Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 47 Rencana Liburan


__ADS_3

Anastasya membenarkan jilbabnya yang awut awutan gara-gara Wulan.


Ia tak menyadari kalau sang pangeran sudah menunggunya dari tadi.


Setelah ia sadar Anastasya melihat ponselnya dan ternyata sang pangeran masih setia menunggu gadis pujaannya berbicara.


''Astaqfirlahal adzim.'' ucap Anastasya di waktu sadarnya.


-''Kak Erlan sudah lama nunggu nya.'' tanya Anastasya sambil garuk garuk tengkuknya yang tak gatal.


-''Dari kemarin sayang? kakak sampek lumutan nunggunya.'' goda Erlan, yang di goda malah cemberut.


-''Ya maaf kak, kirain sudah di matiin sama kak Erlan, ech nggak taunya malah ke geser yang ijo.'' celoteh Anastasya lalu tersenyum.


-''Jangan tersenyum terus lah sayang?'' ujar Erlan yang membuat Anastasya bingung.


-''Lha! kenapa Putri nggak boleh tersenyum githu, emangnya ada larangan tersenyum ya kak?!'' tanya Putri penasaran pada sang tunangan.


Erlan hanya nyengir kuda tanpa mau menjelaskan kenapa dia tidak boleh tersenyum.


-''Ya udah dech, aku matikan ponselnya? kalau kak Erlan nggak mau jelasin.'' rengek Putri dan pura-pura mau mematikan ponselnya.


-''Jangan di matikan dong sayang?'' sahut Erlan mencegah Putri mematikan ponselnya.


-''Lagian kak Erlan nyebelin, nggak mau ngasih tau Putri, alasan kenapa Putri nggak boleh tersenyum gitu.'' ucapnya mulai merajuk, Erlan tersenyum dan mulai menjelaskan alasan kenapa Putri nggak boleh tersenyum.


-''Senyuman kamu begitu manis sayang, entar ada yang tergila-gila sama kamu gimana.'' ucap Erlan mencoba menggoda sang gadis.


-''Lagian siapa juga sich kak? yang suka sama Putri yang jelek kayak gini.'' sahut Putri yang bikin Erlan makin gemas pada sang gadis.


-''Kalau kamu ada di dekat kakak, sudah habis kamu sayang, kakak bawa kedalam kamar.'' celoteh Erlan yang membuat Anastasya Putri memelototkan matanya.


-''Jangan anech-anech dech kak, sekolah yang bener jangan mikirin sembarangan.'' ujar Putri memainkan telunjuknya.


Erlan tersenyum melihat tingkah laku gadisnya.


-''Iya -iya, kakak cuma bercanda kok sayang? jangan ngambek githu, mau kakak cium.'' ucap Erlan ambigu.


-''Week... ! ndak bisa cium?!'' sahut Anastasya menjulurkan lidahnya keluar.


-''Coba kalau deket, habis kamu sayang?!'' ucapnya gemas melihat sang gadis.


 

__ADS_1


''Woyy!!! teriak Wulan.


''Ayo masuk, sudah bel tuh?!'' teriaknya lagi.


''Apa sich Lan? githu banget manggilnya.'' ucap Anastasya menoleh ke arah Wulan.


''Lagian lho di panggil nggak denger, giliran di teriakin malah marah-marah githu.'' jawab Wulan menghampiri Anastasya yang duduk di taman belakang sekolah nya.


Tuk... Anastasya menyentil dahi Wulan sang teman.


''Ish... ! sakit tau Put.'' ringis Wulan sambil menggosok gosok dahinya yang sakit.


''Githu doang sakit, ya sudah ayo masuk! katanya sudah bel.'' ucap Anastasya merangkul sang teman.


Wulan hanya mengikuti langkah Anastasya, dia terus di rangkul sampai masuk kedalam kelasnya.


''Gimana, dah minta ijin belum sama pangeran kalau kita mau liburan bareng.'' tanya Wulan pada Anastasya saat sudah duduk di bangku kelas nya.


Anastasya menggeleng, '' Belum sempat minta ijin?keburu kamu manggil.'' jawab Anastasya yang langsung di pelototi Wulan.


''Ngobrol dari kemarin, belum minta ijin juga sama kak Erlan.'' ucapnya ketus.


''Enak saja ngobrol dari kemarin! lawong belum juga satu jam ngobrol nya, malah sudah di panggil sama kamunya.'' celetuk Anastasya memonyongkan bibir nya.


''Maunya sich ikut Lan, tapi mau gimana lagi? aku kan belum minta ijin sama kakakku tersayang.'' jawab Anastasya sambil tersenyum. Wulan menjewer telinga Anastasya.


''Sakit tau Lan! awas aja gue bales lho.'' ucap Anastasya. Wulan hanya nyengir kuda menanggapi ocehan temannya.


Tak berselang lama sang Guru memasuki ruang kelas Anastasya.


''Siang anak anak, gimana sudah siap menerima pelajaran sekarang.'' tanya Pak Usman Guru Agama.


''Insya Allah siap Pak.'' jawab semunya.


''Bagus kalau gitu, bapak dikte biar cepat nyatet nya.'' ujar nya yang di angguki oleh semua siswa-siswi yang ada di dalam kelas 1.


Sesekali Pak Usman menerangkan isi tentang shodaqoh, yang di bacakan Pak Usman barusan, meskipun banyak yang tak di mengerti oleh sebagian siswanya, namun semuanya mendengar kan apa yang di terangkan oleh Pak Usman sang Guru.


Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Siapa saja orang islam yang memberi pakaian orang Islam yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga; dan siapa saja orang Islam yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga; dan siapa saja orang Islam yang memberi minum orang Islam yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman dari minuman suci yang tertutup." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dalam sanadnya ada kelemahan.


Arifin mengacungkan tangan-Nya.


''Pak, shodaqoh bisa berupa apa saja kan Pak?!'' tanyanya yang langsung di angguki oleh Pak Usman.

__ADS_1


''Shodaqoh bisa berupa uang, makanan, baju dan lain-lain. seperti yang sudah di jelaskan di atas.


Arifin mengangguk mengerti dengan penjelasan sang Guru.


''Masih ada yang mau di tanyakan lagi.'' tanya Pak Usman, semua siswanya menggeleng kan kepalanya.


''Ya sudah kalau sudah tidak ada yang mau di tanyakan lagi, Bapak akhiri pelajaran hari ini. kita sambung minggu depan, dan Bapak ingatkan kalau kalian liburan jaga diri baik baik, Oke.'' ujar Pak Usman mengingat kan semua siswanya.


''Iya Pak.'' jawabnya serentak.


Pak Usman mengakhiri mata pelajaran nya dan beranjak keluar dari kelas yang ia ajar barusan.


Semua siswa-siswi di kelas 1 masih duduk anteng di dalam kelas, tanpa ada yang bergerak dari tempat duduknya.


Namun mereka mengobrol satu sama lain, membahas tentang liburan yang di adakan sekolah nya.


Anastasya hanya menyimak obrolan teman temannya, tanpa ada niat untuk ikut nimbrung yang di obrolin teman temannya.


''Putri, kamu ikut nggak lusa.'' tanya Arifin.


''Belum tau kak.'' Jawab Anastasya lembut.


''Ikut saja ya Put, kan cuma bentaran doang liburan nya, nggak nyampek sehari ini.'' bujuk Wulan memegang lengan Anastasya Putri.


''Insya Allah ya, kalau aku sudah dapat ijin dari do'i, aku kabari Oke.'' ucap Anastasya membulat kan jarinya 👌.


''Aku tunggu ya Put.'' ucap Arifin dan yang lainnya juga.


''Emang kenapa sich kalau aku tidak ikut liburan, kalian semua kan sudah pada ikut, napa aku juga harus ikut sich?!'' tanya Anastasya pada teman temannya.


''Nggak ada lho, nggak rame Put.'' cetus Dewi dari tempat duduknya.


Anastasya tertawa, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, karena menurut nya ucapan teman temannya tidak lah masuk akal.


Dia geleng-geleng untuk menyudahi tawanya.


👉👉👉👉


Makasih kak yang sudah dukung karya receh Al-mahyra.


Aku harap kalian tidak bosan membacanya.


Jangan lupa like, komen, vote, dan favorit kan ya kak.

__ADS_1


Makasih 🙏🙏💕😘


__ADS_2