
Di Indonesia, tepat nya di kota Jakarta kini sedang musim hujan, yang mana si kembar sedang hujan hujanan di halaman rumah nya, mereka berdua senang sekali bermain hujan hujanan, meski Bunda nya sudah melarang nya namun keduanya tak menghiraukan teriakan sang Bunda.
''Sayang? ayo masuk ke dalam, hujan nya sangat deras, nanti kalian masuk angin gimanan?'' teriak Putri dari teras rumah nya, namun Azzam maupun Azzura tak menghiraukan teriakan sang Bunda, seakan akan mereka menulikan telinga nya. Putri merasa capek yang terus berteriak-teriak memanggil kedua bocah yang sedang mandi air hujan. Putri masuk ke dalam rumah nya, dia berjalan menaiki anak tangga satu persatu, untuk menuju kamar nya uang berada di lantai 2.Putri nampak mencari buku diary nya yang berwarna hijau, karena Putri sendiri menyukai warna hijau tersebut.
Sebenarnya buku diary itu pemberian Erlan waktu lalu, waktu di mana mereka masih bertunangan dan berpisah cukup lama juga, karena Erlan menempuh study nya di Negeri Paman Sam.
Putri membawa buku diary itu menuju keluar rumah nya, dan memilih duduk di teras seraya menuliskan sesuatu di dalam buku diary nya.
معنالانتظار
لي حبيبي الان خوفي خرج البلو كل يوم انتظرو
بالوفية، واذكواسمه بغيري ملل. وينظر مورته بقلب عشقى. متى ومتى سيجيى. وقطعا لاصبرلى.لا صبر انا ارجو على حذاللقاء بسرعة. ولاانسى باالد عاءله.
في حير وسرور. لاني انتظروه با الوفية في بلد اندونيثيا. بصحة و سلا مة لا نه حبيبي المحبوب.
Maknal antadhiru
Li habibil unu huwafi huruju lilbalad.
Kullu yaumiin antadhiru bil wafiyah.
Wadkus muhu bigoiri malali.
__ADS_1
Wayandur maurotuhu bikolbi aasikiin.
Mata wamata saya ji'u.
Wakod'aan. Lashobrolii.
Laa shubir ana arju ala madal liko'i bisur atiin.
Wala ansa biddu a'i lahu.
Fii khoiriin wa sururiin.
Lianni antadhiru hu bil wafiyati,fi biladi indunesia.
Artinya:
Arti sebuah penantian
Aku mempunyai kekasih, sekarang dia di luat negeri, setiap hari aku menanti-nya dengan setia,dan ku sebut nama nya dengan tanpa bosan. Ku pandanhi fotonya dengan hati kerinduan, kapan dan kapan dia datang?, Sungguh tidak ada kesabaran bagiku, aku tidak sabar aku mengharap ada pertemuan ini dengan cepat, dan aku tidak lupa berdo'a untuk nya, semoga dia baik baik dan bahagia karena aku menanti-nya dengan setia di indonesia,dan aku sangat mengharap bila dia datang ke indonesia,dengan keada'an sehat dan selamat, karena dia adalah kekasih ku tercinta.
Putri menggoreskan penanya di buku dairy nya, dia meluapkan rasa rindunya pada sang kekasih, yang tak lain adalah suaminya sendiri. Sekilas Putri melirik kearah halaman rumah nya yang terdapat dua bocah menggemaskan sedang bermain main di sana, mereka berdua layak nya kucing dan tikus yang selalu kejar kejaran, membuat Putri sebagai Bunda nya merasakan pusing tujuh keliling. Putri menghela nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan, mengurai rasa kesal, kangen yang menjadi satu di dalam dirinya.
Putri beranjak dari duduk nya dan menghampiri kedua bocah yang sudah terakhir oleh indah nya air hujan. Air hujan adalah anugerah yang terindah yang Allah kasih kepada seluruh muka bumi ini, bahkan air hujan pun sampai di minta untuk turun, karena saking lamanya tidak kunjung turun ke muka bumi ini. Sebagian orang ada yang sampai melakukan sholat untuk meminta hujan pada sang Pencipta, tak bisa ku pungkiri kuasa Allah adalah segala galanya bagiku, karena hanya kepada Allah lah saya memohon ampun, kepada Allah pulalah kita memohon agar kita sehat wal afiat, dan kepada Allah pulalah kita meminta agar selalu di lancarkan dalam rezeki, jodoh dan kebahagia'an lainnya.
__ADS_1
Putri menengadahkan kepalanya untuk merasakan rintikan air hujan, ''Bunda kok ikutan hujan hujanan sich? nanti sakit lho?'' ucap Azzura yang menarik narik gamis yang di pakai Bunda nya.
''Bunda mau menemani kalian main di sini, nggak apa apa kan?'' tanya Putri pada kedua anak nya.
''Boleh dong Bunda, malah Azzam senang ada yang nemenin Azzam main air hujan,'' kini giliran Azzam yang menjawab pertanya'an dari Bunda nya.
''Terima kasih sayang?'' balas Putri mencium pipi tembem Azzam putera nya.
''Sama sama Bunda?'' Ucap Azzam seraya membalas ciuman Bunda nya.
Mereka bertiga asik bermain di halaman depan rumah nya, sampai akhirnya sebuah mobil berwarna hitam memasuki halaman rumah nya.
Orang yang berada di dalam mobil tersebut menatap Putri dengan aneh, karena dia melihat Putri yang sedang bermain dengan si kembar, namun di bawah guyuran air hujan.
''Putri!'' panggil tuan Daniel dengan suara berat nya. Ya yang datang ke rumah Putri adalah tuan Daniel dan juga kak Sandra, namun kak Sandra memilih duduk dan membuka buku diary Putri, kak Sandra tersenyum miting ketika melihat tulisan ku yang belok belok kemana-mana.
''Pak Daniel, masuk aja dulu. Putri masuk lewat pintu samping?'' seru Putri seraya menenteng kedua tangan si kembar, untuk di bawa masuk juga, karena mereka berdua sudah lama juga main hujan hujanan nya.
''Pintar juga bikin kata kata nya,'' Gumam kak Sandra mengangguk anggukkan kepalanya.
Tuan Daniel dan kak Sandra masuk ke dalam rumah nya, sedang kan Putri dan si kembar berjalan ke arah samping rumah nya, yang di sanan sudah Bibi yang membawakan handuk untuk ketiga majikan nya.
''Makasih Bi?'' Ucap Putri pada Bibi yang bekerja di rumah nya sejak Putri lahiran dulu.
__ADS_1