
Makasih buat kakak semuanya.
yang sudah dukung karya receh AL-MAHYRA.
Makasih juga buat yang baca dan yang like, komen dan Votenya.
ALLAH yang akan membalas semua kebaikan kakak sekalian, makasih๐๐๐
...๐๐๐๐๐...
Sesampainya di kelas A Fera dan juga Naura dapat Pelototan dari sang Guru pengawas.
"Dari mana saja kalian berdua.''tanya Bu Desi pada Fera dan juga Naura.
" Emmโฆ? kita dari toilet Bu? iya dari toilet.'' Ujar Naura gugup.
Bu' Desi masih melotot pada Fera dan juga Naura.
"Ini anak dari dulu tidak pernah mau berubah, kayak gini terus kelakuan nya.'' bathin Ibu Desi.
''Ibu saranin sama kalian berdua, rubah lah sifat sombong dan sifat angkuhmu itu, kalian berdua ini sudah mengulang 2 tahun di kelas 3 ini, apa kalian tidak merasa malu pada adik kelas kalian, kalian ini cewek bukan cowok, masak nggak ada rasa malu sama sekali pada Guru Guru lainnya.'' Ucap Bu Desi yang mulai kesal dengan tingkah laku Fera dan juga Naura.
Sedangkan siswa lainnya hanya bisa menahan tawa, melihat Fera dan juga Naura di omelin sama sang Guru.
ya Naura dan Fera tahun lalu tidak lulus dan sekarang mengulang Kelas-nya lagi.
gadis yang selalu menyombongkan diri-Nya, karena menurut-nya dia yang paling cantik dan yang paling modis di sekolah SLTP Negeri 1 tersebut.
" Ini So'al kalian! dan cepatlah kerjakan dengan benar, jangan kayak dulu lagi yang hanya mementingkan Dandanan-nya saja.'' ucap Bu' Desi memberikan lembaran-lembaran Ujian-nya pada Fera dan juga Naura.
Naura dan Fera mengambil tugas Ujian-nya dan berjalan ke tempat Duduk-nya dengan angkuh.
__ADS_1
"Kebiasa'an tuh anak!, dari dulu nggak ada kapok Kapoknya.'' ucap Salsa
" Iya! tahun ini nggak lulus lagi nyahok tuch anak sama bapaknya.'' sambung Nabila yang tepat berada di belakang-nya Salsa.
Salsa mengangguk dan terus saja mengerjakan tugas-tugas Ujiannya.
Sedangkan Fera terus menggerutu sambil mengerjakan so'al-so'al Ujiannya.
''Gara-gara si cebol gue kena omel Bu Desi, awas saja lho cebol gue balas di lain hari.'' gumam Fera.
"pokoknya tahun ini gue harus lulus, gue sudah muak sekolah di tempat.'' Gumam nya lagi.
" Kerjakan dengan serius so'al-so'al Ujian-nya? biar kalian semua lulus dengan hasil yang memuaskan.'' ucap Bu' Desi sang Pengawas di kelas A.
"Iya Bu?'' seru semua murid yang berada di kelas A.
" Ayo cepat selesaikan soal ujian nya, karena bentar lagi jam istirahat akan tiba, kalian semua yang semangat ngerjakan soalnya! ayo semangat.'' ucap Bu' Desi dengan lantang memberi semangat pada semua muridnya.
Anak-anak (murid-Nya) pada tertawa mendengar perkata'an Bu' Desi sang Guru yang memberikan semangat.
" Bu' Desi lagi ngomong tuh dengerin baik baik.'' ucap Nabila
"Bukan cuma ngomong Nabila? tapi Bu' Desi juga ngasih kita semangatt githu?!'' kata si Salsa tersenyum pada sang teman.
Nabila hanya ngangguk-ngangguk nggak jelas, karena yang di angguki berada di depannya yang tidak melihat ke arah belakang,
" Sontoloyoโฆ! aku ngangguk-ngangguk nggak di lihat.'' celoteh nya yang men tuwir kepala si Salsa.
Salsa hanya nyengir kuda, sambil menjulurkan lindahnya keluar, weekkkkโฆ๐๐", ledek nya
"Salsa dan Nabila sudah selesai.'' tanya Bu' Desi.
__ADS_1
" Sudah bu?" ucap Salsa dan nabila bersama'aan.
"Kalau sudah selesai kumpulkan soal soalnya ke sini.'' perintahnya.
Salsa dan Nnabila beranjak dari tempat Duduk-nya menuju ke tempat Bu' Desi yang ada di depan dekat papan tulis.
" ini tugas Nabila bu?'' ucap Nabila.
" Dan ini soal ujiannya Salsa.''kata Salsa. sedangkan Nabila mengulurkan tangan nya dan Bu Desi menerima uluran tangan dari sang murid, lalu Nabila mencium tangan Bu Desi sang Guru Pengawas.
Sedangkan Salsa bingung melihat kelakuan temannya itu.
"Lho kok cium tangan sich Bil? kan belum pulang sekolah.'' tanya Salsa pada Nabila.
" Emang kalau mau cium tangan sang Guru harus menunggu pulang sekolah.'' tanya Nabila, Salsa yang bingung hanya menggeleng kan kepalanya, dan mau tak mau Salsa juga mencium tangan sang Guru juga.
Nabila adalah anak yang penuh dengan sopan dan santun, dia terbilang baik pada semua siswa siswi yang bersekolah di SLTP Negeri 1.
Walaupun sang Ayah adalah kepala sekolah (kepsek).
Lain halnya dengan si Fera yang tidak punya peran penting di sekolah tersebut. tapi tingkah lakunya bisa di bilang Amit-amit jabang bayi?!
"Bu' Desi? kapan-kapan kita ke rumah Bu' Desi apa boleh.'' tanya Nabila sopan sebelum kembali ke tempat duduk nya.
" Boleh? tapi harus minta ijin dulu ke mama sama Ayah-nya ya.'' jawab Bu Desi mengingat kan.
"Oke siipp lah kalau ithu.'' celoteh nya sambil tersenyum manis pada sang Guru.
''Ya sudah kalau githu Bila balik ke tempat Bila ya Bu.'' ucap Nabila berlalu.
Bu Desi mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1