudah kalau Bapak nggak percaya, aku titip semua makanan ini sama Bapak satpam, soalnya Putri harus pergi kuliah takutnya telat,'' tutur Putri pada kedua satpam tersebut.
Reno dan Zein menurunkan box yang berisi makanan dari motor nya. Dan menaruh nya di dekat pak satpam.
''Nanti sore kita akan kesini ambil box itu Pak,''
Zein menyalakan motor nya dan Putri langsung menaiki motor Zein, mereka bertiga menuju kampus nya.
''Putri!'' Panggil Zein saat sudah sampai dan Putri ingin berlari.
''Iya kenapa Zein,'' tanya Putri menghentikan langkah nya.
''Jangan lari dan tungguin kita berdua, aku tidak mau kejadian minggu lalu terulang lagi,'' jawab Zein mengingat kan sahabat kecil nya yang selalu ceroboh.
Reno yang mengerti dengan ucapan Zein hanya terdiam. Mungkin nanti Reno akan menanyakan itu semua pada kedua nya.
Zein merangkul Putri, sedangkan Reno hanya berjalan di samping keduanya dengan Putri di tengah-tengah kedua nya.
Semua Mahasiswa memandang ke arah Zein, Putri dan juga Reno.
''Zein? lepasin tangan kamu, Putri nggak enak semua nya memandang ke arah kita,'' bisik Putri.
''Biarin saja mereka memandang kita, biar mereka tidak pernah meremehkan kamu lagi, dengar nggak?'' Ucap Zein membalas bisikan Putri.
''Emangnya seminggu yang lalu kenapa, kok aku nggak tau,'' tanya Reno terus melangkah menuju kelas nya.
''Sudah nggak penting lagi kok Reno,'' Ujar Zein tanpa merasa bersalah.
''Tapi membuat aku penasaran itu dosa lho Zein,'' Sahut Reno cemberut.
Putri dan juga Zein terkekeh mendengar celotehan Reno.
Mereka bertiga tidak merespon tatapan mahasiswa lainnya yang sedang menatap nya dengan tatapan tak suka.
''Sudah abaikan saja tatapan nggak jelas mereka Oke,'' Ucap Zein sedikit keras agar yang menatap nya mendengar.
-''Ganjen banget jadi cewek, kemarin menggoda Boy, dan coba lihat sekarang dia malah menggandeng Zein dan juga Reno anak baru itu,'' bisiknya.
''Iya, nggak tau malu banget jadi cewek, sok cantik pula,'' tambah temannya lagi.
__ADS_1
Reno yang mendengar ocehan mereka menjawab, ''Woy!! ngaca, lho sama Putri jelas lebih cantik Putri lah,'' Sungut nya.
BERSAMBUNG