Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 50 Ijin untuk Erlan


__ADS_3

Dalam perjalanan Erlan menuju kantor Kecamatan, dia sudah merangkai kata untuk dia ucapkan sebentar lagi.


Erlan mengurus Surat surat yang di butuhkan untuk sekolahnya, karena dia sudah 18 tahun lebih, dan dia belum juga mempunyai KTP, jadi mau tak mau Erlan harus pulang untuk mengurus sendiri. Sedangkan Erlan sendiri hanya di kasih ijin satu minggu oleh pihak sekolah untuk mengurus surat yang di butuhkan beserta KTP-nya juga.


Erlan memarkirkan Sepeda motor nya di parkiran yang sudah di sediakan oleh pihak kantor Kecamatan.


Erlan mulai menapakkan kakinya memasuki kantor Kecamatan.


Pak Satpam yang menjaga di depan pintu menghampiri Erlan dan bertanya.


''Adek, ada perlu apa kesini.'' tanyanya di hadapan Erlan.


Erlan mengeluarkan surat dari dalam jaketnya dan mengulurkan ke Pak Satpam yang bertanya.


''Saya, mau mengurus ini Pak?'' jawab Erlan dan Pak Satpam melihat isi kertas yang di kasih Erlan padanya.


''Mari, Bapak antar.'' seru Pak satpam pada Erlan yang langsung di anggukinya.


Erlan mengikuti langkah Pak Satpam menuju ruangan di mana tempat yang ia akan tuju.


''Maaf Pak, ada Adik Adik mau mengurus surat ini.'' ujar Pak Satpam saat sudah ada di ruangan Staf dan memberikan surat pada Staf Kantor Kecamatan.


Sedangkan Erlan menunggu di luar ruangan menunggu Pak Satpam keluar dari ruangan Staf tersebut.


Kriekk.... suara pintu di buka, dan muncullah seorang Satpam yang menghampiri Erlan.


Erlan sendiri langsung berdiri dari tempat duduk nya menyambut Pak Satpam yang keluar dari ruangan Staf Kecamatan.


''Silahkan masuk Dek? Pak Enggar sudah menunggu di dalam.'' ujar Pak Satpam yang bertag nama Qosim.


''Makasih ya Pak.'' ucap Erlan menjabat tangan Pak Qosim.


Pak Qosim mengangguk, ''Sama-sama Dek.''sahutnya.


Erlan membuka pintu dan mengucapkan salam pada Pak Enggar.


''Assalamu'alaikum, pagi Pak.'' sapa Erlan.


''Waalaikum salam, silahkan masuk.'' jawab Pak Enggar mempersilahkan Erlan.


Dia pun duduk di depan Pak Enggar, dan menyampaikan kedatangan nya.


''Saya mau mengurus surat ini Pak, sekalian mau bikin KTP juga.'' ucap Erlan memulai obrolannya pada Staf tersebut.


Pak Enggar mengangguk dan bertanya.


''Kalau bikin KTP biasanya lama, paling cepat 2 mingguan baru jadi.''

__ADS_1


''Nggak bisa cepat tha Pak?'' tanya Erlan.


''Insya Allah saya usakan secepatnya, Adik ijinnya berapa hari dari sana.'' tanya Pak Enggar, berharap Erlan bakalan lama berada di kotanya.


''Dari sekolah cuma dapat ijin seminggu Pak, kemarin saya sempat datang ke sini namun sudah tutup.'' ujar Erlan jujur pada Pak Enggar.


''Saya usahakan ya, kalau gitu Adik ikut Bapak, biar di ambil fotonya dulu.'' ajak Pak Enggar menuju ke Studio foto yang ada di Kantor Camat.


Erlan mengikuti langkah Pak Enggar.


Sesampainya di Studio Erlan disambut ramah oleh petugas yang ada di sana.


dengan gagahnya Erlan berpose di tambah lagi senyuman nya yang begitu manis, semanis gula ya kak🀭🀭.


*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*


Di lain tempat, Anastasya menghampiri Davin yang lagi duduk santai di samping Lapangan.


Anastasya berkata, ''Davin, Putri bilang ke Pak Darso langsung ya.''


Davin mengerutkan keningnya mendengar ucapan Putri, ''Kan Pak Darso nyuruh aku yang nyatat Put.'' ujarnya beranjak dari tempat duduk nya.


''Kan buku catatannya sudah ada di Pak Darso Davin...? lagian Putri masih ada yang mau di omongin langsung sama Pak Darso.'' Ucapnya yang langsung di angguki oleh Davin.


Anastasya Putri bergegas menuju ruangan Pak Darso, takutnya waktu istirahat nya habis.


Putri mengetuk pintu ruangan Pak Darso, Pak Darso sendiri yang membukakan pintu untuk Putri.


''Putri, ngapain disini.'' tanya Pak Darso pada Putri.


''Assalamu'alaikum pak?'' ucap Putri sopan.


''Waalaikum salam.'' jawab Pak Darso dan mempersilahkan Putri masuk ke dalam ruangan nya, sedangkan pintu ruanganya di biarkan terbuka.


Putri mengutarakan niatnya untuk menemui Pak Darso di ruangan nya.


''Begini Pak? Putri jadi ikut liburan besok, namun Putri minta ijin ke Bapak, apa boleh.'' tanya Putri pada Pak Darso.


Yang sukses membuat Pak Darso bingung, ia berfikir keras maksud perkataan dari muridnya itu.


''Maksudnya minta ijin, Bapak tidak mengerti maksud Putri.'' tanya balik Pak Darso.


Putri tersenyum dan meminta maaf, ''Sebelumnya Putri minta maaf Bapak? Putri minta ijin untuk membawa tunangan Putri besok, apa di perbolehkan.'' sahut Putri, Pak Darso mengangguk mengerti akan ucapan Putri tadi yang bilang minta ijin.


''Sekarang baru Bapak mengerti maksud minta ijin yang di sebutkan tadi.'' kata Pak Darso.


''Kenapa harus minta ijin, siapa saja yang mau ikut monggo, cuma satu yang Bapak minta, yaitu bayar ongkos mobil.'' celetuk Pak Darso pada Putri, Putri menutup mulutnya agar tawanya tidak kencang.

__ADS_1


''Ya emang harus bayar ongkos Pak, kalau mau di gratisin buat Putri juga boleh kok?'' ujar Putri membalas guyonan sang Guru.


''Kalau di gratiskan, Bapak yang tekor Putri? lain kali saja Bapak kasih gratis buat kamu.'' ucap Pak Darso ngasal.


''Lain kalinya itu kapan Pak?'' tanya Putri mulai penasaran dengan ucapan Pak Darso.


''Lain kalinya, kalau kamu sudah jadi Guru di sekolah ini, pasti Bapak kasih kamu gratis dech.'' kata Pak Darso bercandain muridnya yang menurut dia lumayan pintar, walau dia tergolong murid baru di sekolahnya.


''Bapak bisa saja.'' sahut Putri cemberut.


''Ya sudah kalau gitu makasih ya Pak gratisan nya.'' seru Putri menggoda sang Guru, Putri pun mulai beranjak dari tempat duduk nya namun di cegah Pak Darso.


''Bukan gratis Putri, tunangan kamu harus bayar juga.'' ujar Pak Darso menepuk jidatnya menghadapi murid yang juga suka bercandain Guru nya.


Hahaha.... Putri tertawa renyah.


''Oke siap Pak, gituu saja Bapak sudah ngos ngosan.'' ledek Putri.


''Kalau gitu Putri balik ke kelas dulu Pak, assalamu'alaikum.'' ucap Putri melangkah pergi menuju ke kelasnya, karena emang kebetulan Bel sudah berbunyi.


Namun belum juga sampai di kelasnya ada orang yang memanggilnya.


''Putri...?'' panggil Wulan yang setengah berlari menghampiri Putri teman sekaligus sahabat nya.


Putri menoleh ke arah suara dan berkata.


''Kamu kok masih ada di sini.'' tanya Putri yang melihat Wulan dengan nafas naik turun, kayak eskalator apa lift ya kak? author bingungπŸ€­πŸ€­πŸ™.


''Aku dari kantin?'' rengek Wulan pada Putri.


''Lagian aku belum selesai makan, sudah bunyi saja thu Bel, kan ngeselin harus buru buru nelen makananya.'' ujar Wulan yang membuat Putri langsung tertawa.


''Jangan kenceng kenceng, nanti ketahuan Guru lagi.'' kata Wulan mengingatkan sahabat nya.


Putri mengangguk paham yang di maksud Wulan.


''Ya sudah kita ke kelas, siapa tau Guru killer kita belum ada di dalam kelas?!'' ajak Putri pada Wulan.


mereka berdua bergegas menuju ke kelasnya, dan Alhamdulillah nya Guru killer belum sampai di kelas mereka berdua.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Makasih buat kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.


Jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya kak?


Makasih πŸ™πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2