
Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit Umum, Anastasya Putri kembali ke rumahnya, selama Putri sakit Erlan membantu sang mertua merawat tunangannya.
Erlan meminta tambahan waktu pada pihak sekolah nya, dan dia mengiyakan permintaan Erlan sang murid.
Lagi pula KTP Erlan belum jadi juga sudah satu minggu ini, Erlan memberitahukan semua kepada kepala sekolah nya, karena Erlan sendiri tidak pernah minta izin dan di sekolahnya juga lumayan berprestasi.
Sampai sampai dia di masukkan ke Universitas di luar negeri, dengan Beasiswa, maka dari itu Erlan mengurus surat surat yang di butuhkan oleh pihak sekolah, dan Erlan belum berbicara mengenai ini semua pada gadis kecilnya, karena Erlan belum tau juga akan keterima pengajuan Beasiswa tersebut.
''Sayang? makan dulu, habis itu minum obatnya biar cepat sembuh Oke.''Ucap Erlan pada gadisnya yang lagi sibuk dengan ponselnya.
Putri memandang wajah Erlan, ''Masih males kak?'' sahut Putri manja pada Erlan tunangan nya.
''Jangan males githu ya sayang, sebentar lagi kakak bakalan balik lagi ke rumah, sebelum kakak pergi kamu harus sembuh total.'' Ujar Erlan mengelus kepala gadisnya.
Putri mencebikkan bibir nya, mendengar perkataan Erlan.
''Kok kak Erlan tidak balik sekarang saja, kan ini sudah lebih seminggu kak.'' Tanya Putri pada tunangannya.
''KTP kakak belum jadi Dek, jadi masih menunggu KTP nya jadi githu?'' jawab Erlan mengambil makanan Putri yang di letakkan di atas meja.
''Biar Putri sendiri yang makan ya.'' pinta Putri pada Erlan, Erlan memberikan makanannya pada Putri.
Dengan susah payah Putri memaksa menelan suapan pertamanya, Erlan memandangi wajah Putri yang masih begitu pucat, Putri yang di pandang malah melengos dari tatapan Erlan.
Hanya 3 suapan Putri memakan makannya, diapun menaruh piring di atas meja dan mengambil obat yang berada di depannya.
Erlan tersenyum melihat gadis kecilnya meminum obatnya.
''Sudah?'' tanya Erlan.
''Alhamdulillah sudah selesai.'' jawab Putri singkat.
''Putri mau istirahat dulu ya kak.'' ujar Putri beranjak dari duduknya.
Erlan memegang lengan Putri, ''Sayang? sebentar, kakak mau nanya sama kamu apa boleh.'' pinta Erlan pada gadis kecilnya.
__ADS_1
Putri lantas mendudukkan diri lagi di bangku yang ia tadi duduki. dengan rasa penasaran dan perasaan yang mulai tidak enak yang ia rasakan saat ini.
''Mau nanya apa kak?'' tanya Putri lembut dan memandangi wajah tunangan nya.
''Seandainya kakak pergi keluar negri, apa Adek mau menunggu kakak? atau malah mau meninggalkan kakak.'' tanya balik Erlan pada sang tunangan.
''Maksud kakak bagaimana? Putri tidak mengerti.'' Ujar Putri pada Erlan dengan tatapan yang sulit di artikan.
''Maaf Dek? sebelumnya kakak tidak memberitahu kamu tentang masalah ini, namun kakak pikir lebih baik kakak beritahu kamu sekarang.'' Ucap Erlan menunduk dan menghembuskan nafas dengan kasar.
''Beritahu apa kak.'' Tanya Putri yang di selimuti rasa penasaran.
''Sebenarnya kakak? mendapatkan rekomendasi dari sekolah untuk keluar negeri, siapa tau kakak dapat Beasiswa kesana Dek?'' jawab Erlan berat namun harus di bicarakan juga dengan gadis kecilnya.
Putri memandang Erlan sejenak dan tertawa, melihat wajah Erlan yang di penuhi rasa takut akan kemarahan sang gadis.
''Kenapa tertawa Dek?'' tanya Erlan yang mulai frustasi, takut takut Putri akan meninggalkan nya.
''Kalau itu mau kak Erlan ya nggak apa apa, Putri akan menunggu dengan setia kedatangan kakak, kalau seandainya kak Erlan tidak kembali dan sudah melupakan Putri, ya dengan terpaksa Putri akan mencari pengganti kak Erlan.'' sahut Putri tersenyum.
Bagaimanapun Putri tak ada hak untuk mencegah kepergian Erlan ke luar negeri.
''Saya tidak boleh egois, mungkin dengan cara ini kak Erlan bisa menggapai cita-citanya, dan kelak akan menjadi orang yang sukses, yang pernah ia katakan padaku kemarin." Gumam putri dengan sangat pelan, bahkan gumaman Putri tak di dengar Erlan yang berada di sampingnya.
''Kakak tidak akan meninggalkan mu sayang? lagian kakak sudah berjanji pada Kepsek kalau kamu tidak mau aku pergi, aku akan batalkan Beasiswa tersebut.
''Jangan githu kak? Putri ngijinin kak Erlan pergi kok,kan di sana kakak akan menuntut Ilmu, lagian gratis pula?'' celetuk Putri yang di selingi dengan cekikikan kecil.
Erlan tak menyangka, gadis kecilnya tidak marah sekalipun.
''Makasih ya sayang? kakak akan belajar dengan sunguh-sungguh agar cepat menyelesaikan kuliah kakak di sana kalau Beasiswa kakak di terima.'' ujar Erlan dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Putri mengangguk dan juga ikutan tersenyum.
*_*_*_*_*_*_*_*_
__ADS_1
Setelah beberapa bulan kemudian, Erlan mengikuti ujian akhir sekolah nya.
Erlan sudah meminta ijin pada gadis kecilnya, kalau ia tidak akan menelvon nya dalam beberapa hari ini, Putri mengiyakan ucapan Erlan karena itu semua juga demi kebaikan tunangan nya.
Selama ujian Erlan belajar dengan giat agar mendapatkan nilai yang memuaskan. Erlan sungguh sungguh ingin mendapatkan Beasiswa tersebut.
Maka dari itu Erlan harus mendapatkan nilai lebih dari semua teman temannya, Erlan bukanlah orang yang pintar ataupun yang lainnya, yang di miliki semua anak anak yang mempunyai IQ tinggi.
Dengan giat belajar beserta do'a dari keluarga nya, Erlan yakin akan mendapatkan nilai yang bagus.
''Ayo makan dulu Dek?'' Felisha menyuruh adik iparnya yang sibuk dengan buku bukunya.
''Nanti saja kak nanggung nich bentar lagi selesai.'' Ujar Erlan masih fokus pada baca'annya.
''Nggak baik lho, nunda nunda makanan, entar yang ada kamu malah sakit dan tidak ikut ujian gimana.'' seru Felisha yang membuat Erlan berfikir.
''Ada benarnya juga yang di katakan kak Fely.'' Ujar Erlan beranjak dari duduknya menuju ruang makan yang di mana orang tua beserta Abangnya sudah menunggunya di sana.
''Lama banget sich Lan? Mas sudah kruyuk kruyuk perutnya.'' gerutu Kevin sang Abang.
''Kalau sudah lapar, kenapa masih nunggu Erlan, kenapa nggak kalian makan duluan.'' celetuk Erlan, Bu Ristie menengahi perkataan kedua putranya dan berkata, ''Sudah, jangan berdebat lagi, kalian lapar kan? ayo kita makan sekarang.'' Ucap Bu Ristie pada kedua putranya yang selalu berantem menurutnya.
''Pak Enggar menggeleng kan kepalanya melihat keduanya yang selalu bikin ulah di tempat makan.
''Makan lah sekarang, habis itu kalian kembali ke kerjaan kalian.'' Seru Pak Enggar Ayah dari Kevin dan juga Erlan.
Keduanya langsung terdiam mendengar perkataan sang Ayah yang menurut keduanya jarang berbicara kalau tidak penting.
Erlan dan juga Kevin hanya saling melirik satu sama lainnya, Bu Ristie hanya mengawasi keduanya agar tidak berdebat lagi di waktu makannya.
👉👉👉👉
Makasih kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
maaf kalau bacaannya membosankan.
__ADS_1
baru belajar,
Makasih 🙏🙏😘💕💕