Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
bab 22


__ADS_3

Tak berselang lama Pak Hasan sang Guru mulai memasuki kelas yang di tempati Anastasya dan teman-temannya.


Pak Hasan membuka pintu kelas B dan mulai menyapa semua murid murid-Nya yang sudah duduk rapi.


''Assalamu'alaikum...? selamat pagi anak anak, gimana kabarnya sehat kan?! Tanya Pak Hasan.


''Waalaikum Salam? pagi juga Pak.... ?! dan alhamdulillah kami semua baik.'' jawab sang murid yang hampir berbarengan.


''Alhamdulillah? kalau semua nya sehat berarti sudah siap dong menjalani Ujian kelulusan nya.'' tanya Pak Hasan.


''Insya Allah siap Pak?!'' jawab Husen sebagai perwakilan murid lainnya.


''Ya sudah kalau githu Bapak akan bagikan soal ujiannya, selamat mengerjakan dan jangan berisik? Oke.'' Ujar Pak Hasan pada semua murid nya.


mereka pun mengiyakan yang di ucapkan oleh Pak Hasan.


Pak Hasan mulai memberikan satu persatu lembaran Ujiannya pada semua murid-murid di kelas B.


"Ingat! jangan berisik, kerjakan dengan sungguh sungguh dan benar, kalau kalian semua pengen lulus sekolah nya.'' ucap Pak Hasan tegas.


Lalu Pak Hasan kembali ke tempat duduk nya yang ada di depan.


semua siswa dan siswi mengerjakan dengan sungguh sungguh dan tanpa ada yang bersuara sepatah katapun.


1 Jam kemudian Anastasya sudah selesai mengerjakan lembaran tugas ujiannya.


Pak Hasan yang melihat Anastasya sudah selesai mengerjakan tugas ujian nya menyuruh nya untuk segera mengumpulkan lembaran tugasnya.


"Anastasya? kalau sudah selesai segera di kumpulkan.'' ucap Pak Hasan


" Iya Pak.'' ucap Anastasya beranjak dari tempat duduk nya menuju ke meja Pak Hasan.


Begitu sampai Anastasya langsung menaruh lembaran Ujian nya dan setelah itu Anastasya langsung undur diri kembali ke tempat duduk nya.


"Saya permisi pak.'' ucap Anastasya


" Iya.'' jawab Pak Hasan.


"Ech Anas! kok cepet banget sich lho ngerjain-nya? tanya Mila yang hampir selesai.


" Ya mau gimana lagi Mila? kalau sudah selesai mau di apain lagi coba.'' ucap Anastasya sedikit sombong pada sang teman, dan tama kemudian Anastasya tersenyum melihat Mila sang teman yang sudah mulai cemberut.


Mila memonyong kan bibirnya menanggapi omongan Anastasya.


"Aku kan masih mau nyontek anas?'' Gumamnya tapi masih di dengar oleh Anastasya.

__ADS_1


''Ech! ini ujian akhir sekolah tak boleh nyontek.'' Ucap Anastasya pelan.


''Emang kamu nggak dengar apa kata Pak Hasan kemarin.'' ucap Anastasya mengingat kan.


" Kata Pak Hasan nggak boleh nyontek?!'' ucap Anastasya menggoda si Mila.


"Kalau aku bisa ngerjain-nya? ya...nggak bakalan nyontek lha Anas! tapi aku kan nggak bisa yang ini.'' ucapnya menunjuk kan lembaran tugas nya pada Anastasya.


" Jawaban nya ada di soal nomer 6.'' ucap Anastasya memberi tahu Mila temen-nya.


"Ayo yang sudah selesai lembaran soal dan jawaban nya di kumpulkan, bentar lagi bel istirahat berbunyi.'' ucap Pak Hasan sedikit lantang.


" Thank's you Anastasya ku sayang.'' ucapnya sambil mencubit pipi Anastasya.


Yang lain pun sudah pada selesai mengumpulkan tugas ujian nya, begitu pula dengan Mila dan juga Ani.


Ting…Ting…Ting…


Suara bel telah berbunyi, Pak Hasan merapikan tugas-tugas ujian nya,dan sebelum keluar dari dalam kelas Pak Hasan sempat mengingatkan pada semua murid-murid nya, untuk tetap belajar lalu Pak Hasan mulai keluar dari kelas B, semua murid yang ada di dalam kelas B mulai berhamburan keluar keluar kelas enuju kantin.


Sedangkan Anastasya, Ani dan juga Mila memilih duduk-duduk di depan kelas yang tadi ia tempati.


"Kalian nggak ikutan yang lain nya ke kantin.'' tanya Anastasya pada kedua temannya.


" Nggak lah Anas? emangnya kenapa githu?!'' tanya Ani lembut.


" Tenang saja, tadi aku sama Mila sudah sarapan kok di asrama An.'' ucap Ani.


Anastasya mengangguk dan tak berselang lama Fera, Naura dan juga sisil menghampiri Anastasya dan kedua temennya.


"Ech cebol seharus nya lho nggak ada di sini, harusnya kamu tuh masih di TK! taman kanak-kanak gituu?'' celetuk Fera yang di susul tawaan dari Naura dan juga sisil, mereka bertiga mentertawakan Anastasya.


Melihat Anastasya di bully? Mila yang tak terima mau maju menghadapi Fera cs, namun tangan Mila malah di pegang oleh Anastasya.


Lalu Anastasya menggelengkan kepalanya menandakan tidak boleh melawan.


" Kenapa lho diem aja, apa jangan jangan si cebol ini bisu ya.'' ucap fera meledek.


"Nggak apa-apa kok? lagian nggak ada gunanya juga mau ngelawan.'' ucap Anastasya santai, tapi tidak dengan Mila dan juga Ani.


hati mereka ber dua begitu sakit. mendengar Anastasya di rendahkan seperti itu.


" Udah cebol! sombong pula lho!'' kata Naura ketus.


"Iya nich sok banget jadi orang! kalau nggak berani ngelawan ngomong aja!nggak usah berlagak pakek ngomong nggak ada gunanya githu.'' celetuk sisil yang melipat tangan di dada-nya.

__ADS_1


" Biasalah!, itu emang gaya si cebol kayak githu!'' ujar Fera tertawa.


Mila yang sudah tidak tahan lagi mendengar Anastasya yang dari tadi di rendah kan oleh Fera cs, akhirnya dia angkat bicara dan menggeser tubuh Anastasya ke belakang tubuhnya, dan berkata.


"Ech...lho! lho pada budek ya, Anas ngomong apa barusan! apa perlu gue congkel kotoran kuping lho!'' ujar Mila emosi dan bersuara dengan Lantang.


"Eech...! malah bodyguard nya yang maju nich shay? bakalan seru kali inich?!'' ucap Sisil


"Iya nich shay? si cebol malah ngumpet di balik bahunya thu.'' kata Naura dengan nada mengejek.


Zein yang melihat dari jauh langsung menghampiri Anastasya dan teman-temannya.


" Ngapain lho Fera ada di sini?'' tanya Zein ketus.


"Ach...! nggak apa-apa kok, cuma menyapa si cebol saja tapi malah di hadang sama bodyguard nya.'' ucap Fera manja pada Zein.


" Fera kalau ngomong mbok ya di pikir dulu, ini lagi? 2 kucrut bukannya ngaca dulu malah ikutan orang yang nggak bener.'' ucap reno tiba-tiba.


"Apa sich lho ren, pakek ikut belain si cebol segala.'' celetuk sisil merengut.


" Gue bilang bokap lho! biar nyahok lho sil", Reno mulai mengancam sisil yang Notabene Sisil adalah tetangga Reno.


Ech… jangan macam-macam lho Reno! awas saja kalau lho berani ngomong sama bokap gue.'' ucap Sisil menunjuk Reno


Reno tidak menghiraukan perkata'an si Sisil.


" Ayo Sya kita balik ke kelas saja.'' ucap Reno memegang tangan Anastasya.


Anastasya yang kaget tangannya di pegang Reno hanya tercengang.


"Ayo jalan An, malah bengong di sini lagi.'' ucap Zein yang mengagetkan Anastasya.


" Ech iya?'' ucapnya dan langsung melepaskan tangan-Nya dari genggaman Reno.


Ani, Mila dan Anastasya berjalan di depan sedangkan Reno dan juga Zein mengikutinya dari belakang.


Sedangkan Fera, Naura dan juga Sisil sangat kesal pada Reno dan Zein karena membela Anastasya, dan membawanya pergi dari hadapan-Nya.


👉👉👉👉


maaf kk jangan bosan ya baca cerita al-mayra.


baru belajar kk🙏🙏


jangan lupa dukung al-mayra.

__ADS_1


like, komen dan Votenya, makasih🙏🙏🙏


__ADS_2