Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
bab 30


__ADS_3

Satu minggu setelah Ujian, Zein dan kawan kawannya mengajak ketemuan di lapangan sekolahnya.


Jam 7 pagi mereka sudah pada berdatangan walaupun formasinya tidak lengkap, karena sebagian teman-temannya lagi pada sibuk dengan kegiatan di rumah masing-masing.


Sebenarnya mereka tidak melakukan hal yang penting, hanya saja mereka mengajak ketemuan hanya semata-mata melepas kangen karena sudah 1 minggu tidak bertemu.


Pertemuan mereka hanya di isi dengan candaan dan ledekan kecil pada sang teman.


''Ech lho makin jelek saja, selama libur sekolah pada ngapain sich kalian kok jelek githu.'' Ucap Rey meledek Fian.


''Kata siapa gue jelek Rey, lawong kata Ibu gue ganteng kok, lho yang tambah jelek, item juga.'' kata Fani membalas ledekan dari Rey,yang di sambut tertawaan oleh semua teman yang hadir.


''Ech! capek nich gue pulang yuck? masih ada kerjaan juga nich di rumah.'' ucap teman yang lain.


''Ya sudah! kita pulang dulu bro.'' yang lain juga mulai berpamitan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.


Dan kini hanya tinggal ber empat saja di pinggir lapangan sekolah SLTP Negeri 1.


...🌺🌺🌺🌺...


Sebenarnya yang mau bertemu dengan Anastasya adalah Adam, karena dia di titipkan sesuatu oleh Erlan, Erlan sendiri adalah saudara sepupu jauh Adam.


jadi mau tak mau Adam menjalankan amanah dari Erlan sang sepupu.


Akhirnya Adam memberi tahu pada Zein meminta saran dan mau menitipkan barang yang di titipkan oleh Erlan pada Zein, namun Zein menolak karena itu bukan hak dia.


Zein menyarankan agar Adam memberikan sendiri barang yang sudah di amanah kan padanya.


''Lho antar sendiri lah Dam ke rumah Anas.'' Saran Zein waktu itu.


''Tapi Zein? gue kan nggak tau di mana rumah Anas.'' ucap Adam yang emang tak tau di mana rumah Anastasya berada.


''Ya sudah gue antar lho kerumah Anastasya? gimana, tapi lho kasih sendiri barang yang dari Erlan ithu.'' Ujar Zein yang langsung dapat anggukan kepala dari Adam sang teman.


''Ech! gue ikut dong kalau mau ke rumah Anastasya? gue kan pengen tau juga di mana rumah Anas.'' celetuk Reno.


'' Gue juga mau ikut.'' sambung Rey yang ada di belakang Reno.


''Baiklah kalau gitu kapan kita akan kesana zein?'' tanya Adam.


'' Gimana kalau nanti sore.'' ujar Rey.


''Oke juga thu bro?!'' sambung Reno.


''Diil ya nanti sore.'' ucap Zein dan langsung di acungi jempol oleh teman temannya.


Sore itu Zein dan ketiga temannya mulai menyusuri jalanan yang menuju ke rumah Anastasya dengan berjalan kaki.


mereka ber empat memutuskan untuk berjalan kaki.


Pada saat itu Anastasya sedang duduk bersama sang Ibu angkat di teras rumahnya?.


''Assalamu'alaikum.'' Ucap Zein ketika sudah sampai di halaman rumah Anastasya.


Anastasya menoleh ke arah suara dan ternyata yang datang adalah Zein dan ketiga temannya.


''Waalaikum salam?'' jawab Anastasya dan sang Ibu hampir bersamaan.

__ADS_1


Zein mengulurkan tangannya dan mencium tangan Ibu Anastasya, begitu juga yang lainnya pada mencium tangan Ibu Yuni.


Ibu Yuni mempersilahkan Zein dan ketiga temannya untuk masuk ke dalam rumah.


''Di ajak masuk temannya Zein.'' ucap Bu Yuni pada Zein yang sudah ada di dalam.


''Ayo masuk! betah banget sichtersenyum kalian di luar.'' celetuk Zein yang langsung dapat toyoran dari Reno.


''Betah apanya, kamu yang masuk duluan!nggak ngajak ngajak masuknya.'' ucapnya ketus. Zein hanya memutar mata malasnya mendengar ceramahan dari sang teman.


Tak lama kemudian Anastasya keluar dengan membawa baki yang berisi beberapa gelas yang sudah di isi dengan teh hangat dan juga camilan.


Anastasya menaruh baki di atas meja dan mulai menata gelas gelas yang di bawanya tadi.


setelah selesai menata di atas meja Anastasya mempersilahkan semuanya untuk minum tehnya.


'' Ayo di minum dulu tehnya Zein, kalian juga minum tehnya, maaf Anas tak tau nama kalian satu satu.'' ucap Anastasya jujur, karena selama ini yang dia kenal hanya Zein saja.


'' Iya nggak apa apa Anas, kita kan belom kenalan.'' ujar Rey yang memulai obrolan nya.


''Oia? aku Rey yang paling ganteng dewe, di sebelah ku ini Adam dan yang itu Reno, dan di sebelah kamu itu Zein! salam kenal.'' ucap Rey memperkenalkan diri dan juga temannya sekaligus.


Anastasya tersenyum menanggapi omongan Rey teman dari Zein.


''Narsis tenan arek iki you.'' celetuk Adam pada Rey sang teman.


''Ndak apa apa cuma narsis di depan Anas doang kok.'' ucapnya membela diri.


Adam yang gemas melihat tingkah laku temannya langsung menghadiahi dia sebuah kita kan kecil.


''Awww.... sakit Dam!'' Rey hanya bisa mengelus kepalanya yang di jitak oleh Adam.


Setelah kepergian Anastasya mereka bertiga melototi Rey, karena menurut mereka Rey terlalu konyol.


''Kenapa kalian pada melototi aku gituu sich, dari pada hanya melototi aku kayak gini, mending kita minum dan cemilannya di makan.'' Ucap Rey mengambil gelas di depannya dan langsung meminum tehnya.


Akhirnya mereka semua mengikuti ucapan Rey, dan tak lama kemudian Anastasya menghampiri mereka lagi di ruang tamu yang tak terlalu sempit.


''Oia kalian kesini mau ngapain?'' tanya Anastasya ragu ragu, takutnya mereka semua tersinggung akan ucapan Anas yang bertanya demikian.


''Och iya? kami hampir lupa akan kedatangan kami ke rumah kamu Anas.'' ucap Reno lalu kemudian dia tersenyum.


''Sebenarnya kami ke sini hanya mau mengantar Adam saja untuk bertemu dengan kamu Anas.'' lanjutnya.


''Bertemu Anas? kalau boleh tau ada apa ya kok mau bertemu dengan Anas.'' Tanya Anastasya mulai bingung.


''Nggak usah bingung gituu Anas? Zein mendekati Anastasya yang sedang bingung. ''Adam cepat ngomong tujuan kita kesini ngapain.'' celetuk Zein yang duduk berdampingan dengan Anastasya.


Adam memulai niat mereka datang ke rumah Anastasya.


Adam pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, barang tersebut adalah titipan dari Erlan sepupu dari Adam.


''Saya datang ke sini hanya ingin mengantarkan barang yang di titipkan oleh sepupu aku buat Anas? kemarin sebelum balik ke perantauan dia menitipkan barang ini padaku.'' Ucap Adam menaruh barang yang di pegang di atas meja.


''Ambil Anas? itu punyamu.'' kata Zein.


Anastasya mengangguk dan mengulurkan tangannya untuk mengambil barang yang di bawa Adam barusan.

__ADS_1


''Kalau boleh tau ini dari siapa?'' tanya Anas penasaran.


''Di dalam bungkusan sudah ada namanya kok?'' ucap Adam karena mereka ber empat sudah menyepakati tidak akan memberi tahu Anastasya.


Biarlah Anastasya tau sendiri dengan melihat nama yang da di dlam bungkusan.


''Makasih ya sudah nganterin ke rumah Anas.'' ucapnya


''Iya Anas sama sama, ini sudah jadi kewajiban ku nganterin amanah dari sepupu ku.


''Anas jadi penasaran sama sepupu kamu itu Dam.'' Ujar Anastasya yang mendapatkan tepukan di bahunya.


''Nggak usah penasaran gituu An? bentar kamu bakalan tau juga siapa sepupunya Adam itu, iya nggak cuy?!'' Zein menaik turunkan alisnya yang di susul tertawaan dari semua temannya.


''Apa'an sich Zein?, sekarang kamu mulai genit, apa jangan jangan sudah punya cewek ya?!'' ucap Anastasya meledek sang teman.


''Sekarang masih jomblo Anas?, lagian kamu juga nggak mau kan jadi pacar aku.'' Ujar Zein yang membalas ledekan dari Anastasya.


Anastasya memanyunkan bibirnya dan berkata. ''Banyak kok cewek di luaran sana Zein? kamu tinggal pilih salah satu dari mereka.''


''Kan aku maunya sama kamu Anas?'' rengeknya yang langsung di tampol sama Reno dan juga Rey.


''Manja banget sich lho Zein, sudah tua juga.'' kata Rey yang langsung di pelototi oleh Zein.


''Ya sudah kalau gitu kita pamit dulu ya Anas, makasih ya Anas teh sama cemilannya dan maaf kalau merepotkan kamu.'' ujar Adam yang sudah berdiri dari tempat duduk nya.


''Kalau gitu aku pamit juga dech Anas.'' ucap Reno dan Rey yang hampir bersama'an.


''Iya... ? makasih ya.'' ucap Anastasya lembut sembari tersenyum.


Sedangkan Zein hanya melihat kepergian sang teman. Zein sengaja tidak ikut balik karena masih mau gangguin Anastasya di rumahnya.


''Kenapa kamu tidak ikut pulang Zein!'' tanya Anastasya sedikit ketus.


''Wich... ! ketus banget An, aku kan masih mau ngobrol sama kamu.'' celetuk Zein yang memainkan kedua matanya.


''Sudah pulang sana Zein? ucapnya lembut. ''bentar lagi Adzan maghrib lho.'' ujar Anastasya yang secara halus mengusir sang teman.


Zein pura-pura sedih karena di usir sama temannya, tapi wajah sedihnya tak membuat tekad Anastasya untuk menyuruh sang teman untuk segera pulang ke rumahnya.


''Please... ? ya ngobroonya besok lagi ya Zein, Anas mau pergi ke musholla tuh dah mo Adzan?!'' Ucapnya


Zein mengangguk kan kepalanya dan langsung beranjak pergi dari rumah Anastasya, waktu di halaman rumah Anastasya Zein masih menoleh kebelakang melihat sang teman yang masih berdiri di dekat pintunya.


Melihat tingkah laku Zein Anastasya memonyongkan bibirnya dan masuk kedalam rumah untuk mengambil mukenah dan segera pergi ke musholla.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Kalau hujan- hujan kayak gini Bawa'annya ngantuk ya kk🀭🀭🀭


Tetap semangat walau cacian dan hinaan datang silih berganti.


kebencian seseorang hanya bisa di balas dengan sabar dan keikhlasan hati, tetap bertawakkal dan tawadhu' sama yang Kuasa, karena takdir kita sudah ada yang mengatur ..


Makasih yang sudah dukung karya receh Al-mahyra.


Dan jangan lupa like, komen dan votenya kk.

__ADS_1


makasihπŸ™πŸ™


__ADS_2