Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 169


__ADS_3

Seperti biasa Putri terbangun saat mendengar suara adzan subuh, dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim yang taat agama. Selesai sholat subuh Putri membuka mukenah nya dan melipat nya dengan rapi, dia pun bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk kedua malaikat kecil nya. Putri emang selalu membuatkan makanan untuk si kembar untuk bekal sekolah nya dan juga sarapan pagi nya.


Kini di dapur sudah ada Bi Ijah dan Bi Nam sedang bergelut dengan alat alat masak nya, mereka di pekerjakan di sini setelah Putri melahirkan. Karena tak mungkin juga Putri mengurus sendiri keperluan si kembar, dirinya sendiri dan juga suami-nya. Sedangkan dia juga sedang sibuk mengurus rumah catering dan ketiga adik adik nya yang sudah masuk universitas juga.


Putri menuruni anak tangga dengan memakai baju rumahan, ''Assalamu'alaikum,'' ucap Putri pada kedua Bibi nya.


''Waalaikum salam neng?'' jawab mereka kompak.


''Masak apa Bi?'' tanya Putri.


''Ini neng? sayur bening, tempe bacem dan ayam goreng,'' sahut Bi Nam seraya menunjuk bahan bahan yang sudah di siapkan.


Walaupun sang majikan hanya tinggal bertiga sama si kembar, tapi kedua Bibi itu memasak makanan yang lumayan banyak, karena Putri pernah berpesan pada kedua nya untuk memasak buat para pekerja yang lain juga.


Tepat jam 6:30 Putri sudah rapi dengan baju kantor nya, karena dia akan kembali bekerja di perusahaan Aditama Grub lagi, sebenarnya Putri malu bertemu dengan semua rekan kerja nya, karena mereka sudah tau kalau dia adalah anak angkat dari tuan Aries dan Bu Widya.


''Bibi? kami berangkat dulu ya, assalamu'alaikum,'' Ucap Putri berpamitan pada sang asisten rumah nya.


''Iya neng? hati hati di jalan,'' pesan Bi Nam pada majikan nya.


Putri menuntun kedua bocah kecil yang begitu menggemaskan itu, Putri membuka pintu mobil untuk kedua anak nya. Mereka berdua duduk di bangku belakang, sedangkan Putri duduk di bangku depan, di samping sang sopir.


''Pak? nanti anak anak nggak usah di jemput, sopir tuan Daniel yang akan menjemput mereka untuk di bawa ke kediaman Aditama?'' tutur Putri ketika sudah berada di dalam mobil nya.


''Baik neng?'' jawab nya singkat.


''Kita berdua akan ke rumah Aditama Bun?'' tanya Azzam nampak senang.

__ADS_1


''Iya sayang? karena Mama akan kembali bekerja di kantor, jadi kalian main di sana ya, nanti kalau Bunda sudah pulang kerja, Bunda akan menjemput kalian berdua di sana, tapi ingat? kalian tidak boleh menyusahkan nenek Widya ya,'' jawab Putri menatap kedua anak nya.


''Horeee? kita akan main di sana?'' teriak Azzura yang begitu senang.


Putri menggeleng dan memutar tubuh nya kembali ke depan, menatap jalanan yang mulai sedikit rame, karena ketika di pagi hari semua orang akan berangkat bekerja semua, ada yang ke pabrik, ada juga yang ke kantor atau rumahan juga.


Si kembar mencium tangan sang Bunda, kemudian mereka berlari menuju ke kelas nya, kebetulan mereka berdua berada dalam satu kelas.


''Ech adik?'' panggil Azzam pada Azzura.


''Apa,'' jawab Azzura dingin dan tanpa menoleh ke arah orang yang memanggil nya.


''Bunda kok kembali ke kantor lagi sich, kemarin kan Bunda sempat berjanji akan ngejaga kita, dan mengurus rumah catering? tapi kenapa sekarang Bunda jadi balik lagi ke kanto?'' Ucap Azzam panjang lebar.


''Ya mungkin, O'om yang nyuruh Bunda untuk kembali ke kantor lagi kak? kan kakak sendiri tau, Ayah belum balik ke sini, ich! kalau ingat Ayah Zura jadi kesal sendiri,'' sahut Azzura memonyongkan bibir kecil nya.


''Ish, kakak selalu begitu kalau Azzura ikut ngomong?'' kesal nya, dan memalingkan wajah nya, menatap ke arah depan.


Di luar perusaha'an Aditama Grub, kini wanita cantik sedang berdiri dan tengah menengadah ke atas, menatap gedung yang menjulang tinggi yang ada di hadapan nya.


''Sudah lama aku nggak ke sini, tapi semuanya masih terlihat sama dan tak ada yang berubah sama sekali?'' Gumam Putri menghela nafas nya.


''Ngapain masih di luar? nungguin uang jatuh dari langit,'' Ucap tuan Daniel dingin.


Tuan Daniel baru sampai di perusaha'an nya, dan melihat Putri sedang menatap ke langit, lantas dia turun dari mobil nya dan langsung menegur nya.


''Emang ada ya kak?'' tanya Putri.

__ADS_1


Tuan Daniel mengangkat satu alisnya ke atas, ''Ada apa nya!'' tanya nya ambigu.


''Ich... dasar pikun!!'' ketus Putri memutar tubuh nya dan melangkah kan kakinya, namun tuan Daniel dengan cepat menahan tangan adik nya yang mau masuk begitu saja.


Tuan Daniel merangkul sangat adik dan di bawanya masuk, mereka menjadi sorotan para pegawai di kantor itu, ada beberapa pegawai yang menyapa sang CEO dan juga Putri, Putri membalas dengan senyuman dan anggukan kepala saja. Putri masih tetap bersikap ramah kepada semua rekan kerja nya dulu.


''Putri masih seperti dulu ya, walau dia anak angkat dari tuan Aries?'' Gumam mbak mbak resepsionis yang sedang berjaga.


''Iya, dia tidak seperti Agnes itu. Yang sombong dan angkuh pada kita,'' sambung yang lain.


''Iya ya, dulu aku sudah sangat keterlaluan sama Putri? tapi Putri masih bersikap baik pada kita kita, iya kan?!''


''Iya bener, kalau kita tau Putri anak nya tuan Aries juga, kita nggak bakalan ngelakuin hal hal yang akan merugikan kita juga,''


''Iya, dulu waktu tuan Aries memberitahu pada semua karyawan yang lain, sempat mengatakan kalau Putri nggak mau ada orang yang tau githu?'' jelasnya, mengingat tuan besar nya mengatakan hal demikian.


''Tapi tuan Daniel sangat sayang ya sama Putri?''


''Seperti itulah?'' Mereka pun menghentikan obrolan nya ketika melihat orang yang masuk ke dalam perusahaan, orang itu adalah tuan Aries yang barusan jadi pembicara'an sang karyawan.


Para resepsionis menyambut kedatangan tuan besar nya. Tuan Aries hanya mengangkat satu tangan nya ke atas pertanda ia menjawab sapa'an karyawan nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2