Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 104 Emosi sesa'at


__ADS_3

''Iya, iya gue dengar kok, nggak usah di ulang ulang ngomong nya,'' sahutnya melajukan motor nya ke rumah kontrakan Putri sahabat dari kampung nya.


Reno menghentikan motor sport nya saat sudah di depan rumah Putri, dan dia tak melihat motor Erlan di area rumahnya.


Reno yang emang kepo dengan segera bertanya pada Putri, ''Putri, Erlan nggak pulang ke rumah, kok motor nya nggak ada githu,'' tanya nya penasaran.


''Dia nggak pulang, dia bilang mau lembur,'' sahutnya ketus seraya membuka pintu rumahnya.


''Jangan jangan dia marah lagi sama aku Put, gara-gara kamu minta di anterin pulang tadi,'' Ucap Reno dengan ke khawatiran nya.


''Bodo amat lah, dia mau pulang, nggak pulang juga terserah dia, bukan urusan gue'' kata Putri melangkah pergi menuju kamarnya.


''Entar kalau nggak pulang beneran malah nangis nangis,'' timpal Reno dan memilih duduk di sofa ruang tamu nya, dengan pikiran yang tak tenang, dengan sikap perubahan sahabat nya yang sekarang.


''Nggak akan, percaya dech!'' teriak Putri dari kamar nya.


Sedangkan di kantor Erlan memeras otaknya memikirkan tingkah laku Putri yang menurut nya aneh.


''Rasa rasanya ada yang anech pada sikap Putri sekarang, tapi apa ya?'' Gumam Erlan yang terus memutar otaknya dengan keras.


Sedangkan di sisi lain Reno juga memikirkan hal yang sama dengan Erlan.


''Atau mereka lagi berantem, masak ia sich Erlan dan Putri bertengkar,'' Gumam Reno pelan.


Putri yang sudah selesai ganti baju menghampiri Reno di ruang tamu nya. ''Belum pulang?'' tanya Putri seraya mendudukkan diri di sofa depan Reno.


''Belum, nunggu kamu,'' Ucap Reno singkat.


''Ngapain masih nungguin gue segala, lawong cuma mau pulang doang,'' sahut Putri dengan ketus, sambil mengerutkan keningnya.


''Ya biasanya kamu kan selalu bikinin aku minuman, sebelum gue balik ke kosan,'' kata Reno.


''Sekarang tak ada minuman, gue lagi capek dan males juga mau bikin,'' sahut Putri memijit pelipisnya, seraya menyandarkan punggung nya di sofa yang ia duduki.


''Sudah pulang sana,'' usir Putri pada sahabat nya.

__ADS_1


''Lho ngusir gue nich, tega banget lho Putri, tenggorokan gue kering!'' ucap Reno ketus.


''Kalau haus, ya tinggal ambil saja di kulkas, habis itu langsung balik, gue capek mau tidur,'' Ucap nya mengusir Reno sang sahabat.


Reno beranjak dari duduknya Dan bergegas menuju ke dapur, ia membuka kulkas dan meraih minuman dingin di dalam kulkas Putri dan langsung menegak habis minuman nya, lalu Reno pun menghampiri Putri yang mulai menutup matanya di sofa ruang tamu.


''Sudah minumnya,'' tanya Putri tiba-tiba yang berhasil mengagetkan Reno di samping nya.


''Aku kira lho tidur, nggak tau nya cuma merem doang,'' gerutu Reno mengambil tas punggung nya yang di letakkan di sofa.


''Sudah, kamu pulang sanah, gue mau tidur,'' usir Putri lagi sembari mendorong tubuh Reno keluar dari rumah kontrakan nya.


Sedangkan di dapur sudah sepi, karena Ibu Ibu pekerja sudah pada pulang ke rumah masing masing. Putri langsung mengunci pintu nya, dan bergegas menuju kamar untuk segera berbaring di kasur empuk nya.


Tak butuh waktu lama untuk Putri memejamkan matanya yang emang sudah sangat mengantuk itu.


Akhir Akhir ini Putri emang merasa cepat lelah dan rasa kantuk yang di deranya.


Putri melewatkan Sholat maghrib dan juga sholat Isyak, karena terlalu lelap dalam tidurnya.


Erlan menutup pintu perlahan agar dia tidak mengganggu tidur istri kecilnya yang menurut Erlan sedang tidur, karena semua lampu sudah di matikan, namun kenyataan nya semua lampu di rumah kontrakan Putri tak ia nyalakan, karena terlalu terbuai dalam mimpinya.


Ketika ingin membalikkan badannya Erlan malah di kgetkan dengan sesosok wanita yang sudah berdiri di depannya dengan berkacak pinggang.


''Kenapa baru pulang,'' tanya Putri ketus dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


''Kenapa kamu bangun jam segini sayang?'' bukannya menjawab pertanyaan Putri, Erlan malah balik tanya pada sang Istri.


Putri tak menjawab pertanyaan suami-nya yang baru pulang kerja, lalu dia terus menatap sang suami yang masih tetap berdiri tanpa mau beranjak dari tempat nya.


''Malam banget pulang nya,'' tanya Putri sekali lagi dengan datar dan terus menatap ke arah sang suami.


''Iya, banyak yang Mas kerjakan di kantor,'' jawab Erlan.


''Banyak kerjaan, apa pergi ngelayap,'' Ucap Putri ketus .

__ADS_1


Erlan yang mendengar perkataan dari istri nya tersentak kaget, karena selama ini Putri tak pernah berkata kasar padanya, baru kali ini saja dia berkata kasar pada Erlan sang suami.


Erlan tak menghiraukan Putri yang sudah berkacak pinggang di depannya, Erlan melangkah pergi melewati Putri menuju kamar-nya.


Erlan menaruh tas kerja nya ke sembarang arah, karena dia sangat kesal dengan perkataan istri nya yang mengatakan Erlan ngelayap.


Erlan mengacak rambut nya sebelum di masuk ke kamar mandi, ''Aku nggak nyangka istri ku bisa berkata kasar,'' gumam Erlan mengacak acak rambut nya.


Pintu kamar di buka, Erlan dengan segera bergegas menuju ke kamar mandi, Erlan masih tak terima di katakan ngelayap.


Erlan sengaja melama lamakan di kamar mandi, karena dengan cara ini dia bisa menghindar dari istri kecil nya.


Di saat itu Putri baru merasakan kesedihannya karena Erlan mengabaikan nya, dengan langkah gontai Putri menuju ke dapur untuk menghangatkan makanan untuk Erlan.


Erlan yang sudah selesai mandi dan berpakaian pun bergegas menuju ke dapur karena perutnya sudah berdendang minta di isi.


Erlan melihat istri kecilnya di dapur sedang menata piring, Erlan menghampiri Putri tanpa bertanya ataupun menegurnya.


''Mau makan sekarang'' tanya Putri lembut, beda dari yang tadi sewaktu Erlan baru masuk ke dalam rumah nya, perkataan yang kasar dan ketus, kini menjadi sangat lembut.


Erlan hanya mengangguk kan kepala nya menanggapi perkataan sang istri.


Putri mengambilkan makanan untuk suaminya yang berada di samping nya.


''Segini cukup,'' tanya Putri pada Erlan.


''Sudah?'' jawab Erlan singkat.


Erlan yang sudah sangat lapar langsung memakan makanannya setelah ia selesai berdo'a.


Erlan yang biasa nya selalu nyerocos saat makan, kini dia hanya menundukkan kepala nya, hanya dentingan sendok saja yang terdengar di malam itu.


Putri yang merasa di abaikan lebih memilih kembali ke kamar nya lebih dulu, dari pada harus menunggu suaminya selesai makan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2