Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 63 Kesedihan Erlan


__ADS_3

Pagi pagi sekali Erlan sudah siap menuju Bandara, dengan di antar Sidul sepupu Erlan naik motor sport nya.


''Tumben nggak mau naik Bus Lan, malah minta di anter?'' tanya Sidul pada Erlan.


''Males naik Bus Dul? pengen naik motor saja ke Bandara nya.'' jawab Erlan dengan nada sedih.


''Kenapa lho jadi sedih sich Lan? nggak kayak biasanya yang selalu heboh kalau mau pulang ke Kalimantan.'' Tanya Sidul lagi, namun Erlan tidak menjawab pertanyaan dari sepupunya.


''Aku lagi sedih Dul, karena lusa aku akan terbang ke Ausi, melanjutkan kuliah di sana?'' tutur Erlan tanpa melihat ke depan.


''Jangan sedih gitu, harusnya kamu bersyukur karena mendapatkan Beasiswa ke sana, terus kamu kenapa jadi sedih gitu.'' Sahut Sidul melihat Erlan lewat kaca spionnya.


''Gimana nggak sedih Dul, sedangkan tunangan ku ada di sini, aku sendiri bakalan pergi jauh.'' Ucap Erlan mengusap air matanya yang mengalir di kedua pipinya.


''Cengeng lho Lan, masak cowok nangis hanya karena cewek sich, lagian lho kan bisa video call sama Putri setiap hari'' Ujar Sidul dan terkekeh karena baru sekarang dia melihat sepupu nya menangis, selama ini Sidul mengira Erlan sebagai seorang yang tangguh dan tak pernah menangis, namun hari ini dia melihat Erlan menangis karena seorang gadis yang ia cintai, mungkin inilah yang di namakan cinta sejati.


Sidul dan Erlan sudah sampai di Bandara, namun Sidul tidak ikut masuk kedalam mengantar kepergian sang sepupu.


''Aku nggak ikut masuk ya Lan, nggak apa apa kan?'' Ujar Sidul yang di angguki Erlan.


''Iya nggak apa apa kok Dul, makasih ya sudah mengantar aku ke sini.'' Ucap Erlan menepuk bahu Sidul, sepupu dekatnya.


''Ya sudah, kamu langsung balik saja sanah, hati hati bawa motornya, jangan ngejar aspal, karena kalau jatuh bakalan sakit.'' celetuk Erlan tersenyum karena sudah meledek sepupu nya.


Sidul menonyor kepala Erlan dan langsung kabur begitu saja dengan motor sport nya.


''Dasar lho!!'' teriak Erlan, namun yang di teriaki sudah menghilang di kerumunan mobil mobil yang lalu lalang.


''Mas ini sering banget naik pesawat nya.'' Ujar pak satpam yang sudah sangat hafal dengan wajah Erlan.


''Iya Pak, biasa pebisnis muda.'' Sahut Erlan dan langsung ngibrit karena sudah bohongin pak satpam nya.


''Dasar anak muda sekarang, kelakuannya aneh aneh, belum selesai ngomong sudah di tinggal pergi gitu saja.'' Gerutu sang satpam karena melihat Erlan langsung meninggalkan dia begitu saja.


**********

__ADS_1


Erlan tiba di rumahnya dengan wajah muram nya, ia bergegas ke kamar untuk membereskan barang yang akan ia bawa besok ke negeri orang.


Tak lupa Erlan memasukkan surat surat dari sekolahnya, ia juga membawa hijab Putri yang tertinggal di rumah Erlan.


''Kakak janji, kalau kakak sukses dengan kuliah juga kerjaan kakak, kakak akan bawa kamu kesana juga sayang?'' Ucap Erlan memcium hijab Putri yang masih beraroma gadisnya.


Erlan tersenyum dan memasukkan hijabnya ke tas ransel nya.


Erlan membuka Galeri ponsel nya.


wajah sang gadis memenuhi Galeri nya.


Erlan meraba ponsel yang bergambar gadisnya, di usap nya dengan perlahan dan berkata. ''Sebenarnya kamu cantik sayang, dari kecil memang sudah cantik, tapi aku yang terlalu keterlaluan sama kamu, aku bersyukur bisa memiliki mu seutuhnya.'' Gumam Erlan membaringkan tubuh lelahnya, karena harus bolak balik naik pesawat.


''Erlan?? makan dulu nak, nanti makanannya dingin lagi.'' panggil Bu Ristie dan membuka pintu kamar Erlan.


''Erlan sayang?'' Ujar Bu Ristie lagi.


Erlan mengangguk, ''Sebentar Bu? Erlan masih capek baru sampai.'' sahut Erlan pada Bu Ristie ibunya.


''Akan Erlan usahain Bu? masak Erlan jauh jauh kesana malah harus pulang lagi.' Ucap Erlan memeluk sang Ibu.


''Nah ini baru putra Ibu yang ganteng.'' Tutur Bu Ristie menoel hidung putranya.


''Ya sudah ayo makan, jangan lupa di sana jaga kesehatan, dan jangan telat juga makannya.'' pesan Bu Ristie menggandeng tangan Erlan guna menuju ke ruang makannya.


''Ibu tenang saja, Erlan tidak sendirian disana, tapi berdua dengan Agus?!'' Ucap Erlan pada ibunya, agar tidak terlalu khawatir.


''Agus yang gembul itu?'' tanya Bu Ristie kaget.


''Jagan salah Bu? gembul gembul githu otaknya pintar, nggak kayak putra ibu yang gesrek ini.'' celetuk Erlan, Bu Ristie menyentil putranya karena ucapannya.


''Gesrek gesrek gini tapi putra Ibu yang paling ganteng.'' Ujar Bu Ristie sambil menyendokkan nasi dan beberapa lauk kesukaan Erlan.


''Sudah jangan ngobrol terus, kamu makan dulu, Ibu ke belakang dulu ya.'' Ucap Bu Ristie berjalan ke belakang rumah nya.

__ADS_1


Setelah makan Erlan pergi ke bengkel Abangnya, yang tak jauh dari rumahnya.


Kevin yang sedang sibuk mengecek barang barang di tokonya tidak menghiraukan kedatangan sang Adik.


Erlan langsung menghampiri kedua karyawan Abangnya yang sedang bekerja.


''Ech pada ngapain nich, benerin motor malah ngobrol terus, gimana mau selesai tu kerjaan.'' Ujar Erlan pada keduanya.


''Kita kita lagi main sepak bola nich! mau ikut ayo!'' Ucap Aditya ngasal.


Abdullah menepuk lengan Aditya.


''Lagian Adiknya si Bos pakek acara nanya segala, kan kesel jawabnya.'' gerutu Aditya pada Aab.


''Nanya doang bro! nggak usah ngegas gitu jawabnya.'' Ujar Erlan pada Aditya.


''Jangan dengerin Aditya, dia lagi dapet makanya marah marah nggak jelas githu.'' sahut Aab menepuk bahu Erlan.


''Emang kenapa sich, kayaknya lagi kesel gitu hari ini, mana muka lecek banget.'' Ucap Erlan yang langsung di timpuk serbet oleh Aditya.


''Lecek lecek, emang cucian bisa lecek!'' celetuk Aditya melotot ke arah Erlan.


''Benar lho bro, dia lagi PMS kayaknya, atau tensi darah nya lagi naik kali ya.'' tutur Erlan meledek Aditya teman kerjanya.


''Dari pada ngomong nggak jelas kayak githu, mending bantuin gue nyelesain nie motor, dari kemarin nggak selesai selesai, capek gue?!'' ucap Aditya pada Erlan, karena pemilik motor sudah datang tadi untuk mengambil motor nya, namun motor nya belum selesai di perbaiki.


Erlan duduk di tempat Aditya, dia melihat apa yang harus di perbaiki nya, beberapa menit kemudian Erlan sudah menemukan penyakit motor di depannya.


Erlan pun langsung memperbaiki nya, dengan teliti agar tidak salah dalam menyambung kabel-kabel yang putus di dalam.


''Sudah!'' Ujar Erlan menyuruh Aab menyalakan motor yang baru di perbaiki nya.


''Wah? kamu hebat Erlan, tak butuh waktu lama bisa benerin nie motor.'' puji Aab pada Erlan


👉👉👉

__ADS_1


Maaf kalau membosankan 🙏🙏


__ADS_2