Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 137


__ADS_3

Tepat jam 7 kurang 15 menit Erlan dan juga Putri sudah siap berangkat ke kantor nya dengan mengendarai sepeda motor nya, karena kemungkinan besar akan terkena macet kalau mereka membawa mobilnya, dengan baca'an bismillah dan baca'an istighfar, serta baca'an baca'an sholawat lainnya juga, agar mereka senantiasa di lindungi di dalam perjalanan nya.


Jam 7:25 menit Erlan sampai di parkiran kantor nya, sedangkan Putri lebih memilih masuk duluan setelah dia memberikan helm yang ia pakai barusan, namun siapa sangka sebelum Putri sampai di lobby kantor nya, Putri bertemu dengan Agnes yang sengaja menunggu kedatangan nya dari tadi pagi.


Dengan angkuhnya Agnes memanggil Putri, ''Putri!!'' Panggil Agnes dengan lantang.


Putri menghentikan langkah nya dan menoleh ke asal suara yang memanggilnya barusan, Putri pun mengernyit kan dahinya ketika mengetahui kalau yang memanggilnya adalah Agnes, mantan karyawan Aditama grup.


''Kak Agnes? apa kabar,'' sapa Putri seraya mengumbar kan senyum manisnya, Putri menyembunyikan rasa terkejut nya karena kedatangan Agnes ke kantor nya sekarang.


''Kabar aku baik!'' Agnes menjawab dengan ketus.


''Gue kesini hanya ingin mengingat kan kamu saja, agar kamu menjauhi keluarga Aditama, dan gue sudah tau kalau lho sebenarnya sudah menikah dengan Erlan, laki-laki yang aku incar. Gue harap lho mendengarkan apa yang gue katakan, karena gue nggak akan segan segan berbuat jahat dan nekat pada kamu, jauhi.... Keluarga Aditama?'' Ucap Agnes menekankan kata kata Aditama.


''Yang mbak Agnes harus ingat? Putri nggak bakalan takut sama sekali akan ancaman mbak Agnes sama Putri hari ini, selama Putri nggak merasa bersalah Putri tak kan pernah merasa takut, kalaupun mbak Agnes mengancam Putri seperti barusan, Putri akan hadapi mbak Agnes, ingat itu mbak?!'' balas Putri menunjuk Agnes dan menarik bibir tipisnya ke atas. Putri yang tak merasa takut melangkah pergi meninggalkan Agnes di luar lobby kantor nya.


Di kejauhan Daniel melihat Putri sedang mengobrol dengan Agnes, awalnya Pak Daniel merasa khawatir melihat Agnes menghampiri Putri yang akan memasuki lobby kantor nya, dan akan turun dari mobilnya? namun Pak Daniel mengurungkan niatnya dan menutup kembali pintu mobilnya, Pak Daniel mengawasi Putri dari dalam mobil nya, Pak Daniel nampak menggeleng kan kepalanya melihat Putri yang tak merasa ketakutan di hadapan Agnes.


''Aku suka gadis tangguh seperti dia?!'' gumam Pak Daniel pelan sehingga sng sopir pun tak mendengar nya.


''Jalan Pak?'' suruh Pak Daniel pada sopir pribadi ny ketika melihat Putri melangkah pergi.


''Pagi Pak?'' sapa Putri ramah pada seorang satpam yang bertugas di pintu masuk kantor tempat ia bekerja.


''Pagi Neng Putri?'' balas Pak satpam dengan senyuman nya.

__ADS_1


''Pagi mbak Maya, mbak Ani?!'' tak lupa juga Putri menyapa mbak mbak resepsionis yang sudah stanby di tempat nya masing-masing.


''Ech, mbak Putri? pagi juga,'' balas mbak Ani tak kalah tamahnya dari Putri.


Putri menekan tombol lift dan menunggu nya di depan pintu lift yang belum terbuka.


''Erlan?'' panggil Pak Daniel ketika melihat Mas Erlan memasuki loby kantor.


''Pagi Pak?'' balas Mas Erlan ramah seraya membungkuk kan badannya.


''Nggak usah terlalu formal kayak githu, habis ini kamu langsung ke ruangan ku, ada hal yang penting yang akan saya bahas dengan kamu!'' Ujar Pak Daniel dan pergi meninggalkan Mas Erlan yang masih mematung di samping pintu lobby.


''Ada hal penting apa? sampai-sampai Pak Daniel menghentikan langkah ku kayak tadi, ach... sudahlah?'' gumam Erlan melanjutkan langkah nya menuju lift.


Di dalam lift Mas Erlan memikirkan hal penting apa yang akan di bahas oleh atasannya, lift yang di naiki Mas Erlan pun berhenti di lantai 25 tempat ia bekerja saat ini, sedangkan di lantai 15 Putri membuat kehebohan di dalam ruangan nya, kak Anjas dan kak Rini membulat kan matanya melihat hal konyol yang di lakukan Putri di pagi ini, karena Putri sendiri joget joget di depan mereka semua.


Karena di ruangan kerja Putri, ada rekan kerjanya yang menyalakan musik India, jadi nya Putri heboh dengan tarian-nya. Karena Putri emang penggila musik India.


+ Switaaa. . . . . . . . Ho. . . . .


Thu Hai shola sat rasa likipel lerkhi Hai khema leki, tujpe yedil Age yya. . . Hai. . . tujpe yedil Age yya.


-Thu Hai shola sat rasa Likapel lerkha Hai khema lekha.


Mere dhe dettu cageyya, Hai. . . mere dhe dettu cageyya.

__ADS_1


+ Thera matho shiyi qi hatshi there mastha qi yera.


Behki theri sanem usko hogeya ho tujpe Thera.


- There nima Qidiki khe khoni lagi.


Mere meh Bu Qi jha niman thery honi lagi...


+ Pyahe angget Korega lhikepel


Lherki Hai khama lekhi tujpe yedil Age yya....


Hai... Tujpe yedil Age yya.


Putri masih menggerak gerakkan kepala nya di saat sudah duduk di kursi kerja-nya.


''Putri? kamu bisa diam nggak?'' bisik kak Rini ketika melihat Pak Daniel berada di ambang pintu.


Terlihat sangat jelas, Pak Daniel geleng-geleng kepala melihat kelakuan Putri sang adik angkat-nya.


'Selalu kayak gitu, gadis ini emang bertingkah konyol? apa di nggak sadar kalau dia sedang berbadan dua sekarang,'' Gumam Pak Daniel pelan, dan hanya bisa di dengar oleh sang sekretaris.


''Putri emang gadis konyol dan juga petakilan, tapi dia juga gadis yang sangat menggemaskan, membuat semua orang yang berada di dekat nya merasakan kebahagia'an yang sama. Gadis kecil yang penuh drama namun konyol juga?'' sahut Pak Rijal sang sekretaris Pak Daniel, sembari mengeleng gelengkan kepalanya pelan.


''Putri! lihat di pintu ada siapa?'' Gumam kak Anjas yang menatap ke arah pintu. Putri juga mengikuti pandangan kak Anjas yang berhenti pada pintu, dan di sana sudah ada Pak Rijal dan juga CEO kantor Aditama Grub yakni Pak Daniel.

__ADS_1


Pak Daniel terlihat menghampiri ku dan di ikuti oleh sang sekretaris di belakang nya, ''Pandangan matanya begitu menakutkan ketika di pandang oleh mata indahku ini,'' batinku, namun aku segera menundukkan pandanganku pada Pak Daniel, karena bukan muhrim juga, hahaha sok sok an alim, padahal petakilan?


''Putri, Putri... ? Semoga anakku nggak menuruni sifat ku yang petakilan ini.'' Gumamku pelan.


__ADS_2