
Tepat jam 9 Ibu pekerja nya menuju ke kamar Putri untuk membangunkan nya, tapi pada kenyataan nya Putri sudah terbangun dan sudah rapi dengan baju Gamis dan jas kuliah nya yang biasa ia pakai.
''Baru Ibu mau bangunin Neng?'' Ucap Bi Ina, waktu melihat Putri sudah rapi di depan pintu kamar nya.
''Putri sudah bangun kok Bi,'' jawab nya tersenyum.
''Nggak biasanya Neng Putri tidur lagi setelah sholat Subuh,'' Tanya Bi Ina kepo.
''Iya Bi, Putri nggak enak badan, mungkin karena kecapean kali ya,'' jawab Putri bohong.
''Jangan sering sering begadang kalau gitu neng, lagian begadang nggak baik untuk kesehatan,'' pesan Bi Ina pada Putri yang langsung di angguki oleh Putri.
''Nggak enak dong Bi kalau ada teman malah di tinggal tidur?'' Ucap Putri cemberut.
''Dari pada Neng Putri sakit, kan nggak bisa ngampus, iya kan?'' Ucapnya.
Dan tak lama kemudian Reno membunyikan klakson motornya seperti biasa.
''Putri berangkat dulu ya Bi,'' pamit Putri mencium tangan Bi Ina, dan segera keluar menemui Reno di luar.
Zein sendiri sudah bekerja, jadi Zein tak pernah berkunjung ke kontrakan Putri lagi kalau di pagi hari, namun kadang kalau ada waktu senggang, Zein selalu menghampiri Putri di rumah kontrakan nya, seperti tadi malam misalnya hanya mengobrol santai dengan Putri dan juga Erlan suami sahabat kecilnya.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
1Tahun kemudian
Sudah satu tahun usia pernikahan Anastasya Putri dengan Erlangga Rahman.
Kini orang tua Putri dan juga Erlan sedang melakukan perjalanan ibadah Haji, dalam do'a kedua orang tua Putri dan juga Mertuanya hanyalah agar segera di berikan cucu, dan pernikahan Putera dan juga puteri nya langgeng sampai kelak ajal yang memisahkan, dan menjadi pasangan yang sakinah mawaddah warahmah.
Sore ini Putri bertingkah aneh yang tak mau berdekatan dengan Erlan suami nya. Putri menolak di saat Erlan menjemputnya di Kampus di mana Putri kuliah, Putri lebih memilih pulang bersama Reno yang juga kebetulan keluar dari gerbang kampus nya.
''Reno, aku pulang bareng kamu ya,'' Ucap Putri sedikit memohon.
__ADS_1
''Lho kamu kan sudah di jemput sama Erlan,'' jawab Reno singkat, karena Reno tak enak hati melihat Erlan yang di cueki Putri sang istri.
''Kalau kamu nggak mau ya sudah, aku naik angkutan umum saja,'' Ketusnya, dan Putri segera melangkah pergi.
Erlan mengejar Putri, dia memegang tangan istri kecilnya yang saat ini sangat menyebalkan sekali, Erlan bela belain pulang cepat dari kantor nya agar bisa menjemput sang istri di Kampus nya, namun yang ia dapat hanyalah kekecewaan semata.
''Putri kan sudah bilang, kalau Putri tak mau dekat dekat dengan kak Erlan,'' Ucap Putri lantang sehingga membuat semua mata menatap nya.
''Emangnya Mas salah apa sich sayang? sampai kamu ingin jauhin Mas?'' Ucap Erlan mengiba.
''Kalau Mas salah, Mas minta maaf, tapi jangan cuekin kayak gini juga dong sayang?'' Ucapnya pelan.
''Putri nggak mau dekat dekat sama kak Erlan, Putri harap kak Erlan mengerti,'' gumam Putri pelan, sedangkan matanya sudah mulai berkaca kaca. Melihat itu Erlan tak tega melihat istri kecilnya menangis.
Reno yang kebetulan belum pulang dan menyaksikan drama sore pasangan suami istri di depan nya, hanya menatap aneh Putri yang bersikap aneh akhir akhir ini di kampus nya, mulai dari makanan yang ia tak suka malah kini menjadi makanan kesukaan nya.
Dengan langkah pelan namun pasti Reno menghampiri Putri dan juga Erlan yang sedang berdebat di depan umum.
''Kalian kenapa sich harus bertengkar di depan umum kayak gini,'' Ucap Reno saat sudah berada di dekat pasangan suami istri tersebut.
''Lalu kamu sendiri kenapa Putri, bukannya selama ini kamu tak pernah bersikap seperti ini,'' tanya Reno pada Putri yang tepat berada di samping nya.
''Ayo Reno, antarkan aku pulang, aku capek, letih dan ngantuk juga,'' ajak Putri pada sahabat nya.
Reno menatap ke arah Erlan, meminta persetujuan nya karena istri kecilnya malah meminta Reno untuk mengantarnya pulang.
Erlan mengangguk pasrah saat di tatap Reno, sahabat dari istri nya, ''Nggak apa apa kok Reno, kamu antarkan saja istri ku pulang, aku akan kembali ke kantor saja kalau githu,'' ucap nya melangkah pergi meninggalkan Putri bersama Reno.
Erlan memilih kembali ke tempat kerjanya dari pada harus pulang ke rumah kontrakan nya.
Putri yang mendengar perkataan Erlan hanya bisa cemberut melihat kepergian sang suami.
''Mau kejar Erlan,'' tanya Reno tiba-tiba mengagetkan Putri yang menatap kepergian Erlan.
__ADS_1
''Nggak lah, ngapain juga harus di kejar, ayo ach pulang aku ngantuk berat nich,'' ucap nya ketus menarik tangan Reno.
''Hari ini kamu aneh banget sich Putri,'' tanya Reno melepas tangan Putri.
Putri tak menggubris ucapan Reno sang sahabat, Putri meninggalkan Reno, menuju motornya yang di parkir kan tak jauh dari tempat mereka tadi berdebat.
''Ayo Reno!'' teriak Putri karena Reno masih saja bengong di tempat yang tadi.
Reno tak menjawab teriakan Putri, tapi dia langsung menghampiri Putri yang sudah melipat kedua tangan di dada nya.
''Lama banget sich Reno, kayak bebek,'' gerutu Putri saat sudah ada di depannya.
''Lagian lho juga anech banget sich Put, di jemput Erlan malah nggak mau, malah minta anter sama aku,'' ucap nya kesal dengan tingkah Putri sahabat nya.
''Gimana kalau Erlan cemburu dengan semua ini, dan malah salah paham sama aku,'' tambah nya lagi.
''Bodo amat!! kalau lho nggak mau nganterin gue pulang ya sudah, gue bakalan naik angkot kok,'' sarkas nya dan melangkahkan kakinya, Putri pergi dari hadapan Reno dengan gerutuan gerutuan yang tak di mengerti oleh Reno.
Reno menghembuskan nafas nya dengan kasar, dan dengan segera mengejar Putri dengan motor sport nya.
''Ayo naik?'' Ajak Reno saat Putri sudah terkejar.
''Nggak mau,'' tukas Putri, tetap melanjutkan langkah kakinya.
''Ayolah Putri, jangan seperti anak kecil gini, katanya tadi ngantuk mau cepat tidur,'' kata Reno.
''Nggak jadi ngantuk!''
''Kalau nggak mau, aku tinggal nich, lagian nunggu bus jam segini nggak bakalan ada yang lewat,'' Reno mengingat kan Putri.
Sejenak Putri memikirkan perkataan Reno yang mengatakan tak kan ada Bus yang akan lewat di sore hari di sekitaran kampus nya.
''Ya sudah, gue terpaksa ikut lho,'' ucap nya, seraya naik ke motor sport yang di kendarai nya.
__ADS_1
''Ingat, gue terpaksa ikut lho balik,'' Ucap Putri sekali lagi menekankan kata terpaksa.
BERSAMBUNG