
2 hari sudah Putri di rumah sakit bersama bayi nya, Putri sangat senang melihat kedua bayinya yang sehat dan juga begitu montok, Asi Putri lancar dan melimpah, sehingga kedua bayi nya tak merasa kekurangan Asi, Pak Amin dan Bu Susi sudah berada di rumah sakit sejak kemarin, Erlan menurutu perkataan tuan Aries yang mengatakan kalau orang tua Putri harus di carikan mobil agar segera sampai di Jakarta dan bertemu dengan kedua cucu cantik dan tampan nya.
Kini Putri sedang bersiap siap untuk pulang ke rumah nya, Bu Widya dan juga kak Sandra sudah stanby di ruang rawat Putri, mereka berdua menimang si cantik dan si tampan, panggilan sayang kak Sandra pada kedua bayi Putri, karena Putri memang belum memberikan nama pada kedua buah hatinya, Putri mengikuti omongan sang Ibu yang dulu sempat mengatakan memberi nama pada seorang bayi harus menunggu hari ke tujuh dalam artian (sepasaran) kalau kata orang Jawa bilang, namun di jaman now seperti sekarang banyak bayi yang sudah memiliki nama sebelum dia lahir kedunia fana ini, aku mah ikut yang Ibu bilang saja.
''Ye? selesai?'' gumamku, ketika sudah selesai membereskan barang ku dan juga barang barang si kembar.
''Apa sich Putri? ngagetin si ganteng saja kamu ini,'' Ucap kak Sandra kesal karena si ganteng kaget dengan gumaman Putri.
''Apa sich kak? Putri kan hanya senang saja karena beres beres nya sudah selesai,'' balas Putri menunjuk barang bawaan nya yang di taruh di atas ranjang pasien.
''Ish...? kayak nya kamu senang banget mau keluar dari rumah sakit ini,'' ujar kak Sandra acuh.
''Ya harus senang lah kak, lagian lebih enak di rumah sendiri kak, tidur nya enak bisa guling guling di kasur king size ku,'' balas ku.
''Iya iya,'' kata kak Sandra yang tak mau lagi berdebat dengan ku.
Kami sedang menunggu Mas Erlan yang sedang mengurus administrasi kepulangan istri kecilnya. Setelah selesai mengurus administrasi nya Erlan segera kembali ke ruang rawat Putri bersama seorang suster yang membawa kursi roda.
''Assalamu'alaikum,'' ucap Erlan sebelum masuk ke dalam.
''Waalaikum salam,'' jawab Pak Amin yang berada tak jauh dari pintu.
''Kita pulang sekarang?'' Ucap Erlan pada Putri. Putri mengangguk dan ingin berjalan keluar dengan berjalan kaki, namun Erlan mencegah sang istri untuk berjalan ke luar rumah sakit.
''Sayang? lebih baik kamu pakek kursi roda saja ya, biar suster yang mendorong,'' titah Erlan menatap dengan lekat wajah sang istri.
__ADS_1
''Mas? Putri sudah sehat kok, Mas Erlan saja yang berlebihan pada Putri,'' tolak Putri, Erlan langsung melotot pada istri kecilnya yang selalu menjawab semua omongan suami nya.
''Iya iya, Putri pakek kursi roda?'' jawab ku ketika sorot mata mas Erlan mulai tak bersahabat.
''Githu dong kan tambah cantik,'' puji Erlan yang langsung mendapatkan kekehan dari semua orang yang ada di sana.
Mereka semua melangkah kan kakinya keluar rumah sakit, dan menuju ke parkiran mobil nya, setelah Putri masuk kedalam mobil kak Sandra memberikan si ganteng pada Bu Susi, sedangkan si cantik di berikan pada pada Putri. Kak Sandra dan Bu Widya menuju ke mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobil Erlan.
Bu Widya masuk ke mobilnya di susul oleh kak Sandra, mobil mas Erlan sudah berkumpul dengan mobil mobil lainnya, Suasana di siang hari memang tak terlalu ramai kendaraan, karena semua orang sedang sibuk dengan nama pekerja'an nya masing-masing.
*-*-*-*-*-*
Hanya butuh waktu 40 menit saja untuk sampai ke rumah baru-nya Putri, yang bisa di bilang cukup luas. Di rumah Putri sudah rame yang menunggu kedatangan si kembar dan juga Putri.
''Kak Bryan?'' Ucap Putri kaget yang melihat rumah nya sudah di hias oleh mereka semua.
''Ayo masuk?'' sambung Anggia mengambil alih si ganteng dari tangan Bu Susi, sedangkan si cantik sudah berada di tangan Bu Widya.
Mereka semua masuk ke dalam rumah Putri, Mas Erlan menuntun Putri berjalan dengan perlahan menuju ke ruang tamu.
Tuan Daniel juga berada di dalam menyambut kedatangan si kembar, tuan Daniel nampak menghampiri sang Mama yang mana sedang menggendong bayi perempuan nya Putri. Tuan Daniel pun berbisik pada sang Mama.
''Ma? Daniel boleh gendong nggak,'' bisik tuan Daniel. Bu Widya mengerutkan keningnya mendengar bisikan putera nya.
Bu Widya kemudian memberikan si cantik pada tuan Daniel, tuan Daniel merasa takut kalau kalau patah, karena tangan tuan Daniel begitu kaku saat menggendong bayi mungil tersebut.
__ADS_1
''Ma, nggak bakalan patah kan?'' Ucap-nya asal, yang langsung mendapatkan tonyoran dari sang Mama.
''Kalau sama kamu di tekuk ya patah Daniel, kalau cuma di gendong kayak gini doang nggak bakalan bisa patah,'' jawab Bu Widya kesal.
''Abang ada ada saja dech, itu bayi sungguhan Bang, bukan boneka?'' celetuk kak Sandra yang langsung di pelototi tuan Daniel.
'Bisanya cuma melotot doang?' bisik kak Sandra pada dirinya sendiri.
''Sudah sudah, sekarang si kembar harus di taruh di kamar nya, agar mereka istirahat, kasian mereka juga butuh istirahat juga,'' Ucap Bu Widya mengambil alih si cantik dari tangan tuan Daniel.
''Ma? Daniel belum puas gendong nya?'' seru tuan Daniel ketika si cantik akan di ambil oleh Bu Widya.
''Kalau githu kamu yang naruh di kamar mereka,'' Ucap Bu Widya lagi.
Bu Widya membawa tuan Daniel dan kak Anggia ke kamar untuk menaruh si kembar ke tempat yang sudah ia siapkan 1 bulan lalu.
Aku sengaja memilih barang barang yang berwarna biru dan warna lain nya, karena dia belum tau jenis kelamin sang bayi yang ia kandung. Karena itu permintaan Putri sendiri pada dokter Erina, supaya menjadi kejutan ketika sudah lahir.
Bu Widya menaruh kedua bayi ke tempat yang sengaja di gabung menjadi satu, cuma di batasi dengan bantal guling saja di tengah-tengah mereka berdua.
Karena Erlan dan juga Putri ingin kedua bayi nya selalu berdekatan antara satu sama lainnya.
''Ternyata mereka sangat menggemaskan ya Ma?'' Ujar tuan Daniel setelah menatap lekat lekat bayi mungil Putri.
''Iya, karena mereka berdua sangat sehat, dan lagi Asi bunda nya melimpah jadi mereka tak kekurangan, makanya mereka berdua jadi gembul kayak githu,'' kata Bu Widya pada putera nya. ''Baru juga umur 2 hari sudah segede ini,'' lanjut nya lagi.
__ADS_1