Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 80


__ADS_3

*Keesokan paginya*


Putri terlalu nyenyak dalam tidur nya sehingga dia bangun kesiangan.


Tok tok tok.


Pintu di ketuk dari luar, membuat tidur Putri terganggu, Putri menghempaskan selimut nya begitu saja, diapun bergegas menuju pintu untuk membuka nya.


Zein mengangkat satu alisnya melihat sahabat kecilnya belum juga siap untuk berangkat ke kampus.


''Apa sich Zein, masih sudah ngetuk ngetuk kamar orang?'' Ucap Putri ketus, dia kesal melihat Zein yang sudah ada di depan pintu nya. Sedangkan Reno memilih untuk melihat perdebatan antara keduanya.


''Pagi kepalamu peang, tengok nich sudah jam berapa sekarang.'' Tukas Zein tak kalah ketus.


''Masih jam 8 kan, aku masih ngantuk dan mau tidur.'' Sahut Putri berbalik badan dan ingin menutup pintu nya kembali. Namun Zein memegang pergelangan tangan Putri guna menghentikan langkah nya.


''Emangnya kamu nggak mau berangkat ke kampus.'' Tanya Zein lembut masih memegang tangan Putri.


Putri ternganga sambil melotot kan matanya seraya bergumam.

__ADS_1


''Ach iya aku lupa, maafin aku Zein, aku akan mandi dengan cepat.'' Ujar Putri bergegas masuk ke dalam kamar nya, di ambilnya handuk dan mondar mandir di dalam kamar nya.


Zein yang melihat Putri hanya mondar mandir berkata.


''Gimana mau cepat selesai sich Putri, kalau kamu saja masih di dalam hanya mondar mandir nggak jelas githu!!''


Putri menghampiri Zein yang msih ada di depan pintu kamar nya.


''Zein aku tak menemukan kamar mandi.'' gumam nya sedih.


''Lagian kamu sok pinter banget, harusnya kamu tanya dulu di mana letak kamar mandi nya githu.'' Sahut Zein mengacak hijab yang di pakai Putri tampa pengait.


''Ish!!'' desis Putri.


Zein memegang tangan Putri, lalu dia membawanya ke kamar mandi yang ada di sekitar kosan nya.


''Ini kamar mandi buat cewek.'' Ucap Zein menunjuk salh satu kamar mandi yang kebetulan sudah kosong, karena penghuninya sudah pada berangkat kerja dan juga kuliah.


''Cepatlah mandi, aku tunggu di depan kosan kamu.'' tambah Zein melangkah pergi.

__ADS_1


Putri mulai memasuki kamar mandi, untuk membersihkan tubuh nya. Setelah dia membuka pintu kamar kosan nya Putri tepar begitu saja, membaringkan tubuh lelahnya dan seketika dia memejamkan matanya di kasur kecil yang tersedia di dalam kosan nya.


''Sebentar ya, Putri ambil tas dulu di dalam?'' Ujar Putri menghampiri Reno dan juga Zein yang sudah menunggu nya.


''Emangnya kamu nggak sisiran n dulu Putri?'' Tanya Zein lembut.


''Nggak usah biar cepat nyampek ke kampus nya, lagian aku kan pakek hijab jadi...? nggak akan ada yang tau kalau rambut aku berantakan.'' Jawab Putri.


''Ya sudah dech, terserah lho saja Putri?!'' tukas Zein menatap Reno di sebelah nya.


Reno yang di tatap menjadi penasaran dan bertanya, ''Kenapa Zein?''


''Nggak apa apa, aku hanya menatap mu saja kok, lagian kamu cuma menjadi penonton sekaligus pendengar saja.'' Jawab Zein memalingkan mukanya.


''Ya mau gimana lagi Reno? kamu bakalan tau sifat sifat Putri yang belum kamu ketahui selama ini, bukan sifat jelek sich! Namun itu sangat menjengkelkan sekali.'' Gumam Zein pelan.


Putri membuka pintu kamar kosan nya, dan langsung menguncinya dari luar.


''Ayo kita berangkat?'' ajak Putri pada keduanya.

__ADS_1


''Kayaknya kamu betah di sini.'' ucapnya lagi.


''kita nungguin kamu dari tadi tau nggak? masih berani bilang betah lagi!!'' Ucap Zein kesal sembari merangkul sahabat kecilnya.


__ADS_2