
Siang hari Matahari begitu terik, sepulang kuliah Zein langsung mampir di Workshop temannya. Baru juga tiba di depan Workshop Zein di kagetkan dengan membeludak nya pembeli di dalam sana, Zein dengan buru buru memarkirkan motornya bergegas masuk menghampiri temannya yang sudah sangat kualahan melayani pembeli.
''Hay bro? mana si Nina kok nggak kelihatan?'' Tanya Zein sambil Tos dengan Dani pemilik Workshop. Nina adalah yang bekerja di Workshop Dani temannya.
''Nina ijin dadakan bro, dia bilang Ibunya masuk rumah sakit tadi pagi.'' Jawab Dani sambil terus bikinin pesanan buat pelanggan nya.
''Bro.'' panggil Dani, Zein yang di panggil hanya menoleh dan mengangkat dagunya sebagai jawaban.
''Kayaknya aku akan nyari pegawai baru dech,kamu lihat sendiri sekarang,pengunjung di Workshop kita makin rame.'' Ujar Dani pada Zein.
''Ya terserah kamu, emangnya sudah ada yang cocok.'' Tanya Zein.
Dani menggeleng, '' Mungkin nyarinya lewat internet kali aja bisa.'' jawab Dani.
''Ech, tunggu dulu dech Dan! Sahabatku akan datang siapa tau dia mau kerja di sini.'' Ujar Zein menghentikan Dani mengaplud postingan nya di media sosial.
''Emangnya dia mau Zein?'' Tanya Dani nggak percaya.
''Ya makanya tunggu dulu, aku tanya lagi sama dia nanti sore, kemarin sich bilangnya mau kerja paruh waktu.'' Tukas Zein memperjelas.
''Ya sudah terserah kamu saja dech kalau githu.'' Ucap Dani pasrah.
Zein mengangguk dan mengangkat ibu jarinya, ''Oke.''👍
Kini Zein sedang melayani pembeli di Workshop temannya, Zein sendiri hanya sekedar membantu sang teman kampus nya, sambil belajar Bisnis juga pada teman yang satu ini.
Selain orang nya baik dia juga loman pada Zein, jadi alhasil Zein lah yang nggak enak hati pada nya.
Tiba tiba Ponsel Zein berdering di dalam tas ranselnya.
''Zein, ponsel lho bunyi.'' Panggil Dani.
Zein bergegas mengambil Ponselnya, di lihatnya nama pemanggil.
-''Assalamu'alaikum.'' Ucap Zein lembut.
''Waalaikum salam.'' Jawab Putri tak kalah lembutnya.
__ADS_1
-''Zein lho ada di mana, gue sudah sampai nich, kosan ku di mana?'' Rengek Putri karena sudah sangat lelah dan ingin cepat beristirahat.
-''Sebentar, gue kesana dulu dech, tungguin jangan kemana-mana?!'' Ucap Zein memperingatkan sahabat kecilnya. Zein pun memutuskan sambungan telefon nya secara sepihak, membuat Putri kesal dengan sikap zein.
''Kenapa Putri?'' Gumam Reno pelan.
''Ini, Zein nyebelin banget sekarang. Main tutup gitu ponsel nya.'' sahut Putri kesal.
''Ya sudah kita tunggu dulu di sini, kan yang nyari kos kosan Zein kan.'' Ucap Reno. Putri mengangguk dan menyandarkan tubuh nya ke tembok belakang nya.
''Kalau kamu capek, berbaring saja di kursi ini, biar aku duduk di lantai nungguin Zein.'' Tukas Reno karena kasihan melihat Putri yang sudah sangat lelah.
''Nggak usah Reno, kamu duduk saja di sini, lagian nggak juga kan di lihatin orang orang.'' Gumam Putri seraya menggeleng kan kepala nya.
Setelah kedatangan Zein, Putri memilih langsung beristirahat di dalam kamar kosannya yang tak terlalu lebar, namun sufah cukup untuk merebahkan tubuh nya saat kelelahan.
''Aku istirahat dulu ya capek?! pamit Putri pada kedua temannya.
''Mau aku temani nggak shay?'' canda Zein, Putri langsung melototi Zein yang suka asal asalan kalau ngomong.
Putri bergegas masuk ke dalam kosan nya ketika pintunya sudah di buka.
''Ini kamarmu, kamarku ada di samping.'' tukas Zein menunjuk kamarnya.
Reno mengangguk dan membuka pintu kamar nya guna menaruh tas ransel yang berisi pakaiannya ke dalam kamar kosan nya.
Setelah menaruh tasnya Reno keluar bergabung dengan Zein yang masih berada di teras kosan nya. Zein dan juga Reno memilih mengobrol bareng, menghilangkan rasa kangen nya karena sudah lama tidak bertemu.
''Reno, kenapa lho mau kuliah bareng Putri sich?'' Tanya Zein penasaran.
''Itu permintaan Ayah ku Zein, dia lebih senang kalau aku kuliah bareng Putri. Kamu sendiri tau kan kelakuan aku selama di sekolah kemarin, makanya dia mendengar Putri sekolah di SMAN 1 beliau langsung memindahkan aku ke sana.'' Jelas Reno pada sahabat nya.
''Tapi aku juga nggak nyangka, bakalan satu kampus juga sama kamu Zein.'' tambah Reno.
Lama mereka mengobrol, akhirnya Zein pamit untuk tidur, karena besok Zein masih harus kuliah pagi dan membantu Dani teman nya.
Letak Kos kosan Reno dan Zein tak terlalu jauh dari kos kosan nya Putri.
__ADS_1
*-*-*-*-*-*-*
Di tempat lain Erlan bekerja sangat keras, agar ia tak lagi meminta uang pada orang tuanya lagi. Erlan bekerja lembur untuk tambahan gajinya. .
Erlan bekerja di salah satu cafe yang ada disana. Teman Erlan salut dengan kerja keras sang teman, yang tak mengenal lelah.
''Bro kamu serius amat kerja nya, nanti cepat tua lho.'' Ledek teman nya yang satu profesi deng Erlan.
''Ya biarin sajalah cepat tua, toh aku bekerja untuk membahagiakan seseorang yang jauh di sana.'' Gumam Erlan tersenyum smirk.
''Lho juga pekerja keras, namun kamu kerja buat siapa? lho kan nggak punya seseorang yang harus di nafkahi kecuali Ibu mu kan?!'' Tanya Erlan balik meledek temannya.
''Gue kerja buat tabungan kalau sudah ada calon nya Lan, biar enak tinggal ngambil kalau sudah mau nikah.'' jawab teman Erlan menepuk-nepuk bahu Erlan.
''Sudah, ayo pulang sekarang.'' Ajak sang teman. Erlan mengangguk pelan dan bergegas keluar dari cafe yang mau di tutup.
Erlan mengambil motor nya di parkiran khusus pegawai. Erlan menyusuri jalanan yang sangat ramai, meski ini sudah hampir tengah malam.
Tak butuh waktu lama, kini Erlan sudah sampai di Asrama putra tempat nya ia tinggal selama kuliah di sana.
Ada kalanya Erlan senang dan ada kalanya dia bersedih, saat mengingat gadis kecilnya yang berada jauh darinya.
Namun Erlan sangat percaya bahwa gadisnya nggak bakalan menghianati cinta nya.
Erlan selalu mengingat ucapan demi ucapan dari gadis kecilnya.
** Tak peduli seberapa jauh engkau pergi, jarak tidak akan mampu menghapus semua kenangan indah. Ada begitu banyak hal menyenangkan yang kita lalui bersama.
Erlan mendengus dan ingin segera menyelesaikan studinya dan mencari pekerjaan yang lebih layak lagi.
Erlan yang tidak bisa tidur hanya bisa menatap ponsel nya, berharap gadis kecilnya menghubungi nya sekarang.
''Seharusnya dia kan sudah sampai di tempat tujuannya. Kenapa gadis kecil nich belum juga nelfon aku sich?!'' Gumam Erlan mengacak rambut nya karena frustasi.
👉👉👉👉
Jangan bosan bacanya ya kak.
__ADS_1
dan makasih yang sudah mampir 🙏🙏💕💕😘