Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 78 Berangkat ke Jakarta


__ADS_3

''Hay Reno?'' Sapa Putri pada temannya.


''Sudah lama nunggunya.'' Tanya Putri lagi.


''Nggak juga kok Putri, baru juga nyampek?'' Jawab Reno, Putri mengangguk pelan.


''Ada angin apa nich mau main ke rumah Putri sore sore?'' Tanya Putri menaikkan satu alisnya.


Karena Reno tak pernah main ke rumahnya, sejak mereka sekolah bareng di SMAN.


''Cuma mau main saja Putri, sekalian mau nanya kamu mau kuliah di mana?'' tanya Reno malu malu.


Putri mengerutkan keningnya dengan pertanyaan Reno sang teman.


''Aku dapat Beasiswa di salah satu kampus yang ada di Jakarta Ren, emangnya kenapa?!'' tanya Putri balik.


''Kata Ayah aku di suruh kuliah kumpul sama kamu, biar bener kuliah nya.'' Jawab Reno menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Putri mengerutkan keningnya mendengar ucapan Reno. ''Sebenarnya itu tergantung dari kamu sich Ren, mau itu kuliah bareng aku juga kalau kamu berteman dengan anak-anak yang nakal yeach bakalan ikutan nakal juga Reno?!'' Ujar Putri menjelaskan pada Reno.


''Iya sich Putri. Namun Ayah tetep kekeh pada pendirian nya agar aku bisa kuliah bareng kamu Putri, bukannya aku mau mendekati kamu, tapi ini adalah keinginan Ayah dan Ibu.'' Jelas Reno.


Putri tidak bisa berkata apa apa lagi, karena itu adalah keinginan dari Ayah-nya. Tapi Putri tidak bisa melarang Reno untuk tidak kuliah di kampus yang sama dengan nya.


''Kalau itu mau kamu, ya nggak apa apa sich Reno, Putri tak masalah karena makin banyak teman makin asik juga.'' tukas Putri menatap Reno.


Reno juga menatap balik Putri yang ada di depan nya.


''Lagian di sana juga ada Zein kok.'' Jelas Putri pada Reno.


Reno terkejut mendengar bahwa Zein juga kuliah di kampus yang sama dengan Putri.


''Beneran! Zein kuliah di sana juga!!'' Tanya Reno lagi karena takutnya dia salah mendengar nama Zein.


''Iya beneran Reno? Zein juga kuliah di sana, ini semua juga gara-gara Zein yang ikutan mengajukan Beasiswa untuk Putri, makanya bisa di terima di sana?'' Jawab Putri menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


Karena Putri juga denger nya kayak githu, dari kepala sekolah nya waktu sang Kepsek berbicara dengan orang tuanya di dalam ruangan Kantor nya.


''Kenapa kamu yakin dengan perkataan Zein Putri?'' Tanya lagi Reno karena dari pada dia mati penasaran.


''Yeah karena yang aku dengar emang kayak githu Reno!'' Gumam Putri karena menurut dia Reno sudah terlalu kepo tentang pribadi Putri.


''Aku ambil nama kampus nya dulu ya Reno?'' Tutur Putri beranjak dari duduk nya, menuju ke kamar nya guna mengambil nama kampus di mana dia akan kuliah besok.


Reno menghembuskan nafas dengan kasar karena ketidak tauan dirinya, yang mengorek masalah Putri.


''Kenapa aku malah menanyakan itu semua pada Putri, semoga Putri tidak merasa kalau aku merendahkan dia.'' Bisik Reno.


Sedangkan Putri masih ngedumel di dalam kamar sembari mengambil se lembaran yang Putri terima minggu kemarin.


''Apa maksud Reno sich nanya nanya kayak githu, bikin kesel orang saja. Huch!! semoga saja dia beda mengambil jurusan sama aku.'' Gerutu nya sambil mencatat alamat kampus yang di minta Reno tadi.


Putri menghampiri Reno yang masih duduk anteng di ruang tamu.


''Aku telefon Zein dulu ya.'' Tukas Putri menyambar ponsel nya yang ada di atas meja depan nya.


''Kenapa mau telefon Zein Putri?'' tanya Reno ambigu.


Reno yang di omelin hanya terdiam mendengar omelan Putri, karena semenjak dia mengenal Putri, Reno tak pernah mendengar Putri ngomel-ngomel, dan tak pernah di Omeli juga.


''Maaf aku nggak tau.'' Sahut Reno tak enak hati.


Panggilan pun tersambung. Zein yang lagi bantuin teman nya untuk menjaga Workshopnya. Zein mengerutkan kening nya melihat siapa yang menelfon nya.


''Tumben tumbenan nich anak nelfon gue.'' Bisik Zein seraya menggeser layar ponsel nya.


-''Ada apa Putri?'' Tanya Zein langsung pada intinya.


-''Assalamu'alaikum.'' Ucap Putri menghiraukan pertanya'an sahabat kecilnya.


-''Waalaikum salam.'' Jawab Zein yang terdengar tertawa.

__ADS_1


-''Kalau ada orang yang menelfon thu, yang harus di ucapkan pertama kali harusnya salam dulu!'' Celoteh Putri menceramahi Zein.


Reno hanya menyimak obrolan antara Putri dan juga Zein. Reno tak menyangka Putri bisa ngomel-ngomel githu pada seseorang.


-''Bu nyai ceramah lagi, duch bakalan stok tissue nich kalau lagi ke kampus.'' Sahut Zein tertawa.


-''Ya sudah, kalau githu Putri tak bakalan kuliah di sana, Putri mau nyamperin kekasih Putri saja di Ausie.'' Ucap Putri berniat bercanda.


-''Ech kok githu sich Putri? aku sudah senang banget bakalan bertemu dengan kamu setiap hari di kampus.'' Tukas Zein dengan nada sedih, menganggap serius ucapan Putri barusan.


-''Nggak usah di bahas lagi, ambilin satu formulir lagi buat Reno Zein?'' Sahut Putri dalam sambungan telepon nya.


-''Reno juga mau kuliah di sini juga?'' Tanya Zein percaya dan tak percaya.


-''Iya, ini orang nya ada di rumah sekarang.'' jelas Putri.


-''Iya iya, besok aku ambilin. Lagian gimana mau ngisi coba Put? kan orang nya jauh?!'' Ucap Zein.


-''Ya kirim lewat email lah Dodol, tuanya nambah pintarnya malah berkurang gimana sich lho Zein.'' ketus Putri pada sahabat kecilnya.


-''Awas saja lho kalau sudah nyampek di sini, gue unyeng unyeng lho Putri!!''


-''Sudah gue matiin dulu telefon nya, pulsa gue abis, Assalamu'alaikum.'' Ucap Putri tersenyum.


''Tega banget lho Put! Waalaikum salam.'' Jawab Zein mematikan ponsel nya.


Setelah cukup lama Reno di rumah Putri, akhirnya Reno undur diri setelah mendapat kan informasi tentang kuliahnya. Reno bergegas pulang setelah pamit pada orang tua Putri dan juga Putri teman sekolah nya. Setibanya di rumah Reno langsung menuju kamar nya guna membuka email dan mengisi formulir yang di kirimkan oleh Zein temannya barusan.


Seminggu sudah berlalu, dan Putri sudah berangkat ke Jakarta bersama Reno karena mereka bakalan satu kampus.


Selama di perjalanan Putri selalu mengotak atik ponsel nya, Reno mengetahui kalau Putri sedang berbalas pesan dengan Erlan tunangan nya. Reno pun memutuskan untuk memejamkan matanya selama di perjalanan menuju ke Jakarta. Mereka berdua ke Jakarta naik mobil travel yang sudah di pesan oleh Ayah Reno. Putri hanya menurut saja saat Reno bilang kalau biaya kendaraan nya Ayah Reno yang akan bayar.


📤Ya nikmati sajalah kak, toh gratisan juga. Putri membalas pesan Erlan.


👉👉👉👉

__ADS_1


Jangan bosan baca karya receh ku ya kak, dan Jagan lupa like, komennya juga.


Oia mampir juga di karya ''Cinta Nadhira'' Makasih 🙏🙏😘😘😘💕💕💕


__ADS_2