
Namun setelah di pikir pikir lagi, akhirnya Zein mau menempati rumah kontrakan Putrinya, karena Nina sang istri juga bekerja di tempat usaha yang Putri kelola.
''Ya sudah dech kalau githu gue terima tawaran lho sob,'' Ujar Zein setelah memikirkan tawaran Putri sang sahabat.
Nina mengerutkan kening nya mendengar ucapan sang suami yang mengiyakan ucapan Putri.
''Lho Mas, bukannya lebih enak di kosan,'' tanya Nina dalam bingung nya.
''Kamu kan kerja di sini Nda, dari pada bolak balik jemput dan nganterin tiap hari mending kita tinggal di sini saja,'' sahut Zein menjawab pertanyaan Nina istri nya.
''Mas??''
''Kan yang punya rumah kontrakan sudah ngijinin kita untuk tinggal di sini Bunda,'' kata Zein lagi saat istri nya mau mengucapkan sesuatu.
Bunda adalah panggilan sayang Zein pada Nina, walaupun mereka berdua belum memiliki anak namun mereka sudah sepakat memanggil Ayah dan juga Bunda.
''Ya githu dong, aku kan senang denger nya,'' kata Putri menghampiri dan memeluk Nina. Erlan hanya tersenyum melihat sang istri yang sedang memeluk erat istri Zein.
''Sekarang aku semakin tenang untuk pindah rumah,'' kata Putri semangat.
''Kira kira nggak apa apa nich, kamar kalian kita tempati untuk seterusnya nya,'' tanya Zein memastikan.
''Ya nggak apa apa lah, kan kita juga yang nyuruh kalian untuk pindah dan tinggal di sini, lagian kita kan mau pindah ke rumah baru, iya kan Kak,'' Ucap Putri dan menatap Erlan guna meminta dukungan pada sang suami yang berdiri tak jauh dari tempat nya berdiri.
''Iya, kamu senang banget, akhirnya ada orang yang akan menjaga rumah tempat usaha istri ku,'' sahut Erlan setelah di tatap sang istri.
''Terus kapan kalian akan pindah ke rumah,'' tanya Nina pada Putri yang masih memeluk nya.
''Rencana sich besok kak,'' jawab Putri.
''Besok pagi kami akan pindah ke sana,'' tambahnya lagi.
''Kalau githu, aku bantu kamu beres beres gimana,'' ucap Nina menawarkan bantuan pada Putri yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.
__ADS_1
''Nggak usah kak, sebenarnya nggak ada yang harus di pindahin ke sana sich, karena baju baju kita sudah ada di sana, cuma kata Ibu di kampung harus besok di tempatinya,'' Ucap Putri menjelaskan.
Nina hanya mengangguk pelan. Tiba-tiba Zein bersuara lagi.
Karena orang tuanya bilang hari itu yang bagus untuk menempati rumah barunya.
''Kalau githu kita yang harus beres beres di kosan Nda, biar kita langsung bisa kesini juga,'' celoteh nya mengagetkan semuanya yang ada di sana.
''Mas, bisa nggak ngomong nya pelan pelan, kita semua kan kaget jadinya,'' sahut Nina menepuk punggung Zein suami nya
''Saking semangat nya Nda,'' jawabnya mengaggaruk kepalanya yang tak gatal.
''Jangan di biasain,'' kata Nina mengingat kan suami nya.
Zein mengangguk pelan, ''Iya, aku janji kok Nda,'' jawabnya cengengesan.
Akhirnya Zein dan juga Nina pamit pulang ke kosan nya untuk membereskan semua barang barang nya, sedangkan Putri tak henti henti nya tersenyum melihat pasangan yang baru menikah itu.
Lantas sang suami memberanikan diri untuk bertanya pada istri kecilnya, ''Seneng banget kayaknya hari ini,'' tanyanya sembari melipat kedua tangan dan ia taruh di dadanya.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Di sepanjang perjalanan Putri tidak berbicara sepatah katapun dengan suami nya. Putri masih dengan wajah cemberut nya karena kesal pada Erlan sang suami, Putri kesal karena memaksanya untuk berangkat ke kantor tempat ia bekerja.
Saat sudah sampai di depan kantor pun, Putri tak bergerak dari atas motor nya, Erlan hanya memandang dan menggeleng kan kepalanya pelan, dan melajukan lagi motor nya menuju parkiran yang di khusus kan untuk para karyawan, ''Sayang turun sudah sampai,'' ucap Erlan memandang istri nya dari kaca spion motor nya.
Karena Putri masih tak merespon ucapan suaminya, Erlan lalu bergegas membuka helm yang di pakai Putri sang istri.
''Sayang?? sudah sampai,'' Ucap Erlan lagi mengelus pundak sang istri.
Putri tersadar dari lamunan nya dan segera turun dari atas motor nya, untungnya di area parkir sudah sedikit sepi karena sebagian karyawan yang bekerja di kantor tersebut sudah pada masuk ke dalam kantor nya, dan menuju ruangan masing-masing.
dengan segera Putri berjalan menuju lobby kantor, namun sebelum pergi dari parkiran Putri berkata pada Erlan suaminya. ''Putri masuk dulu sebelum ada orang yang melihat kita berdua di parkiran,'' ucapnya ketus seraya melangkah pergi meninggalkan Erlan sang suami.
__ADS_1
''Kamu kenapa sich sayang, akhir akhir ini kelakuan kamu sangat aneh dan sikap mu yang sering berubah ubah,'' Gumam Erlan pelan setelah kepergian Putri. Lantas Erlan menaruh helm yang ia pakai di tempat yang sudah di sediakan.
Dengan segera Erlan menyusul langkah sang istri, namun sesampainya di lobby kantor Erlan sudah tidak melihat istri kecilnya, ''Cepat banget sich ngilang nya,'' Gumamnya menghentikan langkah kakinya.
''Kenapa Erlan,'' tanya seseorang dari belakang tubuhnya.
Erlan terkejut mendengar nya karena suara yang menyapanya sangatlah familiar, Erlan membalikkan badannya dan melihat seseorang yang menyapanya barusan, Erlan sangat terkejut saat di lihatnya orang tersebut adalah atasan di kantor tersebut.
''Pagi Pak,'' sapa Erlan sambil membungkuk kan badan nya pada sang Bos.
''Pagi juga, kamu kenapa, kok berhenti di sini,'' Tanya Daniel dengan dingin dan masih menatap Erlan.
''Nggak apa apa Pak,'' jawab Erlan menunduk kan kepalanya.
''Kalau nggak ada apa-apa kenapa msih ada di sini,'' tanya Daniel lagi.
''Iya Pak, saya duluan,'' jawab Erlan sembari melangkah pergi menuju ruangan nya yang berada di lantai 6.
Daniel memasuki lift yang di khusus kan untuk nya, dengan di ikuti sang sekretaris nya Daniel menuju ruangan nya.
Sedangkan di lantai 3 Putri sudah bergelut dengan pekerjaan nya yang sudah menumpuk di atas meja, Putri masih magang di kantor Daniel.
''Putri, tolong ini di foto copy secepat nya ya,'' kata Andre menaruh kertas di atas meja Putri.
''Iya kak,'' jawab Putri tak bersemangat, hari ini dia sangat lesu, badan nya terasa remuk kayak habis di lindas truk.
''Cepat Putri, itu berkas penting dan sebentar lagi akan di bawa ke ruang rapat,'' ucap Andre lagi ketika melihat Putri belum beranjak dari tempat duduk nya.
''Iya kak, sebentar??'' jawab nya lemah.
''Ayo, ayo. GO go go,'' ledek sang teman yang juga lagi sibuk di meja lainnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Makasih yang sudah dukung Karya receh Almahyra 🙏🙏🙏💕💕😘😘