
Dani mengangguk mengerti apa yang di ributkan cewek di depannya.
''Maaf Mbak, kalau mau cepat anda bisa langsung ke baristanya langsung. jangan membuat gaduh di tempat ini hanya gara-gara mengantar minuman nya lama.''
''Kalau anda marah sama dia, itu salah besar, karena dia cuma melayani tamu yang datang duluan itu yang di layani terlebih dulu.'' Jelas Dani menatap tajam Nadia.
Banyak orang yang mulai mencibir Nadia, ''Sok so'an jadi orang, padahal dia kan baru juga datang!''
''Iya, kalau haus dari luar kenapa masuk ke workshop ini sich, ganggu yang lainnya saja.''
''Lagian mbak nya kan nggak salah, mbaknya kan cuma nganterin doang!!'' cibir para tamu yang lainnya juga.
Nadia kalah telak, niat dia hanya ingin mempermalukan Putri dan langsung di pecat oleh pemilik Workshop, namun kenyataan malah tak sesuai expetasi, kenyataan nya adalah kini Nadia yang di permalukan oleh sikap arogan nya.
Mungkin orang lain akan takut menghadapi Nadia, tapi itu tak terpengaruh oleh Zein yang satu kelas dengan Nadia.
Nadia selalu mengandalkan kekayaan orang tuanya, padahal harta kan nggak bakalan di bawa mati kan? jadi apa gunanya mengagungkan harta kekayaan, namun imannya nol kecil.
Nadia menghentak kan kakinya dan beranjak pergi di ikuti oleh pengikut pengikut setianya.
Nadia melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata, membuat para datangnya berteriak histeris menyuruh Nadia berhenti.
Nadia yang sedang kesal dengan ucapan Dani barusan di tambah lengkingan teriakan dari dayang dayang nya, yang berteriak ketakutan.
''Berisik amat sich kalian!!'' Sungut Nadia pada para dayang nya.
Para teman temannya pada keluar dari mobil Nadia sudah menutup mulut nya masing-masing, karena sudah mau memuntahkan isi perutnya.
''Lho crazy Nadia, gue mau pulang naik taksi saja,'' lirih temannya yang di panggil dayang.
Nadia mengernyitkan dahinya mendengar gerutuan dari temannya. ''Harusnya kalian menghibur aku yang lagi kesal ini, jangan cuma menggerutu yang nggak jelas kayak gitu.
Rasti melipat kedua tangan di dadanya seraya berkata, ''Lagian lho juga yang salah, diakan nggak punya masalah dengan kita, hanya mendengar cerita dari Diandra kamu sudah berbuat yang konyol kayak tadi,''
''Iya nich si Nadia, alasan yang lho berikan juga nggak masuk di akal?'' timpal Arin.
''Gue nggak suka saja melihat cewek ganjen yang suka menggoda cowok orang, apalagi orang itu adalah Diandra sahabat kecil gue?''
__ADS_1
''Iya, aku ngerti kalau Diandra sahabat lho, tapi jangan malu maluin sendiri juga dong Nadia!'' Gumam Rasti.
''Sudahlah, gue mau pergi ke Mall saja untuk menghilangkan stress ini.'' Seru Nadia.
Akhirnya mereka bertiga menuju Mall terbesar di kota tersebut. Para dayang dayang nya pun bersorak gembira karena di ajak pergi ke Mall.
*Di Workshop*
Zein dan juga Dani sedang menanyai Putri di depan Nina, dan juga di depan para pegawainya yang ada di bagian dapur.
Zein menatap lurus kedepan memandang pada sahabat kecilnya yang sudah berganti pakaian, karena pakaian nya yang sebagian basah di siram Nadia tadi.
''Putri, apa yang di maksud Nadia tadi itu benar,'' tanya Zein menatap tajam.
Putri terdiam sejenak dan menggeleng kan kepalanya dengan pelan.
''Kalau di tanya itu jawab Putri, biar semuanya clear!'' Gumam Zein.
Dani menarik tangan Zein yang sedang bersidekap, ''Jangan keras keras Zein, nanti Putri malah takut dan nangis?'' Bisik Dani pada Zein.
Zein hanya menanggapi ucapan Dani dengan anggukan saja.
Nina menghampiri Putri, mengelus bahunya agar Putri merasa tenang.
''Jawablah yang benar, agar kita semua tidak ada yang punya fikiran yang negatif pada kamu Putri?'' Bisik Nina yang di angguki oleh Putri.
''Zein, sebenarnya aku juga nggak tau mau menjelaskan apa pada kamu, Putri juga bingung dengan ucapan kakak yang tadi itu,''
''Kenapa Nadia bisa bilang kalau kamu menggoda cowok orang lain, siapa yang kamu goda Putri?'' tanya Zein dengan nada mulai meninggi.
Karena Zein tak mau sahabat nya mendapatkan masalah dengan Nadia, Zein tau benar watak Nadia yang selalu menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan lawan nya.
Putri mengingat ngingat lagi semua ucapan yang di lontarkan Nadia tadi padanya, dan Putri juga baru mengingat nya tentang tadi pagi yang bertabrakan dengan seorang laki-laki di Campus nya.
''Iya, Putri ingat,'' Ujarnya membuat semua mata memandang ke arah Putri.
''Ingat apa?'' Tanya beruntun Zein.
__ADS_1
''Tadi pagi Putri sempat menabrak seorang laki-laki di Campus, wak...'' Putri tak menerus kan ucapan nya karena Zein memotong ucapan nya.
''Terus! apa hubungannya menabrak seorang laki-laki dengan Nadia.'' tanya nya lagi.
''Zein, dengerin dulu penjelasan Putri?'' sela Dani yang melihat Zein yang main potong potong ucapan orang.
''Zein emang suka gitu Bang?'' gerutu Putri pada Dani, semua pegawai yang berkumpul menjadi tertawa, karena Putri masih bisa bilang seperti itu pada Dani Bosnya, di saat interogasi nya.
''Nggak usah mengalihkan perhatian, jawab saja yang aku tanya tadi.'' ucapnya ketus.
Putri mendengus kesal seraya bergumam, ''Padahal aku laper??''
''Biar yang lain bikinin kamu makanan,'' Ujar Dani menatap salah satu pegawai nya.
''Tapi Putri pengen masak sendiri?'' Rengek nya.
Zein menatap Putri dengan tajam, sehingga membuat Putri bergidik ngeri melihatnya.
''Tadi pagi Putri menabrak laki-laki waktu buru buru ke kelas, dan saat itu ada cewek yang bilang kalau Putri ingin menggodanya, tapi bukan cewek yang tadi itu Zein?'' jelasnya.
''Terus kenapa Nadia bilang kamu penggoda.''
''ya mana Putri tau, sudahlah Putri ingin masak sekarang, laper banget. Cacing dalam perut Putri saja sudah pada demo!!'' melangkah pergi menuju dapur.
''Kalau lho mau masak, sekalian kamu masakin semua orang yang ada di sini,'' cetus Zein menatap Putri yang mulai melangkah.
Putri menghentikan langkah nya dan berbalik, ''Wani piro,'' canda putri melanjutkan langkah nya.
Semua pegawai yang kerja di sana cuma saling lirik satu sama lainnya.
Nina yang di tatap hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau apa apa.
Putri mulai sibuk memasak di dapur yang ada di Workshop Dani, karena Dani juga menyediakan makanan juga dan beberapa cemilan di dalam Workshop nya.
''Makanan sudah siap,'' Teriak Putri pada semua orang.
Karena Workshop nya sudah tutup jadi cuma ada mereka saja, semua pegawai Dani mencicipi masakan Putri yang begitu enak menurut nya, walau itu masakan yang sederhana.
__ADS_1
*BERSAMBUNG