Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 159


__ADS_3

Ketika suster membuka pintu ruang bersalah Bu Widya menghampiri dia suster yang sedang menggendong bayi mungil Putri.


''Suster? ini bayi Putri kan?'' tanya nya bahagia.


''Iya Nyonya? keduanya bayi Ibu Putri dan Pak Erlan,'' jawabnya pelan.


''Mereka perempuan semua suster?'' tanya kak Bryan yang juga menghampiri Mama nya dan kedua suster nya.


''Kedua bayi ini perempuan dan laki-laki tuan?'' jawab salah satu suster dan berpamitan pada semua orang yang berada di depan ruang persalinan. Kedua suster membawa kedua bayi tersebut ke ruangan bayi.


''Kalau githu kita punya sepasang cucu dong Pa,'' Ucap Bu Widya bahagia, memeluk suaminya.


''Iya Ma? Papa kit anak Putri akan 22 nya perempuan semua, ech nggak tau nya perempuan sama laki-laki Ma,'' sahut Tuan Aries tak kalah bahagia nya.


''Sekarang Bryan sudah menjadi ucle dong Pa?'' tanya Bryan pada Papa nya.


''Sayang, ponakan ku sudah lahir,'' ujar Bryan bahagia.

__ADS_1


Erlan keluar dari ruang bersalin, dan dengan senyum manisnya Erlan berjalan menuju ke keluarga Aditama, yang sejak dari tadi menunggu di luar ruangan.


''Bagaimana keadaan Putri Erlan?'' tanya tuan Daniel datar.


''Alhamdulillah dia baik baik saja Pak, dan sebentar lagi akan di pindahkan ke ruangan rawat,'' jelas Erlan.


''Terima kasih ya Bu, kalau tidak ada Ibu Erlan nggak tau keadaan istri Erlan sekarang ini Bu,'' Ucapnya mencium punggung tangan Bu Widya.


''Sudah semestinya Mama menjaga Putri Erlan, Putri juga anak Mama, dan untung nya Mama tadi menyuruh Pak Iman untuk membawa ke rumah, kalau sampai dia berada di rumahnya, Mama nggak tau dech harus bagaimana?'' jawab Bu Widya panjang lebar.


''Iya, terima kasih Pak?'' balas Erlan.


''Erlan? kamu telfon orang tua kamu dan juga orang tua Putri sekarang, bilang sama mereka kalau Putri sudah melahirkan,'' suruh Bu Widya yang langsung di angguki Erlan.


Erlan melangkah keluar dari rumah sakit, dia mengambil ponsel di saku celana nya. Erlan mencari nomor ponsel Ayah-nya dan segera menghubungi nya.


Tut tut tut

__ADS_1


Suara panggilan tersambung, dan tak harus menunggu waktu lama, sang Ayah menerima panggilan dari putera bungsu-nya yang berada jauh di Ibu kota Jakarta.


-''Erlan? ada apa, tumben tumbenan nelfon Ayah,'' sapa seorang laki-laki di seberang.


-''Ayah, maafkan Erlan yang mengabari keluarga di sana mendadak,'' jawab Erlan tak enak hati pada kedua orang tuanya yang menetap di Kalimantan Selatan, tepatnya di Banjarmasin.


-''Maaf buat apa Erlan? apanterjadi sesuatu pada menantu kecilku?!'' tanya Pak Enggar menyelidik.


-''Sebenarnya, istri Erlan sudah lahiran Ayah? lahiran Putri maju dua minggu darin perkiraan dokter,'' jawab Erlan gugup, karena Erlan memberi tahu pada keluarga jya di Banjarmasin kalau Putri akan lahiran tanggal 20,namun nyatanya Putri lahiran di tanggal 6


-''Alhamdulillah,'' Ucap Pak Enggar di seberang. ''Kenapa harus minta maaf Erlan? Ayah senang dengar nya, kalau cucu Ayah sudah lahir dengan selamat, tapi Ayah sudah memesan tiket pada tanggal 17 bagaimana dong?'' tanya Pak Enggar pada putera nya.


-''Ya nggak apa apalah Yah, Ibu sama Ayah berangkat tanggal itu,'' jawab Erlan tersenyum.


-''Ya sudah Yah, kalau githu Erlan tutup dulu telfonnya, karena Erlan belum mengabari orang tua Putri Yah,'' Ujar Erlan memberitahu Ayah nya.


-''Ya sudah kamu lekas telfon orang tua Putri, Ayah matikan sekarang telfonnya,'' kata Pak Enggar memutuskan panggilan nya.

__ADS_1


__ADS_2